Langsung ke konten utama

Time is Uncompromised

Pernah nggak sih kalian merasa menyesal dengan waktu yang udah berlalu? Pasti pernah! Bohong kalau bilang 'tidak pernah'. Dan, pastinya kata pertama yang kalian ucapkan adalah, "Kenapa ya nggak dari kemarin-kemarin?" Is that true? Absolutely, YES!! :)

Haha, itulah manusia. Itulah kita. Tipikal manusia Indonesia ya seperti itu. Selalu melakukan segala sesuatunya berdekatan dengan deadline atau hari H, padaahal jika dilakukan jauh-jauh hari segala sesuatunya akan bisa lebih terorganisir. Betul? 

Bandingkan saja dengan masyarakat Jepang. Hidup mereka seolah sudah terjadwal. Artinya, dalam otak mereka seperti sudah ada list khusus tentang apa yang harus mereka lakukan saat ini, beberapa jam ke depan, beberapa hari sesudahnya, atau bahkan beberapa bulan ke depan! Aku bicara seperti ini bukan hasil imajinasiku, tapi memang kenyataan. Bertahun-tahun aku bekerja dengan mereka dan aku seperti robot kebakaran jenggot. Bagaimana tidak? Aku diharuskan untuk mengerjakan pekerjaan dari mereka untuk akhir bulan November dan awal Desember! See? Sekarang masih bulan apa? Bahkan, bulan Oktober pun belum juga berakhir.

Itu tadi satu contoh tentang tipikal dan pola hidup manusia. Dan, sekarang jika aku ingin menerapkan pola hidup seperti itu jelas tidak mungkin. Salah satu ciri manusia adalah majemuk, yang artinya berbeda-beda namun memiliki tujuan yang sama. 

Lalu, apakah pola hidup tersebut berpengaruh pada waktu? Again, absolutely YES! Sekarang, jika kita menunda-nunda pekerjaan, apa tidak ada hubungannya dengan waktu? Pastinya ada, dan hubungan dengan waktu begitu kental seperti adonan tepung bercampur dengan telur #ehapasih :D

Jika sudah menyangkut waktu, kita toh tidak bisa apa-apa. Waktu takkan bisa diputar kembali. Tak ada ceritanya waktu berjalan mundur, kecuali kalau kau hidup di negeri dongeng. Tapi, waktu hanya bisa diperkirakan untuk masa yang akan datang. Kita bisa menebak dan merencanakan ketika waktu sudah sampai di perkiraan itu. Dan, apa yang terjadi saat itu adalah hasil dari apa yang telah kita lakukan dan usahakan di waktu sebelumnya. 

"Always be remembered that time is never be compromise. So, take your time wisely".

Komentar

  1. Betul mba, itulah mengapa waktu itu sangat berharga soalnya dia gak bisa diputar kembali.

    Ngomong2, ini kunjungan perdana saya, salam kenal mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaahh... waktu nggak bisa diputer ke belakang.. :)
      Okeeyy, makasiy buat komennya, n salam kenal juga.

      Hapus
  2. betul sekali mbak
    waktu adalah sumberdaya yang tidak dijual
    semua kita diberi olehNya
    tinggal kita yang harus mengatur dan memanaj dengan baik

    salam kenal.
    blognya bagus banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaahh, makanya kenapa waktu bisa sangat berharga sekali, melebihi apapun.
      Salam kenal juga, Nove.
      Hihi....terima kasiiihhh... :)
      N makasih juga udah blogwalking kesini... :)

      Hapus
  3. Hello There. I found your blog using msn. This is a really well written article.
    I'll be sure to bookmark it and return to
    read more of your useful info. Thaznks for the post. I'll
    definitely comeback.

    Here is myy blog Online TOEIC Test - ,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hey, thank you for reading my blog and bookmark it.
      Okay, for the next I'll try to post more useful information for all.
      Many thanks for this comment and will be wait for your returning.
      Nice to meet you... :)

      Hapus

Posting Komentar

Thank you for your comment.

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata 'deadline' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline. Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia.
Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup menguras te…