Kamis, 21 Februari 2019

Blogger dan Segala Kontennya

Terus terang saja, menjadi seorang blogger itu susah-susah gampang. Kalau jaman dulu ketika belum ada smartphone dan media sosial yang begitu bejibun seperti sekarang, mungkin mudah saja meraih suatu popularitas di kancah per-blogging-an dan menduduki salah satu peringkat terbaik di antara top blogger nusantara atau bahkan dunia.

Tapi, ini jaman sudah berubah, dan dampak dari perubahan itu turut mempengaruhi beberapa aspek kecil bagi kami para blogger. Terutama jika ingin meraih sebuah popularitas di dunia maya. Mungkin, bisa lebih sederhana namun harus dibarengi dengan beberapa aspek pendukung yang bisa dibilang ribet.

Ribetnya dunia blogger itu ternyata adalah sesuatu yang memang bener-bener ribet ketika kau sama sekali tidak mengerti tentang sistematisasi network atau jaringan--dan kemungkinan besar juga erat kaitannya dengan besarnya kocek yang kau miliki.

Contohnya saja Alexa. Beberapa tahun yang lalu, ketika saya mendaftar disana demi menaikkan rank blog; sungguh mudah dan gratis (bukannya berbayar seperti sekarang). Pun, proses untuk mendapatkan rank blog pun langsung bisa dilihat secara global--meski pada tahun itu rank blog saya bisa dikatakan masih di level bawah.

Namun, sungguh sayang, saat ini ketika saya ingin mengulang semuanya dengan cara yang sama, semuanya tak lagi sama. Banyak perubahan disana-sini yang sebagian besar saya sendiri tidak mengikuti update mereka. Dan, yang sungguh sangat disayangkan adalah penerapan akun berbayar yang harus dilakukan sebelum memulai proses checking rank untuk worldwide.

Seperti yang diketahui bahwa tipikal masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang susah untuk diajak modern dengan sedikit 'pengorbanan'--dalam hal ini sedikit merogoh kocek. Sehingga, mungkin saja, ketika ada blogger yang ingin mencoba bergabung dalam kancah perebutan rank, akan mundur secara perlahan karena sebuah-kebijakan-yang-tidak-bijak-ini.

Saya contohnya. Bisa dibilang, saya bukan pendatang dalam dunia per-blogging-an. Saya pun (sebenarnya) sudah memiliki akun Alexa. Namun, karena saya memiliki banyak email dan kata kunci, ketika saya akan mengakses akun Alexa saya sendiri dan saya lupa keduanya, maka saya pun mencoba untuk mendaftar ulang.

Di sinilah masalah mulai muncul. Oh God!! 
Rasanya saya ingin menangis saat itu juga.

Tapi, saya tidak menyerah begitu saja. Saya akan terus mencari beberapa platform pengganti yang serupa dengan yang saya jabarkan di atas, namun yang tidak berbayar tentunya. Saya akan memposting di blog ini pada postingan berikutnya ketika saya sudah mendapatkannya. 
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Thank you for your comment.