Langsung ke konten utama

Tak Pernah Mudah (Untukku)

Entah kenapa cinta selalu tak pernah mudah untukku. Ingin rasanya aku mengabaikan semuanya dan pergi menyendiri untuk beberapa saat, dimana aku tak perlu harus menangis dan bersedih. Lelah jika harus terus-menerus mengobati luka demi luka yang terus menganga dari waktu ke waktu. Lelah juga jika harus terus-menerus mengorbankan air mataku untuk sesuatu yang seharusnya sudah aku buang jauh-jauh dari kehidupanku.

Banyak yang terjadi, dan banyak juga yang harus dikorbankan. Hanya saja sesungguhnya aku lelah menangis. Selalu saja menangisi untuk hal-hal yang tak seharusnya ku tangisi. Jika kau bertanya ada apa denganku, jawabnya sudah bisa ku pastikan; aku tak tahu. 

Berapa kali aku kecewa, berapa kali aku menangis, berapa kali hatiku tersakiti dan terluka? Ratusan bahkan mungkin ribuan kali. Tapi, aku memilih bertahan. Kenapa? Jika bukan karena cinta, lalu apa? Tak ada hal lain yang bisa menjadi alasan.

Kendati aku masih percaya karma akan selalu ada, tapi aku tak ingin jika karma itu datang pada seseorang yang aku sayangi. Mungkin memang karma adalah satu bentuk dari hukuman, namun hatiku tidak terbuat dari baja yang masih memiliki rasa iba. 

Hati seorang wanita selalu bisa menandingi luasnya lautan bahkan lebih luas dari sebuah samudera. Tak banyak yang memahami mengapa wanita selalu bisa memaafkan meski mereka telah tersakiti hingga mungkin lukanya tak bisa lagi disembuhkan. 

Rahasia Tuhan. 

Namun, Tuhan selalu berpesan bahwa jika kau melukai seorang wanita hingga meneteskan air matanya maka balasan bagimu akan jauh lebih pedih dari apa yang kau torehkan pada hatinya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata 'deadline' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline. Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia.
Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup menguras te…