Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2018

Happy Blogging Day 2018!!

Tak terasa sudah 16 tahun aku berada di dunia perbloggingan ini. ( Rasanya sejak aku masih jadi mahasiswa baru ya, hehee ). Sejak aku masih belum mengenal dunia yang superaneh seperti sekarang ini.  Aku masih ingat betul bagaimana dulu aku selalu sendiri dan hanya berteman dengan buku-buku di perpustakaan. Lalu, aku mulai berkutat dengan yang namanya networking (jaringan). Kalian tahu, betapa luas jika mempelajari sebuah jaringan. Oleh sebab itu pula, aku lantas mengambil jurusan dan program pendidikan dengan ruang lingkup yang sama dalam alur perkuliahanku. Jika harus kuingat betapa dulu aku kadang mengeluh dan merasa kurang dengan apa yang aku miliki, rasanya aku sangat berdosa sekali. Aku tahu dan aku sekarang tersadar bahwa aku telah kufur nikmat ( astaghfirullah !!). Karena itulah, mungkin aku harus merasakan semua karmanya sekarang. Tapi ya sudahlah, aku toh tak bisa memutar kembali waktu yang telah lalu. Menyesal pun tiada guna. Aku hanya berharap pada belas kasih Al

Luput dari Pemikiran

Sebelumnya aku tak pernah memikirkannya. Never . Tidak sama sekali. Lantas kenapa tiba-tiba saja segala sesuatunya lantas menyeruak? Ah, sudahlah. Aku tak mau lebih dalam memikirkannya, apalagi memperkarakannya. Hanya saja aku merasa ada sesuatu yang aneh. Dan, keanehan itu kemudian merebak jadi sesuatu dan kemudian menjawab semua segala pertanyaan yang bersarang di kepalaku. Aku toh senang dan akan kusambut dengan suka cita semua apa yang ada saat ini. Allah, ini adalah anugerah Kuasa Yang MahaIndah --aku percaya itu. Namun, di sisi lain, aku sedih, karena keadaan yang memaksa ku harus seperti ini. Aku tak ingin lagi mempertanyakan tentang salah siapa. Tak ada yang perlu disalahkan. Ini adalah skenario Tuhan. Pun, ini semua terjadi juga atas kehendak-Nya. Siapa pula yang ingin ( yang rela ) kehilangan orang yang mereka cintai? Tak satu pun, bukan? Tapi, apa yang bisa kau lakukan saat nasib telah membimbingmu ke jalan dimana ternyata kau harus kehilangan orang yang kau cintai? A

Cahaya itu Bernama M-448

Pada dasarnya, setiap manusia itu hidup bermasyarakat dan bersosialisasi. Mungkin memang tidak semua. Ada kalanya, mereka tidak ingin siapapun mengusik kehidupan pribadinya. Namun, tak selamanya manusia bisa hidup menyendiri, tanpa teman, dan pendamping. Exactly! Bagaimana mungkin kau bisa hidup seorang diri jika Tuhan saja menciptakanmu sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lainnya? Non sense, right?  Begitu pun denganku. Awalnya, aku berpikir jika hidup menyendiri itu menyenangkan; tanpa ada siapapun yang akan menggangguku. Apapun yang aku lakukan, apapun yang aku inginkan, apapun yang aku pikirkan, atau apapun yang ingin kucapai dalam hidupku, mereka takkan pernah memedulikanku. Kesannya aku egois ? No! Ini realita. Sekilas memang terlihat santai, menyenangkan, hidup tanpa beban, bebas, tidak terikat, dan masih banyak lagi istilah-istilah yang ada kaitannya dengan kebebasan diri atau independensi .  Captionnya #buatkamu beserta 'Jersey' M