Langsung ke konten utama

Indonesia on President's Election Day 2014

Juli 2014.

Masa kepemimpinan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden Republik Indonesia akan segera berakhir. Dan, beliau sudah tidak mungkin lagi mencalonkan dirinya di pemilihan presiden untuk tahun berikutnya, meski mungkin banyak diantara masyarakat yang masih menginginkannya kembali menjabat. Ini adalah jaman orde baru. Bukan lagi di jaman Bapak Soeharto dimana beliau bisa menjabat sebagai presiden hingga 3 dekade berturut-turut.

Jika kita mau flashback ingatan kita ke jaman itu, tentunya kita tahu dan sadar apa yang salah dengan negeri ini hingga sampai mengalami keterpurukan, terutama dalam aspek Ekonomi. Banyak terjadi huru-hara, dan keadaan negara kacau-balau. Seolah kita kembali ke jaman penjajahan. Ya, mungkin saja tahun itu adalah tahun penjajahan dalam versi lain. Indonesia dijajah oleh rakyatnya sendiri. Dijajah oleh keegoisan bangsa ini sendiri. 

Tapi, tak ada asap jika tak ada api, dan tak ada akibat jika tak ada sebab. Itu semua adalah masa lalu bangsa ini. Masa lalu kita semua. Dan, dari itu semua kita bisa belajar. Belajar untuk sama-sama memperbaiki pilar-pilar bangsa yang nyaris roboh. 

Semoga saja dengan pemilihan presiden untuk masa jabatan tahun 2014 hingga 2019 ini bisa membuat Indonesia menjadi semakin baik dan bisa berkompetisi serta bersaing dengan negara-negara berkembang lainnya di dunia. Itu adalah mimpi dan harapan kita semua, kan?

Komentar

  1. yah semoga aja siapapun yang terpilih ga lupa sama janji2nya waktu kampanye dan yang pasti haru bisa bawa bangsa ini jadi lebih baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, masyarakat Indonesia juga berharap kayak gitu...

      Hapus
  2. nggak cuma bersaing sama negara berkembang aja mbak, kalo bisa indonesia jadi negara maju..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener, tapi untuk langkah awal paling nggak Indonesia bisa sejajar dengan negara berkembang, untuk kemudian bisa jadi negara maju...amiiinn.. :)

      Hapus

Posting Komentar

Thank you for your comment.

Postingan populer dari blog ini

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Kapan Ini Berakhir?

Kapankah cobaan ini akan berakhir, Ya Allah. 
Awalnya, kupikir mudah menjalani hidup ini sendirian. Ternyata tidak. Memang, sekuat-kuatnya aku ketika tetap mencoba untuk tersenyum dan tertawa disaat aku ingin menangis, di titik itulah aku merasa sangat rapuh dan kecil. Aku tahu ini cobaan hidupku yang mahaberat, tapi aku tetap berusaha bertahan dan mencoba sekali lagi untuk kuat menghadapinya. 
Manusia seperti aku tidak didesain memiliki mental sekuat baja. Tapi kembali lagi, aku masih punya Allah yang bisa saja dengan mudah menjadikan mentalku yang biasa-biasa saja menjadi sebilah baja yang amat kuat. 
Saat ini, aku memang tengah memiliki masalah keuangan yang cukup serius, dimana aku sendiri tidak tahu kapan semua ini akan berakhir, atau atau bagaimana aku akan bisa menyelesaikannya hingga tanpa ada sisa sedikit pun. 
Ingin rasanya aku menangis (sekeras-kerasnya hingga aku merasa bahwa beban ini akan bisa lenyap dan musnah hanya dengan berteriak), dan berharap aku bisa memutar lagi …