Langsung ke konten utama

Again and Again

Kenyang dengan sebuah kekecewaan bukanlah hal baru bagiku, di saat aku merasakan cinta yang menghangatkan relung kalbuku. Seolah keduanya hidup damai berdampingan dan mengoyak tempat singgah mereka menjadi puing-puing berhamburan. 

Cinta yang ku rasakan yang seharusnya bisa membawaku terbang tinggi, namun aku harus kembali berkutat dengan pikiran-pikiran negatif dan prasangka yang tidak seharusnya ku lakukan. 

Cukuplah bila aku hanya bisa diam dan berharap agar suatu hari nanti akan bisa berubah seperti sedia kala. Sekecil apapun harapan itu aku akan tetap menunggunya.

Aku hanya takut hatiku yang sudah terlalu banyak terluka ini tiba-tiba saja akan berubah tanpa aku sadari dan terlebih tidak kuinginkan. Aku hanya manusia biasa yang bisa berubah kapan saja. Meski dalam hati aku tidak menginginkan perubahan apapun tentang perasaan cinta ini, tapi semua segala sesuatunya bisa saja terjadi diluar kendaliku. Itu yang paling aku takutkan.

Aku takut

Aku takut jika nantinya aku harus membenci. Dan, aku tak ingin jika itu sampai terjadi padaku, pada hatiku, pada rasa cintaku. Rasa cinta yang telah aku pupuk dan aku pelihara dengan sangat baik, tak mungkin aku dengan tega membuangnya begitu saja. Ada perasaan tulus, suci, dan murni yang tumbuh di sebuah lembah yang subur disana. Sebuah lembah yang awalnya gersang dan kering yang kata orang nyaris tak mungkin lagi ada hati yang akan tumbuh. Namun, dengan segenap jiwa dan di antara puing-puing reruntuhan hatiku, aku masih berkeyakinan bahwa ini belum berakhir. Aku yakin jikalau aku merawat dan mengembalikan lembah ini seperti sedia kala, mungkin akan ada lagi hati yang akan tumbuh subur di sini. Dan, inilah perasaan itu sekarang. Yang dengan manisnya aku jaga dan aku sayangi, melebihi aku menyayangi diriku sendiri.

Aku hanya tidak ingin ini semua berlalu begitu saja dengan sia-sia belaka. Terlalu banyak yang harus dikorbankan jika tak ada sesuatu pun yang aku dapatkan. Aku hanya menginginkannya, ada untukku di setiap waktu, menit dan detik, ada disaat aku butuh bahunya untukku menangis dan berkeluh, dan ada disaat aku harus menutup mataku selama-lamanya.

Aku menginginkannya menjadi milikku, selalu dan selamanya.     

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata 'deadline' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline. Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia.
Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup menguras te…