Eksistensi, bukan Pengecut

Aku hanya seseorang yang teramat sangat biasa. Saking ‘biasa’-nya sampai-sampai aku tidak pernah dianggap sebagai manusia yang bernapas—alias mati. Iya, MATI!! 

Seberapa keras pun aku berusaha untuk ingin dianggap, kenyataannya tidak seperti itu. Seberapa keras pun aku bekerja pada mereka—sampai aku rela bersakit-sakit demi meningkatkan omset penjualan jasa mereka dan semakin membuat nama usaha mereka dikenal dunia—tetap saja, seorang Dhanis ini tidak berarti apa-apa. Bahkan, mungkin jika aku ingin meminta bayaran lebih, mereka hanya akan memandangku sebelah mata sembari berkata : “Siapa kamu?

Aku lelah.  

Komentar

Postingan Populer