Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Sepenggal Kalimat

Catatan Hati untuk Seorang Kau...
Mungkin Tuhan sedang mengujiku. Mungkin juga Tuhan sedang mencoba memberikanmu 'jalan lain' agar kau memahami bagaimana cara menghargai perasaan seorang wanita yang begitu tulus mencintai. Tak ada wanita mana pun yang sanggup kehilangan cinta sejatinya. Cinta yang dengan susah payah dirajutnya hingga darah mengucur dari ujung jarinya karena tertusuk sembilu. 
Kau hanya manusia munafik yang takkan pernah bisa memahami apa itu perasaan; apa itu cinta. Bahkan, kau pun tak pernah merasa memilikiku sebagai kekasihmu. Ironis!

Kau hanya manusia berhati iblis yang dengan keji tega menyia-nyiakan dan membuang seseorang sepertiku yang hanya bisa mencintaimu dengan tulus tanpa ada rasa pamrih dan tanpa alasan. Satu-satunya yang masih bisa membuatku bertahan adalah besarnya rasa cinta dan perjalanan yang tidak pernah mudah.

Namun, apapun yang telah kita ukir dan abadikan bersama tak lantas lekang dari pikiranku. Meski aku coba ingkari semua, ingatan itu b…

Kisah Malam Mengenangmu

Aku memang orang yang tak bisa dengan mudah melupakan apapun yang menjadi milikku dan lantas hilang begitu saja terenggut paksa dari tanganku. Siapa yang rela melepaskan apa yang menjadi kesayangannya diambil orang lain? Tak satu pun! 
Semua hal yang terhubung denganmu akan selalu membekas dalam ingatanku--tanpa ada yang terlewat. Jika kau tanpa sengaja membaca tulisan ini, kau mungkin akan teringat dengan ucapanmu kala itu saat kau mengantarku pulang. Atau, entahlah jika kau dengan sengaja menghapus semua kenangan yang telah kita ukir bersama lantas kau hancurkan dengan tanpa ampun.
Malam itu sekitar pukul delapan lewat limabelas menit dan kau mengantarku pulang dengan motor biru hingga mendekati perumahan tempat di mana aku tinggal. Semua sungguh terasa indah jika aku bersamamu dan rasanya tak ingin ku lepaskan pelukanku di pinggangmu. 
Kau lantas bertanya padaku di tengah-tengah perbincangan kita yang tidak terlalu penting. "Abis ini pulang sampe rumah terus ngapain Beb?"…