Langsung ke konten utama

Learn to be A Writer

Terkadang kalimat 'Banyak Jalan Menuju Roma' itu bisa berarti banyak hal. Contohnya saja aku. Aku ingin menjadi penulis, tapi semasa sekolah, aku tak pernah mendapatkan nilai superior untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Padahal, seperti yang diketahui banyak orang, seorang penulis diwajibkan (oh tidak, bukan diwajibkan), setidaknya mengenal banyak kosakata dan istilah. Sedangkan aku? Tak banyak yang kuketahui tentang itu. Sekitar tahun 2003, secara tidak sengaja aku menemukan sebuah artikel yang ditulis dalam bentuk web log atau yang lebih dikenal dengan blog. Tulisan yang sungguh menginspirasiku untuk mengikuti jejaknya membuat sebuah blog. 

Tujuan awal aku membuat blog hanyalah sebagai media tempatku mengasah kemampuan menulisku saja. Bukan ingin dibaca orang, apalagi dikomersialkan atau mengejar rating tertentu. Aku sama sekali buta dengan semua itu. Yang aku tahu hanyalah aku ingin menulis di blog yang telah aku miliki.

Namun, ternyata ada juga orang yang mengunjungi blog-ku dan membaca setiap postinganku. Menelusuri setiap patah kata yang aku torehkan. Dan, satu komentar masuk di kotak komentar blog-ku kala itu, "Tulisannya bagus sekali, Mbak. Kenapa nggak dijadikan buku aja?"

Mataku seketika membeliak tatkala membaca komentar itu. Oh benarkah? Sebagus itukah goresanku? Aku sama sekali tak menyangka. Tapi, benar juga, sejak saat itu aku mulai percaya diri menulis. Kupikir, menjadi seorang penulis tak harus memiliki ratusan judul buku. Menjadi seorang blogger saja sudah sama dengan menjadi 'penulis'. 

Lambat laun aku mulai serius mengurus blog-ku. Tak terasa sudah sekitar 11 tahun aku berkecimpung di dunia jurnalistik (blog yang sedang kalian baca ini sebenarnya blog yang baru ku re-located dan 'renovasi' dari blog-blog lamaku). Jika sebelumnya aku hanya menamai blog-ku dengan embel-embel platform blog itu sendiri, maka sekarang aku mulai memikirkan nama serta tema apa yang cocok untuk aku terapkan di blog milikku. Mungkin aku akan menjadikan blog-ku sebagai blog pribadi saja. Karenanya, aku mengambil nama lengkapku sebagai alamatnya, dengan tema yang sesuai dengan 'siapa aku'. Blog pribadi dengan sentuhan novel atau penggalan cerita pendek.

Mungkin memang ada tersedia banyak komunitas-komunitas blog yang bertebaran di dunia maya. Namun, ada satu yang menarik perhatianku. B Blog yang merupakan bagian dari CyberBuzz, anak perusahaan CyberAgent Inc., sebuah tempat dimana kita bisa mengembangkan bakat menulis kita dan dipublikasikan kepada masyarakat melalui metode penyebaran informasi.

Kupikir menjadi seorang blogger bukan tidak mendapatkan manfaat. Justru banyak sekali manfaat yang bisa aku ambil dari sini. Mulai dari bisa mengasah kemampuan menulisku, aku pun bisa dikenal orang melalui tulisanku, terkadang aku pun mendapat tawaran menulis artikel untuk sebuah online shop, hingga aku mendapat banyak teman dengan saling berkunjung ke blog mereka dengan meninggalkan sebuah 'jejak'. Dikatakan 'jejak' karena kita meninggalkan sebuah tulisan atau komentar atas posting yang mereka buat.

Disamping itu, kita pun juga dapat memasang statistik jumlah pengunjung blog kita per harinya dan dari negara mana saja. Atau, postingan-postingan mana saja yang paling banyak dibaca dan paling banyak dikomentari.

Jika kau adalah seorang yang suka menginspirasi seseorang lain dengan apa yang kau miliki yang tidak dimiliki orang lain, maka menjadi blogger merupakan langkah yang tepat. Tulisan-tulisan yang kau buat akan menginspirasi mereka melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan demi membaca artikel ciptaanmu. Dan, itulah yang terjadi padaku. Aku bangga bisa menjadi inspirator bagi orang-orang yang memang setuju dengan pemikiranku.

Kendati demikian, menjadi blogger pun ada beberapa 'kode etik' yang harus diperhatikan. Diantaranya adalah :
  1. Usahakan setiap post yang ditulis adalah buah karya pikiran sendiri, bukan saduran atau copy-paste. Apalagi copy-paste yang sama persis. Jikalau memang harus copy-paste, kita wajib mencantumkan sumbernya atau website aslinya. 
  2. Menggunakan bahasa lugas yang mudah dipahami oleh siapapun yang membacanya.
  3. Memposting postingan yang variatif agar menjauhkan pengunjung blog dari syndrome bosan. Dengan kata lain, jangan sampai pengunjung blog kita merasa bosan dengan tulisan-tulisan kita, alias monoton.
  4. Blog, menurutku seperti diary atau jurnal online. Jadi, curhat pun tidak dilarang asalkan sisipkan sesuatu yang menarik disana, seperti gurauan atau teka-teki.
  5. Usahakan memilih template blog yang sederhana tapi menarik. Menurut beberapa penelitian, pengunjung internet akan berpaling atau menutup web browser-nya apabila website yang dibukanya tidak dapat merespons selama kurang lebih 10 menit.
Kira-kira seperti itulah etika yang tidak tertulis tapi patut diketahui sebagai pembelajaran. Karena, setiap penulis pasti memiliki pembaca - dimanapun itu. Kita pun juga memiliki pembaca atau bahkan mungkin ada beberapa kelompok orang disana yang memfavoritkan blog kita. Who knows, kan? Untuk itu, sebisa mungkin kita harus bisa memanjakan para pengunjung setia kita dengan karya kecil kita.

:: Tulisan yang dibuat dalam rangka mengikuti B Blog Competition 2014 :: 

berpartisipasi dalam B Blog’s, I A.M a Blogger [3]

Acara ini diorganisir oleh B Blog Indonesia dan disponsori oleh :
  • @princess_butik (http://www.instagram.com/princess_butik)
  • @japansoftlens (http://www.instagram.com/japansoftlens)
  • @keziashop (http://www.instagram.com/keziashop)
  • @kissindonesia (http://www.instagram.com/kissindonesia)
  • @lumiere_corner (http://www.instagram.com/lumiere_corner)
  • @galerikuku (http://www.instagram.com/galerikuku)

Komentar

  1. Ketika pertama menulis di blog, motivasi saya hanya sekedar untuk mencari penghasilan tambahan.

    Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, ternyata menulis memberikan kepuasan tersendiri dan saya pun mulai mencintai kegiatan menulis.

    Kita tentu sama-sama berharap semoga apapun motivasi awal kita menulis, pada akhirnya kita mencintai kegiatan yang satu ini.

    Salam sukses, terus menulis Mbak. Dan salam kenal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, menulis adalah sesuatu yang menyenangkan.
      Terima kasih atas komennya. Salam.

      Hapus
  2. nice inspiring blog :)

    xoxo
    http://singingthumbelina.blogspot.com

    BalasHapus
  3. belajar jadi seorang writer kan ya? bukan seorang plagiator! Cmungudh!! ^_^

    BalasHapus
  4. Ternyata apa yang sedang saya alami ini, juga dialami oleh beberapa penulis lainnya. Semoga ini adalah penguat langkah kecil saya untuk terus berkarya. Meski hanya diawali 'niat'. Terima kasih, artikelnya sangat mengisnpirasi..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mbak, sebagian besar memang merasa seperti itu. Tapi, jangan sampai dijadikan alasan untuk berhenti berkarya. Setuju... :)
      Terima kasih juga sudah berkunjung :)

      Hapus

Posting Komentar

Thank you for your comment.

Postingan populer dari blog ini

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Kapan Ini Berakhir?

Kapankah cobaan ini akan berakhir, Ya Allah. 
Awalnya, kupikir mudah menjalani hidup ini sendirian. Ternyata tidak. Memang, sekuat-kuatnya aku ketika tetap mencoba untuk tersenyum dan tertawa disaat aku ingin menangis, di titik itulah aku merasa sangat rapuh dan kecil. Aku tahu ini cobaan hidupku yang mahaberat, tapi aku tetap berusaha bertahan dan mencoba sekali lagi untuk kuat menghadapinya. 
Manusia seperti aku tidak didesain memiliki mental sekuat baja. Tapi kembali lagi, aku masih punya Allah yang bisa saja dengan mudah menjadikan mentalku yang biasa-biasa saja menjadi sebilah baja yang amat kuat. 
Saat ini, aku memang tengah memiliki masalah keuangan yang cukup serius, dimana aku sendiri tidak tahu kapan semua ini akan berakhir, atau atau bagaimana aku akan bisa menyelesaikannya hingga tanpa ada sisa sedikit pun. 
Ingin rasanya aku menangis (sekeras-kerasnya hingga aku merasa bahwa beban ini akan bisa lenyap dan musnah hanya dengan berteriak), dan berharap aku bisa memutar lagi …