Langsung ke konten utama

Cinta Tanpa Syarat

Entah apa lagi yang terjadi padamu. Kau seolah tak mengenaliku. Ragamu memang berada di sini, tapi jiwamu seolah melayang-layang entah ke mana. Bukan hanya sekali-duakali kau bersikap seperti ini, dan ini adalah sikap anehmu yang kesekian kalinya. Aku seolah telah terbiasa dengan kau yang seperti ini. Kau tahu--bisa kutebak--mungkin hanya aku satu-satunya orang yang bisa memahami dan memaklumi 'sifat aneh'-mu ini. 

Ini seperti pembelajaran kelas kebatinan, di mana aku harus selalu menggunakan insting, perasaan, dan intuisiku sebagai seorang kekasih untuk memahami apa yang kau inginkan. Jika seseorang mengatakan aku seperti sedang bermain teka-teki atau menyusun kepingan-kepingan puzzle, ini lebih dari itu. Ini bahkan lebih rumit dari puzzle terumit mana pun. 

Mungkin, sempat kecewa, dan kekecewaan itu kerap melukai hatiku dan membuatku menangis. Namun, aku pernah menuliskannya, bahwa air mataku kini nyaris kering. Tak terhitung lagi berapa kali aku kecewa dengan sikapnya dan menangis terluka karenanya. Rasa sakit yang seolah sudah melekat. Toh aku tak pernah memedulikannya. Terluka pun takkan mengubah atau pun mengurangi besarnya rasa cinta yang ku rasakan. Cinta ini murni dan tak bersyarat.

Kau memang sungguh manis dan meski kau tak pernah mengucap cinta, namun semua perhatian yang terkadang kau berikan sudah cukup untuk mewakili perasaanmu padaku. Dan, aku tahu kau tidak berpura-pura.

Mungkin, aku agak berlebihan, dan kau juga sering memperingatkanku. Tapi, jika bukan rasa cinta ini aku tak mungkin berbuat senekat itu. Aku sadar, sikapku yang seperti ini tak bisa ku biarkan terus-menerus, aku harus segera mengikisnya perlahan. Terlebih, kau pernah mengatakan bahwa cinta di antara kami tak perlu diragukan lagi. Aku hanya harus bersabar. Itu saja. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata 'deadline' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline. Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia.
Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup menguras te…