Langsung ke konten utama

July's Article at Office

Beberapa waktu lalu, kantor saya menerbitkan sebuah buletin bulanan yang isinya santai namun sarat akan motivasi dan bermacam-macam tips serta inspirasi. Menurut saya, buletin itu sangat bagus dan bermanfaat. Buletin yang bukan hanya berisi tentang seluk-beluk kantor saja, melainkan banyak hal yang ada di sekitar kita, yang sering dialami oleh masyarakat pada umumnya.

Sejak dulu saya memang mencintai dunia kepenulisan, dan saya pikir ini adalah waktu yang tepat bagi saya untuk menumpahkan kemampuan menulis yang saya miliki, sekaligus mengasahnya.

Namun, saya akui, mencari sebuah inspirasi itu tidak mudah. Saya sering membaca beberapa kisah perjalanan seorang penulis demi menciptakan sebuah mahakarya yang sangat indah. Dan, inspirasi yang mereka dapatkan pun juga tidak mudah. Mereka sampai harus rela merogoh kocek yang lumayan demi mendapatkan sebuah perjalanan yang mengesankan yang dapat mereka tuangkan dalam sebuah tulisan.

Mencari sebuah inspirasi memang bervariasi. Kisah yang saya paparkan di atas adalah salah satu contoh saja. Dalam dunia kepenulisan dan bagaimana para penulis mencari sebuah ide dan inspirasi itulah yang menjadi daya tarik tersendiri. Ada jutaan bahkan miliaran ide dan inspirasi yang bisa didapatkan oleh seorang penulis jika mereka tekun dan tidak ada kata menyerah dalam kamusnya.

Terkadang, saya ingin menjadi seperti para penulis itu, namun saya sendiri tidak tahu harus memulainya dari A atau Z. Tidak lelah untuk mencoba itulah yang selalu saya tanamkan dalam pikiran saya. Hanya dengan mencoba itu yang kemudian bisa menumbuhkan rasa percaya diri saya.

Juli's article telah saya terbitkan dalam buletin yang dirilis oleh kantor saya. Itu saja sudah cukup membuat saya bangga. Namun, mungkin saya akan melanjutkannya dan tidak hanya berhenti di situ saja. Sebuah pencapaian akan berkembang jika diikuti dengan pencapaian berikut dan berikutnya lagi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Kapan Ini Berakhir?

Kapankah cobaan ini akan berakhir, Ya Allah. 
Awalnya, kupikir mudah menjalani hidup ini sendirian. Ternyata tidak. Memang, sekuat-kuatnya aku ketika tetap mencoba untuk tersenyum dan tertawa disaat aku ingin menangis, di titik itulah aku merasa sangat rapuh dan kecil. Aku tahu ini cobaan hidupku yang mahaberat, tapi aku tetap berusaha bertahan dan mencoba sekali lagi untuk kuat menghadapinya. 
Manusia seperti aku tidak didesain memiliki mental sekuat baja. Tapi kembali lagi, aku masih punya Allah yang bisa saja dengan mudah menjadikan mentalku yang biasa-biasa saja menjadi sebilah baja yang amat kuat. 
Saat ini, aku memang tengah memiliki masalah keuangan yang cukup serius, dimana aku sendiri tidak tahu kapan semua ini akan berakhir, atau atau bagaimana aku akan bisa menyelesaikannya hingga tanpa ada sisa sedikit pun. 
Ingin rasanya aku menangis (sekeras-kerasnya hingga aku merasa bahwa beban ini akan bisa lenyap dan musnah hanya dengan berteriak), dan berharap aku bisa memutar lagi …