Langsung ke konten utama

Terpukau

Syukurlah, jika Tuhan masih memberikan aku kesempatan untuk berbahagia bersama dengan seseorang yang aku cinta. Setelah aku melalui hari-hari yang penuh dengan dramatisasi hidup, sekarang aku hanya ingin tertawa lepas berdua saja dengannya. Menjadi bagian dari dirinya adalah impianku sejak aku menjadikannya 'pangeran impian'-ku.

Mungkin aku setengah gila atau tak waras ketika semua orang menganggap apa yang ku lakukan demi mempertahankan cinta ini sungguh di luar akal sehat. Siapa pun yang mengikuti alur ini dari pertama kali mengenalnya hingga aku merasa bahwa apa yang ku lihat selama ini hanya sebatas teman, ternyata aku merasakan hal yang berbeda di hatiku. Sebuah perasaan bahwa aku takut kehilangannya. Sejak itu aku merasa apa pun yang ku miliki seakan aku tak peduli lagi jika harus terenggut hingga tiada harta benda lagi di tanganku, asalkan aku memilikinya dan bisa terus bersamanya sampai aku menutup mataku selama-lamanya.

Aku telah tersihir oleh pesonanya.
Aku telah terpukau oleh kharismanya.

Jika aku diberikan pilihan saat hari ulangtahunku tiba kemarin, maka jelas aku akan memilih apa pun yang mungkin bisa membuatku selalu bersamanya, berdua tak terpisahkan, dan tak ada lagi kekecewaan atau pun airmata.

"Itu sekaligus menjadi doa-ku, karena masih dalam Bulan Juni, kan?" 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Kapan Ini Berakhir?

Kapankah cobaan ini akan berakhir, Ya Allah. 
Awalnya, kupikir mudah menjalani hidup ini sendirian. Ternyata tidak. Memang, sekuat-kuatnya aku ketika tetap mencoba untuk tersenyum dan tertawa disaat aku ingin menangis, di titik itulah aku merasa sangat rapuh dan kecil. Aku tahu ini cobaan hidupku yang mahaberat, tapi aku tetap berusaha bertahan dan mencoba sekali lagi untuk kuat menghadapinya. 
Manusia seperti aku tidak didesain memiliki mental sekuat baja. Tapi kembali lagi, aku masih punya Allah yang bisa saja dengan mudah menjadikan mentalku yang biasa-biasa saja menjadi sebilah baja yang amat kuat. 
Saat ini, aku memang tengah memiliki masalah keuangan yang cukup serius, dimana aku sendiri tidak tahu kapan semua ini akan berakhir, atau atau bagaimana aku akan bisa menyelesaikannya hingga tanpa ada sisa sedikit pun. 
Ingin rasanya aku menangis (sekeras-kerasnya hingga aku merasa bahwa beban ini akan bisa lenyap dan musnah hanya dengan berteriak), dan berharap aku bisa memutar lagi …