Langsung ke konten utama

Surabaya and Traffic Jam

Tanpa aku sadari, hampir setiap hari aku mengecek kalender di meja kerjaku. Ini tak ada kaitannya dengan pekerjaan atau yang semacamnya - ya, walaupun aku memang harus punya desk calendar untuk menunjang pekerjaanku - tapi, ini lebih kepada perhitungan jatah aku terlambat masuk kerja setiap bulannya.

Sejak aku menerima peringatan dari pihak manajer beberapa bulan lalu, aku jadi lebih perhatian kepada waktu perjalananku dari rumah menuju kantor, dan batas waktu aku harus melakukan check-clock sebelum waktu yang ditentukan.

Tapi, jika aku menghitung lagi jatah aku terlambat untuk bulan ini, rasanya sudah hampir habis. Padahal, kupikir, aku sudah berangkat lebih pagi dari biasanya. Aku jadi berpikir, apa yang membuat kota Surabaya bisa jadi sebegitu macetnya dibandingkan Surabaya yang dulu? Apakah karena memang jumlah penduduk Surabaya yang bertambah ataukah karena volume kendaraannya yang meningkat?

Beberapa saat lalu, aku sempat membaca berita di harian pagi bahwa PemKot (Pemerintah Kota) Surabaya akan mencanangkan program AMC (Angkutan Massal Cepat), dimana nantinya penduduk kota Surabaya harus menggunakan AMC ini untuk menuju kemana pun mereka pergi - ke tempat kerja, ke mall, atau ke tempat-tempat tertentu. Sehingga, kemacetan bisa teratasi.

Pertanyaannya sekarang adalah : "Berapa banyak orang yang bersedia menggunakan AMC ini dan tidak akan menggunakan kendaraan pribadi, JIKA, dalam keseharian mereka telah terbiasa menggunakan kendaraan pribadi, walaupun hanya ke tempat kerja?"

Sejenak aku ragu. Lantas, aku juga berpikir : "Apa pula yang akan dilakukan PemKot untuk mensosialisasikan AMC ini, dan melakukan mind-setting di pikiran masyarakat bahwa 'ini' adalah salah satu cara untuk mengatasi kemacetan lalu lintas?"

Tapi, tak ada apapun yang mustahil dilakukan. Mereka pun mungkin mengalami hal yang sama sepertiku - terlambat masuk kantor hampir setiap hari - dan, mereka tentu akan berpikir bagaimana cara untuk mengatasinya.

Jadi, dengan kata lain, penerapan AMC ini dimungkinkan dapat efektif untuk mengatasi kemacetan di jantung kota Surabaya. Dan, semoga saja pembangunannya tidak terkendala oleh infrastruktur yang acapkali 'menghantui' proyek di kota ini.

Hari ini adalah hari Pahlawan. Surabaya harus bisa menjadi pahlawan bagi 'dirinya' sendiri. "Selamat Hari Pahlawan!!"

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Komentar

  1. Apalagi Jakarta mbak, macetnya kian parah :|

    Selamat hari Pahlawan !

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya makanya itu, Kak. Sekarang Surabaya aja udah hampir kayak Jakarta macetnya...
      Selamat Hari Pahlawan juga... :)
      Thanks udah komen n follow mbak... :)

      Hapus
  2. Thanks for stopping by. Love your great style :)

    xoxo
    http://singingthumbelina.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thank you, Ms. Meilina... :)
      Great for you too...

      Hapus
  3. Balasan
    1. Hahaha....nggaaaakkkk....
      Cuma memotret aktivitas jalan raya Surabaya belakangan ini... :)

      Hapus

Posting Komentar

Thank you for your comment.

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata 'deadline' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline. Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia.
Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup menguras te…