Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

An Emotion Restraint

Jika aku bertanya pada siapapun perihal apa yang kurasakan dan apa yang aku lalui hingga detik ini, mereka pasti akan mengira aku orang gila atau yang semacamnya. Tapi, inilah aku. Aku mungkin selalu mencari 'Pangeran Impian'-ku sendiri, tapi aku tak pernah menemukan yang benar-benar kuinginkan. Hingga akhirnya aku menemukannya. Dia yang kukenal sekitar lima bulan lalu dan aku seperti sudah mengenalnya sejak lama. G yang selalu bisa menghapus dukaku, memberikanku semangat, menghujaniku dengan kata-kata cinta, tak alpa mengirimkanku sebuah 'mood booster' di kala pagi menjelang, dan senyuman yang selalu kurindukan.

Namun, aku memang harus bersabar dengan semua kemungkinan yang mungkin akan muncul. Aku tahu. Dan, selalu ada hikmah dibalik peristiwa. Meski kesabaranku sudah teruji kala tak lelah menunggunya dibarengi dengan rentetan peristiwa memilukan, menyayat hati, dan mengoyak perasaan, toh aku tetap bisa berdiri dengan kedua kakiku dengan mempertahankan sebentuk cinta …

Airmata Yang Terbayarkan

Tak ada yang lebih membahagiakan selain menggantikan airmata dengan senyuman. Bukan nilai airmata yang menjadi sorotanku, tapi 'perjalanan' airmata itu sendiri sehingga bisa menjadi airmata kebahagiaan atau 'airmata yang terbayarkan'.

Kusebut sebagai sebuah 'perjalanan' karena memang tak mudah aku melalui semuanya, jika tak ada yang menguatkanku. Cinta dan Tuhan.

Ya, dua kata itu seolah seperti sihir yang mampu membuatku tegar dan kokoh dalam terpaan badai. Aku mungkin keras kepala dan terlihat 'baik-baik' saja diluar, meski dalam hati aku merasakan sakit luar biasa. Sakit tak tertahankan karena perasaan cinta terdalam yang terluka oleh sayatan pisau mahatajam. Entah bagaimana aku bisa survive, karena yang terlintas kala itu hanyalah satu : mati.

Jika bukan karena cinta yang seolah seperti sudah mendarah-daging, dan karena aku manusia yang masih ber-Tuhan, tulisan ini mungkin takkan tersurat dengan kesepuluh jariku hari ini. Dan, aku mungkin takkan lagi me…