Langsung ke konten utama

Take a Risk

Istilah 'take a risk' mungkin sudah lumayan familiar di telinga masyarakat, yang artinya adalah mengambil sebuah resiko dalam setiap tindakan yang kita lakukan, apapun itu--baik dalam hal bisnis maupun non bisnis. 

Terkadang manusia lupa bahwa hidup itu membutuhkan sebuah variasi, agar sedikit memiliki warna. Yah, kau tahu, hidup sudah sangat rumit dan sulit di nalar oleh segumpal kecil otak manusia. Akal manusia yang oleh Tuhan diciptakan lebih baik dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya di Bumi ini tetap tak mampu menguak misteri alam yang begitu luas dan kompleks. 

Variasi hidup bisa berasal dari mana saja, tergantung dari masing-masing individu yang melakukannya sebagai bentuk dari pengambilan resiko atas nama pribadi. Sebagai contoh saja, seseorang ingin mencapai tujuan tertentu meskipun ia tahu hal itu mungkin saja akan sulit dilakukan dan serentetan ranjau darat siap menghalangi langkah kakinya. Tapi seseorang itu tak memedulikannya. Kaki-kakinya terus melangkah meski ribuan ranjau darat itu melukai kakinya hingga berdarah-darah. Pantang menyerah adalah satu-satunya kata yang tepat untuk disandangnya. Bukan hanya ribuan ranjau darat, tapi bisikan-bisikan setan juga kerap mengganggu pendengarannya. Tujuan itu hampir tercapai, hingga ia tersadar bahwa ternyata ada seseorang lain yang tak menginginkannya berhasil. Terbukti, bisikan-bisikan setan yang semula hanya berupa layaknya desiran angin, suara-suara itu mulai diperdengarkan.

Sepenggal kisah itu adalah sebuah cermin perjuangan yang gigih melawan cemooh-cemooh orang yang berusaha menjatuhkannya, namun ia tetap berada pada ujung tombak dan takkan tergoyahkan. Keinginannya pun terkabul.

Tanpa adanya perjuangan yang gigih, takkan ada hasil yang memuaskan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata 'deadline' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline. Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia.
Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup menguras te…