Langsung ke konten utama

Dunia Ini (Tidak) Adil

Beberapa waktu lalu betapa aku marah sampai-sampai aku mengumpat dan menilai (tanpa pikir panjang) bahwa dunia ini tidak adil. Mungkin memang benar bahwa dunia ini sebenarnya tidak bisa berlaku adil bagi setiap manusia, tapi itu hanyalah segelintir orang yang memang merasa bahwa dunia ini tidak adil. Apabila, jika aku perhatikan dengan baik dan lebih ditelusuri lagi, dunia ini cukup adil. Kukatakan 'cukup' karena memang aku tidak sepenuhnya mempercayai akan keadilan tersebut.

Namun, aku sendiri telah menyadari bahwa dunia ini cukuplah berlaku adil. Meski tak kasat mata, namun aku bisa merasakannya. Contoh kecil kejadian-kejadian yang aku alami di kantor adalah sekelumit cerita yang menunjukkan keadilan tersebut. Mungkin juga Tuhan sayang padaku dengan tidak menambah beban pikiranku dengan pekerjaanku. Padahal sebelumnya aku cukup teledor dan ceroboh dalam melakukan setiap pekerjaan di kantor. 

Mungkin memang sebaiknya manusia tidak seharusnya seenaknya saja menilai sesuatu hal yang belum tentu diketahui. Sama halnya dengan hakim yang menjatuhkan sebuah hukuman tanpa mengetahui jalan dan sidak perkaranya, maka bisa dipastikan ia akan menyesal seumur hidupnya. Kuasa manusia tak lebih besar dari ujung kuku mereka sendiri, dan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kuasa Tuhan yang luasnya seluruh jagad raya alam semesta.

"Be a better person is a better way to go for live".

Komentar

  1. lagi bersedih ya? tulisannya bikin terenyuh :)
    sabar ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi, lumayan... :)
      Terima Kasih udah komen...nice to meet you!!

      Hapus
  2. Balasan
    1. Hehe, terima kasih... :)
      Ditunggu aja kunjungan balikku ke blog kamu yaa...
      Salam kenal.

      Hapus

Posting Komentar

Thank you for your comment.

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata 'deadline' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline. Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia.
Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup menguras te…