Langsung ke konten utama

An Efficience Smartphone

Pertama kalinya aku mengenal ada sebuah toko online bernama Lazada adalah ketika aku memutuskan untuk browsing sebuah smartphone. Ada beberapa pilihan smartphone yang bisa menjadi referensiku, tergantung spesifikasi dan model yang memang cocok untuk style-ku.

Tak dipungkiri bahwa belakangan diketahui bahwa masyarakat lebih gemar melakukan segala aktivitasnya dengan menggunakan ponsel. Dan, mereka lebih suka menggunakan ponsel berjenis smartphone karena dinilai mampu melakukan segala 'pekerjaan' ketika sang empunya tidak sedang berada di sebuah ruangan ataupun berkutat dengan komputer.

Keputusanku dalam membeli sebuah smartphone bukan karena sedang trend atau apa, namun lebih kepada kebutuhan yang memang mengharuskanku untuk memilikinya agar dapat menunjang pekerjaanku. Aku menjatuhkan pilihanku pada smartphone Blackberry tipe Armstrong 9320, dimana salah satu spesifikasinya sudah mendukung jaringan 3G.

Memiliki ponsel pintar sekelas Blackberry mungkin sudah menjadi kebutuhan, dan bukan lagi sebuah prestige atau gaya hidup. Mungkin memang ada yang menjadikan ponsel ini sebagai gaya hidup, namun perbandingannya akan sangat kecil dan bisa dihitung dengan jari tangan.

Cara penggunaannya yang pada awalnya kupikir akan susah dan rumit, ternyata tidak. Meski aku tak pernah suka membaca petunjuk penggunaan yang selalu ada di setiap paket pembelian, tapi aku bisa menggunakan Blackberry milikku dengan sebagaimana mestinya. 

Mudah dan praktis. Mungkin, dua kata itu yang bisa menggambarkan smartphone yang satu ini. Hampir tak ada yang tak bisa dilakukannya. Mulai dari aplikasi e-mail, web browser, social media, pemutar film dan musik, hingga radio, mampu memanjakanku ketika aku ingin melakukan pekerjaanku dan disaat aku butuh hiburan.

Blackberry tipe Armstrong 9320 ini sudah memasuki era Blacberry terbaru dengan sistem operating system 7 yang oleh pihak Blacberry sendiri telah diklaim hemat baterai dan mendukung jaringan 3G. Seperti yang terjadi padaku, aku mungkin termasuk salah seorang diantara mereka yang suka berkecimpung di dalam dunia maya dan social media. Sehingga, aplikasi yang berhubungan dengan semuanya telah siap digunakan dalam smartphone Blackberry milikku. Dan, aku bersyukur, aku tak perlu berulang kali mencolokkan kabel charge untuk mengisi ulang baterainya, karena daya tahan yang cukup mumpuni.

Menurut isu terbaru yang dikeluarkan oleh Blackberry, pihaknya telah merilis BBM (Blackberry Messenger) dengan versi terbaru, dimana di dalamnya telah ditambahkan Blackberry Channel yang berfungsi seperti group yang mencakup berbagai brand, klub sepakbola, ataupun artis hollywood dunia.

Seperti yang dilansir Blackberry sendiri dalam situs resminya :
Dirancang dengan menonjolkan kelebihan BBM, yaitu komunikasi interaktif, menjadikan fitur BBM Channel sebagai sarana bagi pengguna BBM dalam mengembangkan komunitas yang dinamis yang terhubung dengan merek, influencer, dan orang-orang dengan kesukaan yang sama

BBM Channel mungkin saja bisa dijadikan 'media' yang paling praktis bagi orang-orang yang suka dengan update terbaru dari hobinya masing-masing. Bagiku, menggunakan smartphone Blackberry tipe Armstrong 9320 merupakan satu pengalaman yang tidak bisa dinilai dan dibandingkan dengan apapun. Yang terbaik dan yang paling bisa mengerti akan kebutuhanku, sejauh ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Kapan Ini Berakhir?

Kapankah cobaan ini akan berakhir, Ya Allah. 
Awalnya, kupikir mudah menjalani hidup ini sendirian. Ternyata tidak. Memang, sekuat-kuatnya aku ketika tetap mencoba untuk tersenyum dan tertawa disaat aku ingin menangis, di titik itulah aku merasa sangat rapuh dan kecil. Aku tahu ini cobaan hidupku yang mahaberat, tapi aku tetap berusaha bertahan dan mencoba sekali lagi untuk kuat menghadapinya. 
Manusia seperti aku tidak didesain memiliki mental sekuat baja. Tapi kembali lagi, aku masih punya Allah yang bisa saja dengan mudah menjadikan mentalku yang biasa-biasa saja menjadi sebilah baja yang amat kuat. 
Saat ini, aku memang tengah memiliki masalah keuangan yang cukup serius, dimana aku sendiri tidak tahu kapan semua ini akan berakhir, atau atau bagaimana aku akan bisa menyelesaikannya hingga tanpa ada sisa sedikit pun. 
Ingin rasanya aku menangis (sekeras-kerasnya hingga aku merasa bahwa beban ini akan bisa lenyap dan musnah hanya dengan berteriak), dan berharap aku bisa memutar lagi …