Langsung ke konten utama

Air yang Kering

Terkadang menangis memang bisa menyelesaikan masalah, tapi tidak selalu. Ada kalanya menangis bisa membasuh luka-luka hatimu saja tanpa bisa mengeringkannya, namun ada juga yang berkata bahwa menangis merupakan pekerjaan yang sia-sia karena tidak ada hasil yang di dapat. Mungkin saja pendapat itu benar, tapi aku tak bisa percaya seratus persen. Ketika lubuk hatimu tersayat oleh sesuatu yang berasal dari orang yang kau sayang, maka tanpa sadar air matamu akan jatuh untuk membalutnya.

Bagiku, air mata itu suci, karena mengalir dari sebuah perasaan yang tulus. Namun, kadang kala lembah air mata itu mengering saat kau terlalu lama merasakan sebuah kesedihan yang teramat dalam dan menahan sebuah rasa kecewa yang begitu pekat.

Tak pelak, lambat laun kau akan terbiasa dengan 'hal-hal' menyedihkan semacam itu. Lambat laun perasaan-perasaan itu kemudian seolah menjelma menjadi 'sahabat kesedihan' yang senantiasa hadir saat kau terluka.

Aku pernah merasakannya. Dan, kurasa, aku seperti sudah terbiasa dengan itu semua. Mungkin jika diibaratkan, seperti obat jenis generik yang diberikan padamu saat kau sudah terbiasa meminum obat-obatan dengan dosis yang tinggi, maka obat-obatan jenis generik itu tak akan mempan untuk menyembuhkan penyakitmu--meski mungkin kau hanya terserang flu.

Lembah air mata ini telah mengering--meski tak menutup kemungkinan aku masih akan bisa menangis, jika aku kembali merasakan kesedihan yang mendalam yang tak mampu ku bendung dengan tebalnya dinding kekecewaanku.

Tapi, seorang wanita yang menangis bukan berarti menandakan bahwa ia lemah. Justru ia adalah seseorang yang kuat, karena ia berusaha tegar dan menyembuhkan luka-luka hatinya sendiri tanpa harus meminta bantuan orang lain. Ia tahu ia terluka, dan ia masih tetap berusaha bertahan demi cinta yang seolah buta tentang di mana ia berlabuh.

"Cinta yang dibasuh air mata akan tetap murni dan indah." -Muhamad Agus Syafii

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata 'deadline' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline. Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia.
Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup menguras te…