Langsung ke konten utama

Internet sebagai Tiang Komunikasi

Komunikasi bisa dibilang menjadi satu-satunya cara agar manusia yang satu dengan lainnya bisa menyampaikan maksud tertentu. Komunikasi bisa dibagi menjadi dua unsur, yakni komunikasi verbal dan non verbal. Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang selalu membutuhkan manusia yang satu dengan lainnya, karenanya mereka dihubungkan dengan sebuah komunikasi--baik yang dilakukan dalam jarak jauh maupun dekat.

Di era digital seperti sekarang ini, banyak hal yang dapat mendukung kelancaran berkomunikasi dengan keluarga, teman, maupun orang terkasih. Semua perangkat yang mendukung kelancaran berkomunikasi itu terhubung dengan ponsel atau yang sering disebut dengan smartphone dan paket data seluler.

Kini, masyarakat saling berlomba-lomba untuk 'berburu' paket data seluler terbaik yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dan melakukan hal lain dengan lancar dan tanpa terputus atau patah-patah (buffering).

Lokasi : Kebun Raya, Bali
Aktivitas saya sebagai wanita karir dan penulis aktif di sebuah akun media sosial wattpad mengharuskan saya untuk tetap terhubung dengan internet di mana pun saya berada. Karena terkadang pekerjaan-pekerjaan itu 'memanggil' saya di saat saya sedang tidak berada di kantor atau pun ketika saya sedang tidak berada di area wilayah yang jarang terjamah oleh sinyal ponsel.

Hingga tahun 2017 ini, entah saya tidak ingat lagi berapa kali saya sudah berganti nomor kartu seluler, dikarenakan saya merasa jaringan dan jangkauan sinyal dari kartu-kartu tersebut kurang baik dan tidak cocok dengan aktivitas saya yang kadang kala harus berada di d
Lokasi : Pantai Pandawa, Bali
aerah terpencil yang jarang bisa dijangkau oleh jaringan telekomunikasi.

Namun, atas sebuah rekomendasi yang diberikan oleh teman-teman saya yang memiliki aktivitas yang juga tak jauh berbeda, saya beralih untuk mencoba menjadi pelanggan XL. Sejak sekitar setahun yang lalu hingga saat ini, saya belum pernah merasa kecewa dengan fasilitas dan kelebihan yang diberikan oleh XL, dan saya merasa bahwa apa yang saya dapatkan lebih dari apa yang saya bayangkan. Komunikasi saya tetap berjalan lancar dan semua pekerjaan saya dapat terselesaikan dengan baik. Kemudian, sejak sebulan yang lalu, saya meningkatkan status penggunaan data saya menjadi pelanggan XL Prioritas Plan M (pascabayar), agar saya bisa memaksimalkan penggunaan paket data seluler saya dengan tanpa terputus atau kerepotan untuk harus selalu mendaftar paket data bulanan. Saya pikir menjadi pelanggan pascabayar menjadi lebih praktis dan fleksibel.

Berkomunikasi dengan menggunakan XL dengan jaringan yang semakin baik dan terus berkembang dari tahun ke tahun membuat hidup saya menjadi lebih baik dan menjadi lebih berwarna serta sangat jauh dari kata membosankan. Saya memiliki keluarga yang tinggal jauh di luar kota dan luar pulau Jawa. Namun, dengan XL semua keberagaman itu tidak lagi menjadi masalah yang berarti.

Sebuah layanan yang baik dan terus berinovasi yang diberikan XL tak hanya membuat hidup saya lebih berarti, tetapi juga orang-orang di sekitar saya. Sesekali saya merekomendasikan orang-orang terdekat saya agar mereka juga menggunakan kartu seluler dan paket data seperti yang saya gunakan. Bukan hanya agar jika berkomunikasi antarsesama menjadi lebih mudah dan menghemat biaya, tetapi juga agar mereka bisa merasakan apa yang saya rasakan. Suatu perubahan yang sungguh mengagumkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene -nya hanya recipien universal ,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay -lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan? Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka.  Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tida

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition , yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda. Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi. Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Desti

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata ' deadline ' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline . Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia. Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup meng