Langsung ke konten utama

26 Kilometer

Sejauh 26 kilometer...
Sejauh itu aku terus mengenangmu...
Sejauh 26 kilometer....
Sejauh itu hatiku seolah teriris sembilu...

Kau mungkin takkan pernah bisa memahami hatiku; karena kau tak pernah benar-benar mau memahaminya. Kau hanya menganggapku boneka. Boneka yang bisa kau permainkan disaat kau butuh. Dan, ketika kau tak membutuhkanku, kau membuangku, melemparku--ke segala arah--sesuka hatimu.
4 spot kenangan @ Taman Bungkul

Kau tahu?--meski kau takkan pernah mau tahu--bahwa aku mencintaimu lebih dari yang kau sangkakan. Ironisnya, kau tak pernah menganggapku ada. Pun, ketika kau sedang dalam masalah, aku nyaris bisa memastikan bahwa aku mampu mempertaruhkan segalanya, termasuk nyawaku, demi menyelamatkanmu; demi seorang kau agar senyum itu bisa kembali kulihat tersungging di sudut bibirmu.

Namun, apa yang bisa kau berikan hanyalah kekecewaan dan rasa sakit hati yang berkepanjangan. Hingga mampu mengubah semuanya menjadi dendam yang tak berujung.

Di tengah rasa sakit dan dendam itu, entah kenapa aku masih mampu mengingat semua kenangan baik sekaligus buruk yang kuukir bersamamu selama 2 tahun ini. Kenangan yang tak bisa kuhapuskan dari ingatanku meski aku telah berulangkali mencobanya.

Dan, di tiap-tiap spot kenangan itu aku menghentikan laju kendaraanku; memandang setiap sudut tempatku menunggumu malam itu; menangisinya--meski aku tahu tak ada gunanya aku menangis. Kau lebih memilih mengikuti napsu iblis dan meninggalkan perasaan tulus yang belum tentu bisa kau dapatkan di kehidupan barumu. Ketika saat kau tersadar itulah, kau akan benar-benar bisa melihatku.

Ingatlah bahwa aku takkan pernah bisa melupakanmu, untuk semua rasa sakit, hati yang terluka, kekecewaan terdalam, dan juga rasa cinta yang hanya tinggal puing demi puing berserakan.

Kau telah melukaiku dengan sangat sempurna, Oknal. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata 'deadline' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline. Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia.
Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup menguras te…