Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

Pahlawan-pahlawan Masa Kini

Bulan November mungkin identik dengan Hari Pahlawan. Yes, correct, tapi bukan itu poin pentingnya. Melainkan, jiwa kepahlawanan itu sendiri. Sudahkah kita memilikinya? Tiap orang kujamin pasti ingin menjawab 'sudah', tapi dalam kenyataannya nol sama sekali. Padahal, seorang pahlawan tidak mengenal kata menyerah dan tak ada kata putus asa dalam kamus hidupnya. Jadi, artinya, kalau kita masih terus saja mengeluh, menyerah, pasrah pada nasib, dan malas melakukan sesuatu yang sebenarnya bisa dilakukan dengan cepat tanpa menunda waktu, kita bukanlah seorang pahlawan. Setidaknya, belum bisa dikatakan sebagai seorang pahlawan.
Tiap-tiap manusia seharusnya bisa belajar dari manusia lainnya untuk mendapatkan sebuah pembelajaran baru. Pembelajaran sejenis ini tidak membutuhkan guru layaknya saat kita berada di bangku sekolah atau yang semacamnya. Ini merupakan pembelajaran dari mulut ke mulut yang kita dapatkan saat kita melihat orang lain bisa melakukan hal yang 'lebih' dibandin…

Fenomena Lulusan Sarjana

Beberapa waktu lalu harian pagi Jawa Pos mengulas tentang banyaknya pengangguran di Surabaya bertitel Sarjana. Oh God! Sembari membaca fenomena itu lantas kepalaku dipenuhi beribu macam pertanyaan yang aku sendiri tak mampu menjawabnya. Tapi, dari sekian banyak pertanyaanku, ujung-ujungnya pasti berbunyi, 'bagaimana bisa'? 
Sekarang kalian tahu, tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Semuanya akan menjadi mungkin jika memang itu dimungkinkan. Artinya, fenomena pengangguran bertitel Sarjana itu bisa terjadi karena mereka para lulusan tersebut tidak memiliki mind-set yang benar.
Mencari pekerjaan mungkin memang melelahkan (ya aku tahu, aku pun juga pernah merasakan kelelahan yang paling lelah sekali pun, lelah tingkat dewa katanya, #ahlebay, haha!!), tapi mencari pekerjaan pun juga tidak bisa instan. Dalam artian, instan yang bisa langsung ditempatkan di posisi tinggi dengan salary yang 'wah'. Oh Man, memangnya itu perusahaan nenek moyangmu, gitu? So, this is a BIG NO! Buk…

Heroes at Ourself

Yah, this is November! Siapa yang sangka waktu begitu cepat berlalu? Kalau menurutku, waktu seolah melesat bak pesawat jet, whuusshh!! Tidak peduli apapun yang (mungkin) menghalanginya. Eh, apa yang menghalanginya? Siapa yang ingin menghalangi laju sang waktu? Tentu saja, kita!
Sadarkah kita bahwa selama ini kita 'berperang' dengan waktu? Menanggalkan semua keegoisan kita demi mengejar sesuatu lantaran waktu yang memaksa kita untuk melakukannya? Kukatakan itu salah satu bentuk keegoisan, karena memang tiap-tiap individu memang memiliki sifat-sifat egoisme--hanya saja mungkin porsinya untuk tiap individu berbeda-beda tergantung dari pola hidup yang mereka jalani--sehingga, ketika mereka berkutat dengan waktu dan mengejar impian (katakanlah seperti itu), maka mereka akan menghentikan sementara aktivitas tertentu yang sedang ia lakukan demi meraih impian tersebut, karena ia sadar waktu takkan pernah kembali dan kesempatan emas takkan pula menghampirinya kali kedua. 
Dan, inilah seb…