Selasa, 11 Juni 2019

The Birthday

Harusnya sesuatu itu bisa menjadi begitu berharga disaat apa yang kita inginkan bisa menjadi kenyataan dan berada begitu dekat di hadapan kita. Memang, tapi, apa yang bisa kita lakukan apabila sesuatu yang kita inginkan itu ternyata adalah hal yang mustahil?

Kau tahu itu mustahil, tapi kau tetap menggantungkan satu harapan kecil, meskipun harapan itu sungguh sangat kecil dan tak lagi utuh. Ya, aku ambil harapan itu. Aku tidak peduli. Jika ini menyangkut soal hati dan perasaan; keduanya memang telah luka sejak beberapa tahun yang lalu. Aku tak lagi mempermasalahkannya, asalkan aku bisa bersamanya--seutuh apa yang ada sekarang. 

Menjadi wanita yang spesial di hari yang spesial itu tidak mudah. Aku harus menyadari segalanya yang ada di hadapanku; yang Tuhan berikan sebagai hadiah. Aku bahagia dan aku sungguh sangat bersyukur. Ketika aku berharap lagi untuk yang kesekian kalinya, kali ini pun aku tak ingin terlalu menggantungkan harapan itu setinggi sebelumnya.

Bersama dengannya, dalam keadaan yang seperti ini saja, bagiku sudah lebih dari cukup. 

Hingga, pada saat yang bersamaan, aku sempat menuliskan sesuatu agar aku tak perlu lagi harus menangis tanpa sebab, seperti yang sudah-sudah

Catatan 11 Juni, 2019 -- 20:30 malam. 

"Jika sebelumnya aku selalu cemburu dengan apa yang kau simpan di ponselmu dan apa atau siapa pun yang menghubungimu lewat ponselmu, sekarang aku hanya bisa berpasrah diri. 

Aku hanya bisa diam, tanpa bisa berbuat apa-apa. Aku hanya bisa tersenyum ketika kau menatapku--saat akan menjawab panggilan masuk itu--tanpaku memedulikan bagaimana perasaan ini hancur. Aku hanya bisa berpura-pura tidak menggubris apa yang kau bicarakan dengannya. 

Aku belajar ikhlas. 
Aku hanya ingin bersamamu, meski itu hanya berupa serpihan. Aku tidak peduli. 

Mungkin Tuhan hanya mengijinkanku bersamamu, dengan cara yang begini-begini saja.

Aku ikhlas." 




Share:

1 komentar:

Thank you for your comment.