Langsung ke konten utama

Hobi yang Menyenangkan

Memiliki sebuah hobi sebenarnya sungguh bermanfaat. Itu jika kita bisa memperlakukan apa yang menjadi hobi kita dengan semestinya. Jangan lantas berpikir bahwa memiliki hobi bermain game adalah hobi yang hanya membuang-buang waktu. Tentu saja tidak jika kita bisa menjadikan hobi nge-game itu dengan maksimal. Mungkin saja ada seorang pembuat game yang tertarik dengan hobi kita lantas menyewa jasa kita untuk menguji coba game buatannya apakah game itu cukup menantang atau hanya berada di level biasa-biasa saja sebelum game itu dirilis. Honornya? Jangan tanya. Lebih besar dari yang mungkin pernah kau bayangkan. 

Kemudian, memiliki hobi memancing? Hapus dulu paradigma mengenai hobi memancing yang diplot hanyalah hobi seorang pemalas. Kau tahu? Di era digital seperti ini apapun bisa menjadi ladang uang jika kau pandai dalam mengolahnya. Terkait dengan hobi memancing, kau tentu ingat dengan kisah Nemo dan Dori dalam film animasi 'Finding Nemo', bukan? Bisa saja seorang ahli kelautan ingin menyewa kemampuan memancingmu untuk menangkap jenis ikan laut seperti Nemo (ikan Badut) atau Dori (ikan Gembung) untuk diteliti, dijadikan pelengkap koleksi di sebuah kebun binatang, atau oleh seorang game-maker kau akan diminta untuk menjadi konsultan mengenai teknik-teknik memancing dan kesulitan-kesulitan apa yang mungkin ditemui terkait dengan game online yang akan dibuatnya? Who knows? 

Seperti juga saya yang memiliki hobi menulis. Banyak sekali keuntungan yang bisa saya dapat dari hobi ini. Dari mulai menulis dengan gaya bahasa yang ala kadarnya ketika saya masih berusia duabelas tahun kala itu. Saya sempat diikutsertakan dalam lomba mading antarkelas oleh guru saya. Hasilnya? Karya saya mendapatkan peringkat empat dari sepuluh orang peserta dari sepuluh kelas yang ada. Mungkin memang bukan hasil yang baik, tapi tak terlalu buruk juga. Lumayan, karena bisa masuk peringkat lima besar. 

Saya pikir itulah mungkin cikal bakal bagi saya untuk terus berusaha mengasah kemampuan menulis saya hingga saat ini. Sebuah kegagalan yang menjadikannya sebagai motivasi. Ya, itu dia, motivasi! Saya tahu banyak penulis yang menjadi sukses besar hanya dengan menciptakan sebuah buku. Tapi, sejak saya mulai berusaha melakukan yang terbaik demi mengembangkan hobi ini yang tentunya dengan banyak membaca literatur dan belajar membuat sebuah tulisan-tulisan berupa artikel di media-media masa, saya tak pernah berpikir untuk menjadikannya ladang uang. Terlintas saja tidak. Tujuan saya hanya satu; ingin mengembangkan kemampuan menulis ini dengan sebaik-baiknya, dan ingin mengukur sampai di mana saya mampu melakukannya. 

Kemudian, ketika saya diperkenalkan dengan dunia blog atau weblog kala itu, saya berpikir mungkin inilah jawaban atas semua usaha saya agar tidak berlalu dengan sia-sia. Blog atau weblog; tempat di mana saya bisa mengorbitkan karya tulis saya ke masyarakat untuk dibaca secara online--atau setidaknya, saya menulis untuk diri saya sendiri jika kemungkinan terburuk tak ada satu orang pun yang membacanya. 

Tapi, sekitar tahun 2013 silam, saya mendapatkan tawaran untuk menulis sebuah artikel dari salah satu perusahaan online shop ternama di dunia untuk me-review sebuah produk yang mereka jual demi mendongkrak angka penjualan atas produk tersebut. Oh wow, rasanya senang sekali! Dan, sekali lagi, saya tak pernah berpikir mengenai berapa honor yang akan saya dapat. Saya hanya ingin melakukan yang terbaik demi proyek ini. Soal honor, menurut saya, itu adalah hadiah dari apa yang telah saya kerjakan.

Menurut teman-teman saya, tulisan-tulisan saya serta gaya bahasa yang saya tuangkan dalam setiap karya yang saya ciptakan enak dibaca dan seolah mengalir tanpa sadar bahwa mereka tengah membaca sebuah karya tulis. Saya pun berterimakasih atas feedback itu dan memang itu yang saya butuhkan; sebuah masukan, komentar, serta kritik jika mungkin saya melakukan sebuah kesalahan.

Lalu, baru-baru ini pula, saya kembali diundang untuk menulis sebuah artikel. Kali ini datang dari salah satu perusahaan travel online terkenal di Indonesia untuk mempublikasikan sebuah tujuan wisata yang merupakan produk baru mereka dalam hal memasarkan tujuan wisata serta tiket perjalanan yang ramah di kantong. Weww, tidak percaya rasanya! Saya pun berpikir bahwa inilah hasil kerja keras saya belama bertahun-tahun yang akhirnya bisa berguna bagi semua orang dan dihargai. Tak ada yang lebih membahagiakan selain melihat karyamu dihargai manis oleh masyarakat luas. Itu!

Jadi? Jangan pernah bosan untuk terus mengasah hobimu yaa... :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene -nya hanya recipien universal ,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay -lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan? Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka.  Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tida

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition , yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda. Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi. Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Desti

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata ' deadline ' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline . Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia. Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup meng