Langsung ke konten utama

Tetaplah Bersamaku

Siapapun, tak ada manusia hidup yang tidak memiliki masalah. Berbagai macam permasalahan manusia beragam. Mulai dari yang sederhana hingga pelik. Tak ada satu pun yang bisa mengukur bagaimana permasalahan yang mereka hadapi itu tergolong sederhana atau pelik. 

Namun, apapun permasalahan itu, percaya saja bahwa Tuhan tidak akan memberikan permasalahan yang melebihi batas kemampuan makhluk yang diciptakannya untuk mengatasinya. Dan, percaya saja bahwa Tuhan memberikan permasalahan lengkap dengan kunci pemecahannya. 

Kau hanya harus berdoa, berserah diri, dan memohon kemudahan pada-Nya untuk memecahkan semua permasalahanmu. 

Aku sendiri pun tidak lepas dari permasalahan. Dalam benakku, permasalahan yang ku hadapi cukup pelik, hingga aku nyaris putus asa. Hingga terlintas di benakku aku ingin mengakhiri hidupku beberapa waktu lalu. Rasanya hidupku gelap dan aku nyaris tak bisa melihat ada kecerahan hingga beberapa radius ke depan. 

Ada seseorang yang memintaku istighfar
Allah, maafkan aku. Maafkan kekhilafan ini. 

Ku akui bahwa aku memang telah gelap mata. Tak ada sesuatu hal yang sehat yang ku pikirkan saat itu. Jika ia tak mendampingiku, aku mungkin tak ada di dunia ini lagi dan tidak bisa menuliskan kisah hidupku disini. 

Terima Kasih, Kekasihku, Tri Putra, 
yang selalu dengan sabar mendampingiku, meluruskanku ketika aku tak di jalan-Nya, 
senantiasa mengingatkanku bahwa aku hanya bisa mensyukuri nikmat sekecil apapun yang diberikan Allah padaku. Tetaplah bersamaku.

Mungkin aku juga memang sedikit merasa lelah dengan pekerjaanku, yang tidak kunjung ada kemajuan. Tapi, kembali, aku hanya bisa mensyukuri apapun yang telah ku miliki sekarang. Ini semua adalah anugerah--dan ini semua sudah lebih dari cukup, dari apa yang pernah ku impikan. Anugerah Allah yang ku dapatkan beberapa tahun lalu melalui berbagai macam rintangan. Sesungguhnya aku tak mudah mendapatkan pekerjaanku yang kini ku jalani. Beberapa tahun yang lalu, aku sungguh-sungguh berjuang mendapatkannya, berjuang keras agar aku bisa diterima masuk bekerja disini.  

Bagaimana pun juga, 
aku tak akan melupakan segala nikmat dan anugerah yang ku miliki, 
termasuk aku memilikimu dalam hidup. 

Allah, terima kasih atas semua karunia ini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Kapan Ini Berakhir?

Kapankah cobaan ini akan berakhir, Ya Allah. 
Awalnya, kupikir mudah menjalani hidup ini sendirian. Ternyata tidak. Memang, sekuat-kuatnya aku ketika tetap mencoba untuk tersenyum dan tertawa disaat aku ingin menangis, di titik itulah aku merasa sangat rapuh dan kecil. Aku tahu ini cobaan hidupku yang mahaberat, tapi aku tetap berusaha bertahan dan mencoba sekali lagi untuk kuat menghadapinya. 
Manusia seperti aku tidak didesain memiliki mental sekuat baja. Tapi kembali lagi, aku masih punya Allah yang bisa saja dengan mudah menjadikan mentalku yang biasa-biasa saja menjadi sebilah baja yang amat kuat. 
Saat ini, aku memang tengah memiliki masalah keuangan yang cukup serius, dimana aku sendiri tidak tahu kapan semua ini akan berakhir, atau atau bagaimana aku akan bisa menyelesaikannya hingga tanpa ada sisa sedikit pun. 
Ingin rasanya aku menangis (sekeras-kerasnya hingga aku merasa bahwa beban ini akan bisa lenyap dan musnah hanya dengan berteriak), dan berharap aku bisa memutar lagi …