Langsung ke konten utama

Jalan Pikiran Pria dan Wanita

Apa sebenarnya yang menjadikan pria dan wanita itu berbeda? Toh, mereka sama-sama manusia makhluk ciptaan Tuhan, kan? Dari segi fisik mungkin adalah aspek yang paling menonjol, karena memang fisik pria lebih kuat dibandingkan wanita, itu jelas. 

Tapi, sebenarnya ada banyak hal yang membuat perbedaan itu semakin nyata terlihat. Saat pria dan wanita terlibat sebuah hubungan spesial, maka perbedaan itu mulai terlihat sedikit demi sedikit dan semakin menonjol saat ada perselisihan diantara keduanya. Dan, jika sudah demikian, apa yang kemudian dikeluhkan di wanita? 
"Cowok itu rumit! Kenapa sih mereka nggak bisa ngertiin kita dikit aja?!"
Mungkin bukan hanya itu saja yang dikeluhkan si wanita. Berbagai macam pertanyaan perihal perilaku pria yang terlihat 'aneh' sudah pasti berkecamuk di benak mereka, yang rata-rata menghujat bahwa sikap pria begitu menjengkelkan dan terkesan acuh. Padahal, memang itulah sifat dasar pria--acuh, namun sebenarnya mereka peduli. Seperti itulah sikap kepedulian yang bisa mereka tunjukkan pada pasangannya.

Susahnya menjadi seorang wanita yang memiliki pasangan dengan tipe pria seperti ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi mereka. Bagaimana si wanita ini harus mempelajari tiap seluk-beluk sifat pasangannya luar dan dalam, agar dapat memahami apa arti 'diam' si pria yang sesungguhnya. Apakah pasangannya itu sedang marah, sakit, galau tingkat tinggi, ataukah ia sedang dirundung masalah, atau bahkan mungkin hanya sedang tidak mood berbicara--bisa jadi seperti itu. Dari sinilah, apa yang dinamakan kesabaran dan pengertian si wanita ini diuji.

Secara keseluruhan, menurutku, jalan pikiran pria itu sederhana namun membingungkan dan penuh misteri. Tak ada yang benar-benar memahami mereka--walau orang terkasih sekali pun--kecuali diri mereka sendiri. Orang lain hanya bisa menebak, meraba, dan menerawang apa yang mereka inginkan melalui gerak-gerik, bahasa tubuh, dan perilaku mereka. Pun, mempelajari hal semacam ini tidak membutuhkan waktu lama atau sekolah kepribadian atau yang semacamnya (nggak usah lebay istilahnya, haha), hanya membutuhkan pemahaman secara emosional, fisik, dan psikologis. Yakin bahwa pria juga manusia biasa yang memiliki rasa jenuh. Maka, jika mereka mulai menunjukkan gejala-gejala yang 'tidak biasa', biarkan saja dulu sementara waktu sampai mereka bisa menguasai dirinya sendiri, barulah kita ajak mereka bicara. Pendekatan yang sempurna akan bisa memancing mereka untuk bercerita tentang apa yang mereka pikirkan.

Pria bukanlah makhluk yang aneh dan tidak bisa diajak bicara. Karakteristik mereka sungguh sederhana dan tidak berbelit-belit. Contoh kecil saja, memotong rambut di salon. Apa yang dilakukan pria dan apa yang dilakukan wanita ketika mereka akan memotong rambutnya di salon?

Pria : "Mbak, potong rambut model biasa."

Wanita : "Mbak, potong rambut yaa. Modelnya kayak rambutnya Taylor Swift gitu bisa nggak? Tapi, poninya jangan nutupin mata ya Mbak, poni caping juga. Truz lagi, jangan pendek-pendek, Mbak, bikin nggak pe-de."

See?

Satu contoh kecil yang terkadang kita melupakannya, bahwa memang tidak bisa disamakan sebuah jalan pikiran pria dan wanita. Namun, tanpa disadari, perbedaan-perbedaan semacam itulah yang akhirnya bisa saling melengkapi. Dua insan yang menjalin kasih, tujuannya adalah menikah. Maka, dengan menikah itulah yang nantinya akan menyatukan segala perbedaan yang ada.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene -nya hanya recipien universal ,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay -lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan? Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka.  Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tida

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition , yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda. Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi. Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Desti

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata ' deadline ' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline . Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia. Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup meng