Langsung ke konten utama

The Birthday

Harusnya sesuatu itu bisa menjadi begitu berharga disaat apa yang kita inginkan bisa menjadi kenyataan dan berada begitu dekat di hadapan kita. Memang, tapi, apa yang bisa kita lakukan apabila sesuatu yang kita inginkan itu ternyata adalah hal yang mustahil?

Kau tahu itu mustahil, tapi kau tetap menggantungkan satu harapan kecil, meskipun harapan itu sungguh sangat kecil dan tak lagi utuh. Ya, aku ambil harapan itu. Aku tidak peduli. Jika ini menyangkut soal hati dan perasaan; keduanya memang telah luka sejak beberapa tahun yang lalu. Aku tak lagi mempermasalahkannya, asalkan aku bisa bersamanya—seutuh apa yang ada sekarang. 

Menjadi wanita yang spesial di hari yang spesial itu tidak mudah. Aku harus menyadari segalanya yang ada di hadapanku; yang Tuhan berikan sebagai hadiah. Aku bahagia dan aku sungguh sangat bersyukur. Ketika aku berharap lagi untuk yang kesekian kalinya, kali ini pun aku tak ingin terlalu menggantungkan harapan itu setinggi sebelumnya.

Bersama dengannya, dalam keadaan yang seperti ini saja, bagiku sudah lebih dari cukup. 

Hingga, pada saat yang bersamaan, aku sempat menuliskan sesuatu agar aku tak perlu lagi harus menangis tanpa sebab, seperti yang sudah-sudah

Catatan 11 Juni, 2019–20:30 malam. 

Jika sebelumnya aku selalu cemburu dengan apa yang kau simpan di ponselmu dan apa atau siapa pun yang menghubungimu lewat ponselmu, sekarang aku hanya bisa berpasrah diri. 

Aku hanya bisa diam, tanpa bisa berbuat apa-apa. Aku hanya bisa tersenyum ketika kau menatapku--saat akan menjawab panggilan masuk itu--tanpaku memedulikan bagaimana perasaan ini hancur. Aku hanya bisa berpura-pura tidak menggubris apa yang kau bicarakan dengannya. 

Aku belajar ikhlas. 
Aku hanya ingin bersamamu, meski itu hanya berupa serpihan. Aku tidak peduli. 

Mungkin Tuhan hanya mengijinkanku bersamamu, dengan cara yang begini-begini saja.

Aku ikhlas.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata 'deadline' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline. Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia.
Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup menguras te…