Langsung ke konten utama

Life is not as bitter as a cup of coffee

Jika kau merasa bahwa hidup ini sederhana atau bahkan mungkin tak sesederhana seperti yang dikatakan sebagian orang—itu sah-sah saja. Tak ada yang melarang kita berpendapat apa atau pun bagaimana, karena negeri kita saja menerapkan undang-undang tentang kebebasan berpendapat. 

Tapi, inti permasalahannya bukan itu. Ini tentang bagaimana seseorang menjalani kehidupannya—dan bagaimana mereka mendapatkan keadilan yang semestinya. 

Karena, terkadang ada beberapa di antara insan manusia itu yang merasa bahwa hidup ini sungguh tidak adil. Konon katanya, memang dunia itu tidak adil, dan hidup seperti bertempur di dalam hutan belantara. 

Yang kuat akan menang, dan yang kalah akan berkalang tanah 
Tapi, selalu ingat bahwa manusia itu hanya makhluk lemah; yang cuma bisa berharap akan adanya keajaiban pada alur kehidupannya. 

Me and My Beloved Family
Begitu juga aku. Aku selalu merasa bahwa hidupku tidak adil. Apa yang terjadi padaku rasanya selalu tidak pada tempatnya, dan wajar jika aku tidak terima—hingga aku merasa bahwa semuanya rasanya pahit, sepahit kopi hitam. 

Aku sadar kalau aku harus bersyukur dengan apa yang aku dapatkan hingga detik ini. Kendati aku beranggapan bahwa hidupku sepahit kopi hitam, pada kenyataannya ada sebagian kecil dari hidupku yang menghamburkan aroma manis—bahkan sungguh sangat manis. 

Aku memiliki keluarga kecil bahagia. Aku memiliki suami yang sungguh sangat perhatian padaku; yang tak pernah sekali pun memprotes dengan apa pun yang aku lakukan. Dan, aku memiliki tiga orang malaikat kecil yang bisa menghapus setiap air mataku. 

Aku bangga pada mereka, keluarga kecilku. Semangat hidupku. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene -nya hanya recipien universal ,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay -lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan? Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka.  Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tida

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition , yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda. Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi. Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Desti

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata ' deadline ' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline . Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia. Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup meng