Langsung ke konten utama

Back in My Life

Terkadang sesuatu yang telah berlalu tak selamanya harus benar-benar sirna dari alur hidupmu. Ada kalanya kau harus mengingatnya kembali sebagai sebuah kenangan yang tak terlupakan, meski sebelumnya kau merasa bahwa kenangan itu bukan lagi milikmu namun jauh di dalam sana kau masih tetap menyimpannya dalam sebuah kotak kaca yang teramat indah untuk kembali disentuh. 

Ada kalanya pula 'mereka' membutuhkan waktu sejenak untuk kembali ke dalam hidupmu, mewarnainya seperti sediakala, sama seperti sebelum kau kehilangannya. Seolah mereka ingin menunjukkan padamu bahwa mereka tak pernah meninggalkanmu, hanya bersembunyi untuk kembali lagi saat kau membutuhkannya. 

Tak bisa dipungkiri bahwa setiap manusia pasti memilikinya. Kenangan dan semua yang kau akhirnya terpaksa menganggapnya sebagai kenangan karena kau tak ingin lagi mengingatnya karena terlalu menyedihkan atau mungkin sebaliknya. Semuanya, baik yang terlalu menyedihkan atau bahkan sangat membahagiakan namun kau tak bisa memilikinya, akan kembali padamu sebagai milikmu yang tak terpisahkan bagian terkecil hidupmu. 

Aku merasakannya. 

Ketika semuanya kembali padaku, tak ada pilihan bagiku untuk tidak menyambutnya. Hanya kenangan masa lalu yang seolah sudah tak ingin lagi kembali dan aman tersimpan di dalam kotak kaca itu, pada akhirnya mereka menyapaku di saat aku merasa bahwa mungkin aku telah kehilangannya. 

Sesaat mungkin aku bersedih. Aku juga mungkin sempat menangis. Tapi sudahlah, tak ada gunanya menyesali sesuatu yang kita saja tidak tahu bakal seperti apa jadinya jika tidak begini atau jika tidak begitu. Manusia hanya makhluk kecil di hadapan Tuhan. Tak ada satu pun manusia yang bisa benar-benar meramalkan bagaimana alur hidupnya kelak di masa mendatang, sekali pun jika dia memang bisa meramalkan masa depan. 

Bahagia, iya. 
Sedih, juga iya. 
Tak ada yang benar-benar bisa dilukiskan dengan kata-kata. 

Hidupku mungkin berubah, tapi tidak dengan hatiku. Semuanya masih tetap sama seperti bertahun-tahun yang lalu. Aku tak pernah mengubahnya demi apa pun. Aku masih tetap memeliharanya sampai saat ku putuskan untuk menjadikannya kenangan. Sesuatu yang hanya bersembunyi sampai saat ia kembali untuk membahagiakanmu, dengan caranya sendiri. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata 'deadline' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline. Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia.
Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup menguras te…