Langsung ke konten utama

Garden's Party

Kolam buatan yang letaknya di
halaman depan Hotel. Satu-satunya
akses menuju area hidangan.  
Rasanya sudah lama sekali aku tidak melakukan Garden's Party (Pesta Kebun), dan mungkin bahkan tidak pernah sama sekali. Aku tidak seberapa mengingat kapan terakhir kali aku berada dalam sebuah acara pesta kebun. Tapi, yang jelas, bagaimana pun meriahnya pesta yang diadakan jika dilakukan secara outdoor, hasilnya akan selalu lebih baik. 

Semalam pun aku memenuhi undangan pesta kebun yang diadakan oleh kantorku. Acara yang dilakukan setelah adzan Maghrib dengan tema 'Berbuka Bersama' itu bertempat di sebuah Hotel Berbintang Lima Hyatt Bumi Surabaya

Dari luar, Hyatt Hotel ini terkesan klasik dan mewah. Tampak bahwa hotel ini mencoba untuk memperlihatkan 'jati diri'-nya bahwa ia sungguh cocok dijadikan lokasi pengadaan pesta-pesta kecil hingga (mungkin) pelaksanaan pre-wedding bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan.
Together with them

Benar saja, ketika memasuki halaman depan yang akan menuju ke area hidangan--dengan mengusung tema 'Kebun' ini--para pengunjung disambut dengan beraneka ragam kolam-kolam buatan yang sungguh indah di kanan kiri jalan yang merupakan satu-satunya akses menuju ke area hidangan. Bukan hanya mewah, bagiku (yang jarang memasuki area perhotelan), pemandangan yang menyejukkan mata seperti ini sangat mengesankan sekali. Ya mungkin memang Hotel ini sendiri memang berslogan 'City Resort' sih. Sehingga, tidak mengherankan apabila keseluruhan yang tersaji disana, baik interior maupun pengelolaan yang ada, dibuat senyaman mungkin. Jika diperhatikan, seluruh ruangan di dalam area Hotel ini didesain layaknya rumah pribadi dengan latar belakang taman dan pepohonan, seolah Hotel ini semakin menunjukkan bahwa inilah satu-satunya tempat yang paling pas untuk dijadikan tempat beristirahat yang nyaman. 
Suasana temaram yang menyejukkan

Aku sendiri pun merasakannya walaupun tidak menginap disana. Namun, aku bisa menebak dengan hanya melihat apa yang nampak dari luar dan sebagian besar bagian-bagiannya. Sungguh pesta yang mengesankan dan nuansa teamaram yang indah yang pernah aku datangi. Bagi sebagian besar orang mungkin itu seperti pesta-pesta pada umumnya, tapi tidak bagiku. Tak ada yang bisa mengambil senyumku ketika aku berada dalam kebersamaan itu. Sesuatu yang bukan hanya karena pesona hidangan yang tersaji, tetapi lebih kepada kebersamaan itu sendiri. Kebersamaan yang mungkin tidak pernah kudapatkan di manapun, dimana aku bisa tersenyum dan tertawa lepas, seperti tak ada beban yang menggelantung di bahuku, meski aku tahu tak seorang pun di dunia ini yang terbebas dari masalah--kecuali jika seseorang itu mati. 
Together in 'Ship'

Momentum seperti yang tergambar dalam foto-foto ini mungkin takkan terjadi di setiap harinya. Kami semua selalu disibukkan dengan pekerjaan dan tenggelam dalam kesibukan masing-masing. Bahkan, seolah-olah antara satu orang dengan orang lainnya tidak saling mengenal (kesannya seperti itu). Sehingga, ketika ada momentum langka seperti ini, semua orang tampak seperti 'gila' berfoto. Aku seakan ingin tertawa, tapi yah memang seperti itulah yang terjadi. Satu kebersamaan dalam satu 'kapal', yang takkan mungkin bisa dibeli dengan uang. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Kapan Ini Berakhir?

Kapankah cobaan ini akan berakhir, Ya Allah. 
Awalnya, kupikir mudah menjalani hidup ini sendirian. Ternyata tidak. Memang, sekuat-kuatnya aku ketika tetap mencoba untuk tersenyum dan tertawa disaat aku ingin menangis, di titik itulah aku merasa sangat rapuh dan kecil. Aku tahu ini cobaan hidupku yang mahaberat, tapi aku tetap berusaha bertahan dan mencoba sekali lagi untuk kuat menghadapinya. 
Manusia seperti aku tidak didesain memiliki mental sekuat baja. Tapi kembali lagi, aku masih punya Allah yang bisa saja dengan mudah menjadikan mentalku yang biasa-biasa saja menjadi sebilah baja yang amat kuat. 
Saat ini, aku memang tengah memiliki masalah keuangan yang cukup serius, dimana aku sendiri tidak tahu kapan semua ini akan berakhir, atau atau bagaimana aku akan bisa menyelesaikannya hingga tanpa ada sisa sedikit pun. 
Ingin rasanya aku menangis (sekeras-kerasnya hingga aku merasa bahwa beban ini akan bisa lenyap dan musnah hanya dengan berteriak), dan berharap aku bisa memutar lagi …