Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Bilakah Waktu Kugenggam

Sekali lagi..., sekali lagi aku mencoba berdamai dengan waktu. Meski aku tak ingin, tapi aku tak punya pilihan lain. Ribuan kali aku mencoba meyakinkan diriku sendiri bahwa aku hanyalah manusia biasa yang tak memiliki kuasa apapun. Manusia hanyalah makhluk kecil, tak lebih besar dari seukuran semut di hadapan Tuhan. Namun demikian, tak bolehkah jika aku memiliki mimpi, keinginan, dan harapan?--meski aku telah lelah bermimpi, lelah berharap, dan keinginan-keinginanku nyaris sirna ditelan kabut airmata. Dan, sekali lagi, aku hanyalah manusia biasa. Aku masih memiliki kesempatan untuk membangun kembali mimpi-mimpiku, dan meraih asa yang nyaris kulepaskan. Meski dadaku sesak dan aku hampir-hampir tak bisa menahan bulir-bulir airmataku jatuh membasahi pipi, aku akan tetap menunggu. Tak pernah ada kata paksaan dalam arti menunggu. Cinta ini pun bukan paksaan. Semuanya murni dari lubuk hatiku yang terdalam. Dan, perasaan ini tak terhapuskan, hingga Tuhan mengambil senyumku, tangisku, resahku,

Ketika Akhir Bukanlah Sebuah Tujuan

Terkadang, seseorang kerap melupakan tujuan awal mereka melakukan suatu hal. Sebagai contoh saja orang berbelanja di supermarket. Di rumah sebelum berangkat pastinya kita sudah mempersiapkan sebuah daftar belanjaan, apa-apa saja yang kira-kira harus dibeli agar nanti tidak kalap ketika sudah mulai berbelanja. Namun, apa yang terjadi pada kebanyakan orang-orang? Mereka kalap, dan lupa dengan tujuan awal mereka ke supermarket tersebut. Dan parahnya, barang yang terpenting yang seharusnya dibeli malah tidak terbeli. Itulah sebuah fenomena kecil kehidupan di masyarakat. Benarkah demikian? (Kalau iya, berarti aku udah cocok jadi paranormal, haha!) Sama halnya dengan manusia dan kehidupannya. Manusia diciptakan Tuhan agar mereka menghirup udara di Bumi untuk menggapai semua impian dan tujuannya. Karenanya, itulah sebabnya mengapa ada yang dinamakan dengan 'masa depan'. Masa depan adalah bagian dari sebuah tujuan yang harus diraih oleh manusia. Kau boleh saja bermimpi dan berangan-ang

Tanya Hatimu

Aku tak pernah ingin berpikir negatif ataupun berprasangka buruk dengan siapapun, terlebih dengan kekasihku sendiri. Karena, manusia yang berpasangan seharusnya harus saling mendukung, kan? Itulah sebabnya, dibutuhkan hati yang besar dan jiwa yang lapang untuk menerima apapun yang terdengar mustahil untuk diterima dan sejatinya aku sendiri belum pernah mengatasi hatiku untuk hal yang semacam ini. Tapi, kalau ini untuk kebaikan cinta kami di masa depan, apa aku terlihat seperti punya pilihan lain yang lebih baik....selain mendukungnya?  Okelah, aku takkan lagi mengungkit sesuatu yang membuat segala sesuatunya menjadi tidak baik. Cukup sekali aku melakukan hal bodoh dan aku bersumpah pada diriku sendiri aku takkan mengulanginya. Manusia yang memiliki akal dan pikiran takkan jatuh ke lubang yang sama dua kali.  Aku hanya perlu bersabar....dan bersabar lagi. Pun, manusia memiliki batas wajar kesabaran, aku tak peduli. Kuanggap itu sebagai ujian kesabaran yang diberikan Tuhan padaku. Dan, j

Not Just Only Tomato

Sejak aku membaca banyak referensi, aku jadi tahu banyak manfaat tomat bagi kesehatan tubuh manusia. Padahal, tadinya aku sangat-sangat tidak suka dengan segala apapun yang berkaitan dengan sayur-sayuran. Tapi, aku memaksa dan meyakinkan diriku sendiri bahwa tomat adalah salah satu sayuran yang penting, walaupun masih banyak juga sayur-sayuran lain yang jauh lebih penting dibandingkan tomat. At least , aku telah berhasil memakan dan merasakan manfaatnya. Awalnya pun kupikir tomat hanya enak dimakan sebagai lalapan bersama dengan salad dan mayonaise. Tapi, nyatanya tidak. Tomat bisa enak dimakan mentahan dengan hanya ditaburi gula. Hmm, yummy!! :) Tomat yang dimakan mentah ternyata berkhasiat untuk kesehatan, kecantikan, serta baik dikonsumsi untuk wanita hamil. Dalam tomat banyak mengandung nutrisi penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, seperti vitamin A , vitamin C , vitamin K , dan vitamin B6 , serta mengandung kalium, folat, thiamin, niacin, magnesium, tembaga, dan fosfor. Selai

Time Travel

Perjalanan waktu...bagiku adalah sesuatu yang nyata setengah mimpi. Semua manusia pastilah memiliki sebuah kenangan yang mungkin masih diingatnya atau mungkin sudah melebur menjadi satu dalam desiran angin seiring mereka bernapas.  Namun, aku lebih suka bermimpi tentang sesuatu yang membuatku selalu tersenyum sepanjang hari ketika aku terbangun. Mimpi yang seakan sungguh terasa nyata, bisa kusentuh dengan tiap lengkuk jemariku. Seakan pula bisa kupeluk dengan kedua lenganku. Tak ada seorang pun manusia yang tak ingin mimpinya hanya sekedar mimpi tanpa bisa dijadikannya kenyataan. Tatkala aku membaca tentang kisah perjalanan waktu, aku mulai berpikir bahwasanya jika ada waktu yang berjalan mundur, pastinya ada juga waktu yang bergerak maju atau yang biasa disebut dengan masa depan. Aku selalu berharap bisa 'berteman' dengan waktu, yang bisa membawaku ke sebuah masa dimana aku sudah bisa berdiri sendiri dengan kedua kakiku dan aku tak lagi merepotkan orang-orang yang selama ini k

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene -nya hanya recipien universal ,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay -lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan? Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka.  Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tida

Aku Takut

Pertengahan tahun sudah terjamah. Jari-jari waktu semakin dekat menggapaiku, terbuka dan menganga lebar seolah siap menelanku hidup-hidup ke dalam kegelapannya yang gelap mencekam. Aku takut. Ingin kupejamkan mata dan kututup rapat-rapat telingaku agar aku tak perlu lagi melihat dan mendengarkan suara-suara sumbang diluar sana. Suara yang hanya bisa mengolok dan menertawakan tanpa bisa memberikan solusi. Suara yang hanya bisa membuat mental seseorang jatuh dan tersudut tanpa pernah bisa tergerak lagi. Sebenarnya kita ini apa? Manusia? Hantu? Atau apa? Atau, makhluk jadi-jadian? Siluman? Bukan, kan?  Kita manusia. Manusia itu makhluk sosial. Makhluk yang saling bantu-membantu satu dengan yang lainnya. Makhluk yang memiliki akal sehat dan budi pekerti yang luhur. Bukan makhluk sosial tapi saling menjatuhkan dan ingin menang sendiri.  Manusia memang memiliki kepentingan dan kebutuhannya masing-masing. Tapi, kedua hal polemik itu tidak bisa dijadikan tameng (perisai) ataupun alasan untuk

Big Hope

Harapan terbesarku saat ini adalah waktu. Jika aku diijinkan untuk berandai-andai, kata-kata yang keluar mungkin adalah waktu. Aku berpikir bahwa mungkin seseorang memang tak bisa menghindari nya. Kedengarannya seperti galau yaa, tapi tidak. Ini bukan soal galau atau apapun lah yang semacamnya. Ini tentang kekhawatiran tingkat dewa. Oh maann!!! :( Waktu yang kuharapkan bukan untuk diriku sendiri melainkan lebih kepada pihak lain yang notabene -nya orang terpenting dalam hidupku. Entahlah, kupikir rasanya waktu dan Dewi Fortuna rasanya belum begitu berpihak pada kami. Dari satu dan lain hal mungkin memang iya, ada satu dan lain keberuntungan yang ia berikan, tapi aku menginginkan yang lain yang lebih penting dibandingkan itu semua - atau mungkin malah yang terpenting, sepenting kita hidup, bernapas, dan menghirup udara. Oh sudahlah, aku hanya bisa menulis dan menulis. Namun, memang iya, meski sederhana dan bisa dibilang tidak ada apa-apanya, tulisanku menyiratkan banyak harapan dan sa

Dunia Ini (Tidak) Adil

Beberapa waktu lalu betapa aku marah sampai-sampai aku mengumpat dan menilai ( tanpa pikir panjang ) bahwa dunia ini tidak adil. Mungkin memang benar bahwa dunia ini sebenarnya tidak bisa berlaku adil bagi setiap manusia, tapi itu hanyalah segelintir orang yang memang merasa bahwa dunia ini tidak adil. Apabila, jika aku perhatikan dengan baik dan lebih ditelusuri lagi, dunia ini cukup adil. Kukatakan 'cukup' karena memang aku tidak sepenuhnya mempercayai akan keadilan tersebut. Namun, aku sendiri telah menyadari bahwa dunia ini cukuplah berlaku adil. Meski tak kasat mata, namun aku bisa merasakannya. Contoh kecil kejadian-kejadian yang aku alami di kantor adalah sekelumit cerita yang menunjukkan keadilan tersebut. Mungkin juga Tuhan sayang padaku dengan tidak menambah beban pikiranku dengan pekerjaanku. Padahal sebelumnya aku cukup teledor dan ceroboh dalam melakukan setiap pekerjaan di kantor.  Mungkin memang sebaiknya manusia tidak seharusnya seenaknya saja menilai sesuatu ha

Memposisikan Diri

Semua orang pasti menyadari betapa susah seseorang mau menerima kritik atau nasihat yang membangun namun menusuk ulu hati. Kau pikir berapa banyak yang bisa benar-benar lapang bisa menerimanya? Mungkin tak lebih banyak dari jumlah jari tangan dan kakimu. Kalaupun memang bisa menerima, pastinya ia telah belajar membiasakan diri menerima segala hal dan kemungkinan terburuk dalam kurun waktu yang cukup lama. Aku pribadi juga bukanlah sosok yang bisa mengendalikan amarah dan perasaan tidak peduli sesama dengan baik. Aku, dan manusia lainnya juga sama...bukan sosok makhluk yang sempurna. Selalu ada kekurangan dan kelebihan di diri mereka masing-masing. Namun, manusia pada dasarnya telah dibekali dengan akal dan pikiran yang sempurna sehingga mereka mampu mengendalikan diri mereka tentang bagaimana caranya harus bersikap. Kritik, saran, atau masukan, atau apapun lah namanya itu sekilas memang nampak seperti nasihat yang membangun agar ke depannya kita bisa menjadi lebih baik dari hari ini a

Whatever it Takes, It's Me...

Ada yang bilang kalau aku ini orangnya enak diajak bicara, pandai bergaul, ramah, dan tidak pelit untuk berbagi segala sesuatunya. Tapi, ada juga yang tidak sependapat. Aku dikatai orang yang cuek, dingin, dan tidak peduli terhadap orang-orang di sekelilingnya. Dan, yang lebih menyakitkan ada yang bilang, "Kamu cuma menang cantik, selebihnya kamu nggak ada apa-apanya." Aku hanya ingin tertawa mendengarnya. Dalam hati aku hanya berucap syukur, dan aku berusaha mencoba untuk berpikir positif. Kalian tahu? Dunia ini kejam. Rasanya aku pernah menulis tentang ini di postingan sebelumnya . Bahwa, tak seorang pun yang memiliki hati emas jika tanpa ada keinginan yang diharapkan. Mereka hanya berpikir bahwa harus ada yang menjadi imbalannya jika ia menganggap dirinya melakukan hal yang 'besar' dan berarti. Tapi, tidak. Oke, aku ralat . Tidak semua orang seperti itu. Aku mengatakan hanya sebagian dari beberapa orang saja yang berpikiran picik sedemikian rupa. Sehingga, nantinya

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition , yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda. Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi. Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Desti

Cara Aman Berbelanja Online

Beberapa waktu lalu secara tidak sengaja aku membaca sebuah postingan seseorang tentang penipuan yang terjadi padanya ketika ia melakukan online shopping atau berbelanja online.  Terlebih dia menyebutkan sebuah nama toko online dimana aku sering berbelanja disana. Sebut saja nama toko online itu 'XY'. Padahal, tak sekali-dua kali aku melakukan pembelian secara online dan (syukur alhamdulillah) tak ada apapun yang terjadi padaku, juga pada akun bank yang aku gunakan untuk berbelanja. Dan kupikir, memang hanya toko online XY itu yang aku anggap paling aman dan terpercaya diantara sekian banyak toko-toko online yang ada. Maka, dari wacana itu lantas aku berpikir, bagaimana bisa terjadi penipuan? Pada dasarnya toko online XY hanya berperan sebagai perantara antara penjual dan pembeli. Hal ini dimaksudkan agar transaksi tidak langsung ke penjual, apabila misalkan saja ada penjual yang ingin berlaku curang. Sehingga, tindakan penipuan bisa ditekan. Dan, ketika barang yang kit

Buruk Tak Selalu Buruk

Kalau membaca judul yang aku tulis, kira-kira apa yang pertamakali terlintas di pikiran kalian? Pasti banyak hal, kan? Salah satu yang aku pikirkan adalah kisah dongeng anak-anak 'anak itik yang buruk rupa'. Anak itik itu selalu dikucilkan dan dijadikan bulan-bulanan oleh saudara-saudara dan teman-temannya lantaran bulunya yang berbeda dari itik-itik pada umumnya. Tapi, dibalik buruk rupanya itu tersimpan hati yang tulus. Inti sebenarnya hanyalah pandangan seseorang yang sejatinya tak bisa diukur hanya dalam satu kedipan mata. Dunia ini terlalu luas dan ada banyak hal yang beberapa diantaranya terlihat sepele namun sarat makna. Sekarang, kalau aku tanya, pernahkah juga kalian dengar istilah ' don't judge the book just from the cover '? Sudah tidak asing, kan? Beberapa mungkin menjawab 'ya'. Memang, kalau kita hanya menilai sebuah buku hanya dari penampakan sampul yang sempurna dan judul yang memukau, tetapi isi bukunya tak lebih bagus dari karangan dan khaya

Learning From the Stars

Pernahkah kalian mendengar istilah seperti yang aku tulis di judul postingan ini, ' learning from the stars '? Rasanya istilah ini bukan yang pertamakalinya kalian dengar, kan? Banyak juga buku ataupun novel yang sudah menuliskannya sebagai sebuah pembelajaran. Dalam satu kehidupan, manusia akan terus belajar dan belajar. Tak peduli berapa umurmu atau siapa kamu, dan apa statusmu. Tak pernah ada kata terlambat untuk belajar. Jika kau memiliki sebagian atau remah-remah sisa waktu, gunakanlah untuk belajar. Belajar tak harus membuka buku, kan? Apapun bisa kau pelajari untuk menambah wawasan dan memperluas cara pandangmu tentang hidup yang tengah kau jalani. Dunia ini luas, dan sungguh luas. Jika pemikiranmu tidak berkembang dan cenderung stagnan , kau tidak akan bisa melihat betapa luas dunia ini dan betapa banyak bermacam-macam seni variasi hidup yang bisa kau dapatkan jika kau mau 'membuka mata lebih lebar' terhadap nya . Pembelajaran dari Bintang . Kau tahu? Bintang it

Awal Tahun Kambing Kayu

Menurutku, tak ada bedanya antara tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Yang membedakan hanyalah jumlah angka tahun yang bertambah, impian-impian kita yang belum sempat terwujud, dan di tahun ini adalah tahun Kambing Kayu menurut kalender Cina . Percaya atau tidak, hitungan kalender Cina berpengaruh juga pada kelangsungan hidupku, yang terkait dengan kesehatan, keuangan, dan beberapa aspek yang mengikutinya. Seperti juga pada tahun-tahun sebelumnya, yang aku sendiri tidak percaya tapi ada satu dan lain hal yang  secara kebetulan  cocok. Tahun Kambing Kayu yang dimulai pada tanggal 19 Februari 2015 dan berakhir pada tanggal 7 Februari 2016 merupakan tanda kedelapan dari Zodiak Cina yang terdiri dari 12 Shio. Semua orang tahu bahwa angka "8" dalam kebudayaan Cina adalah salah satu angka yang dapat memberikan keberuntungan serta melambangkan perdamaian dan kemakmuran. Mengapa demikian? Angka "8" dalam penulisannya adalah angka yang "tidak pernah terputus"