Langsung ke konten utama

Maut 1 Milimeter di Depan Mata

Aku selalu takut ketika maut berada sangat dekat denganku. Dan, aku benar-benar merasakannya sekarang. Berada hanya berjarak 1 milimeter dengan maut yang membuatmu menjadi manusia yang seolah hidup-segan-mati-pun-tak-mau.

10 Jam sebelumnya...
Sekujur tubuh penuh darah dan kau melihat di sekelilingmu banyak orang yang menolongmu tapi kau pun tidak sadarkan diri di mana kau berada saat itu. Mungkin seperti itulah gambaran diriku beberapa hari lalu ketika aku berada di posisi tak sadarkan diri dan kulihat tanganku telah basah kotor dengan tanah bercampur darah segar.

Ternyata aku yang menjadi korban kecelakaan itu. Entah mungkin karena belakangan aku memang seperti orang linglung, bingung, dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Aku banyak pikiran dan kurang tidur. Sehingga, mungkin ini adalah teguran dan tamparan keras dari Tuhan. Bahwa, aku tidak seharusnya seperti itu. Hidup memang harus terus berjalan dan manusia takkan pernah terlepas dari masalah selama mereka masih hidup dan memijakkan kakinya di Bumi.

Namun, Tuhan takkan memberikan cobaan dan ujian kepada manusianya melebihi kemampuan manusia itu untuk menyelesaikannya. Aku pun dengan musibah yang menimpaku aku ingin belajar dari pengalaman bahwa aku harus bisa menjalani hidup dengan lebih baik lagi. Agar aku tak perlu mengulanginya lagi dan terjatuh di lubang yang sama dua kali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata 'deadline' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline. Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia.
Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup menguras te…