Langsung ke konten utama

Why are you My Remedy?

Tak ada satu kisah cinta yang terlarang. Dikatakan terlarang karena cinta itu bukan pada 'tempatnya', atau mungkin cinta itu sendiri yang memang 'tidak diperkenankan' terjalin. Bukan karena sesuatu yang berasal dari cinta, melainkan manusia lah yang membuat cinta seolah kejam dan tidak berperikemanusiaan.

Sebenarnya aku sendiri pun tidak seberapa memahami tentang cinta yang terlarang. Apa yang dimaksud dengan cinta terlarang? Entahlah. Yang kutahu hanyalah, bahwa kita tidak diijinkan untuk menjalin cinta dan kasih dengan seseorang karena sesuatu hal. Dan, sesuatu hal itu bisa bermakna majemuk, yang terkadang susah untuk diterima oleh akal sehat.

Terkadang juga aku menganggap bahwa cinta terlarang itu adalah sebuah tragedi cinta. Atau, mungkin juga tidak se-mainstream itu, namun jika diamati dalam sebuah kehidupan nyata, cinta terlarang bahkan mungkin lebih mengerikan daripada sekedar tragedi.

Jika diperhatikan dari sisi kemanusiaan dan banyaknya berita di layar kaca, cinta terlarang bisa menimbulkan berbagai macam konflik dan intrik, hingga yang terparah adalah terjadinya pembunuhan. Hmm, mungkin yang seperti ini yang harus dihindari. Kalau menurutku, apa untungnya?

If our love is tragedy, 
why are you my remedy...?
If our love's insanity,
why are you my clarity...?
("Clarity" - by Zedd feat. Foxes)

Seperti itu mungkin gambaran akan sebuah cinta terlarang. Tak perlu sebuah pembuktian atau pembenaran apapun. Tak perlu sebuah penjelasan apapun, dan tidak perlu sebuah perbaikan. Yang jelas cinta tetaplah sebuah cinta. Juga, cinta tak membutuhkan sebuah klarifikasi apapun. Cukup adanya pengertian yang didasari oleh akal sehat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene -nya hanya recipien universal ,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay -lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan? Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka.  Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tida

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition , yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda. Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi. Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Desti

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata ' deadline ' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline . Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia. Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup meng