Langsung ke konten utama

Resolusi

Awal November. Saatnya untuk menyusun resolusi.

Ah ya, haha. Resolusi. Aku masih ingat bagaimana pentingnya arti resolusi bagiku, saat aku masih berada di bangku kuliah. Hanya menyusun sebuah daftar resolusi membutuhkan waktu sekitar 2 hari. Sungguh tidak penting, bukan?

Tapi, memang, aku selalu memiliki impian yang sungguh kuat untuk bisa kuraih di waktu dan masa yang tepat. Tidak dulu, tidak sekarang.

Resolusi bagiku sama halnya seperti tujuan hidup yang terpendek dari yang terpanjang (istilah yang aku pinjam dari pacar, hihi). Karena, daftar resolusi setiap tahun hampir pasti akan berubah.

Satu contoh, ketika seseorang memasukkan "menikah" dalam daftar resolusinya, maka dia takkan memasukkan resolusi yang sama di tahun berikutnya. Sebaliknya, dia akan memasukkan resolusi lain yang akan diraihnya, memiliki rumah baru mungkin? Why not? Itu resolusi. Apa yang ingin kau raih dan kau merasa harus bisa mencapainya, jika memungkinkan, tergantung usaha dan kerja keras masing-masing orang.

Resolusiku? Banyak, dan aku masih menyusunnya satu demi satu. "Bisa hidup mandiri" adalah salah satunya, yang berada di urutan hampir diatas. Dan "Menikah" adalah daftar satu tingkat di bawahnya, dalam hitam diatas putih milikku.

Dan, mungkin daftar panjang resolusiku, akan berlaku tidak hanya untuk satu tahun ke depan. Jadi, aku akan tetap menyimpannya.

Kalian? Punya daftar resolusi juga kan?

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Komentar

  1. resolusi kadang bisa jadi beban tapi bisa juga jadi motivator yang baik, good luck resolusinya dhanis

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih, tapi lebih bagus kalo dijadiin motivasi.
      Makaciiiihh om... :)

      Hapus
  2. kyknya aku lg gak terlalu memikirkan resolusi Nis, aku lg mengikuti saja aliran air kehidupan ini kemana mengalir membawaku... asalkan aku tdk terjerumus ke hal2 yg negatif saja.

    ^_^ semoga resolusimu tercapai

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sih, semua kan emang juga maunya gitu, ngikutin arus air mengalir. Cuma kadang kan butuh semacam tujuan juga...
      Amiiinnn!! Thanks yaahh... :)

      Hapus
  3. semoga tercapai ya...tetap semangatt :))

    BalasHapus

Posting Komentar

Thank you for your comment.

Postingan populer dari blog ini

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Kapan Ini Berakhir?

Kapankah cobaan ini akan berakhir, Ya Allah. 
Awalnya, kupikir mudah menjalani hidup ini sendirian. Ternyata tidak. Memang, sekuat-kuatnya aku ketika tetap mencoba untuk tersenyum dan tertawa disaat aku ingin menangis, di titik itulah aku merasa sangat rapuh dan kecil. Aku tahu ini cobaan hidupku yang mahaberat, tapi aku tetap berusaha bertahan dan mencoba sekali lagi untuk kuat menghadapinya. 
Manusia seperti aku tidak didesain memiliki mental sekuat baja. Tapi kembali lagi, aku masih punya Allah yang bisa saja dengan mudah menjadikan mentalku yang biasa-biasa saja menjadi sebilah baja yang amat kuat. 
Saat ini, aku memang tengah memiliki masalah keuangan yang cukup serius, dimana aku sendiri tidak tahu kapan semua ini akan berakhir, atau atau bagaimana aku akan bisa menyelesaikannya hingga tanpa ada sisa sedikit pun. 
Ingin rasanya aku menangis (sekeras-kerasnya hingga aku merasa bahwa beban ini akan bisa lenyap dan musnah hanya dengan berteriak), dan berharap aku bisa memutar lagi …