Langsung ke konten utama

Dunia Kecilku

Suntuk dan pening. Itu yang aku rasakan kemarin. Sungguh luar biasa jika aku (masih) bisa melaluinya dengan senyuman. Menulis ini pun tadinya mataku seolah diselimuti kantuk yang amat sangat. Tapi, buatku, yang sudah lalu biarlah berlalu.

Aku tak pernah mengingkari dengan apa yang aku lakukan dulu dan sekarang. Rasanya sama saja. Perubahan pun tak banyak terjadi. Yang sangat kentara hanyalah perubahan usia. Secara keseluruhan, aku adalah aku. Dan...

"Aku tak pernah bisa berdamai dengan dunia nyata."

Itu pernyataan yang lumayan menyakitkan didengar telinga, bahkan telingaku sendiri. Entahlah. Dunia seolah berkonspirasi untuk membuatku tidak bisa berdamai dengan kehidupan nyataku. Kesalahan demi kesalahan seperti berlomba-lomba untuk membuatku menyesal dengan apa yang aku lakukan. Pertanyaannya cuma satu : "Just, why me..?"

Dan, sebaliknya...
"Aku hanya bisa berdamai dengan dunia kecilku, dunia maya, yang selalu bisa membuatku tersenyum."

Bukan seperti dunia maya dengan "maya" yang tak tersentuh ujung jari. Dunia yang sudah memberiku segalanya yang kuinginkan, yang tak bisa kudapat di dunia nyata....

Dia. Seseorang yang selalu bisa membuatku nyaman dengan semua tutur kata lembutnya. Menenangkanku disaat aku nyaris tidak bisa mengendalikan emosiku. Pacar yang perhatian dan selalu bisa membuatku percaya bahwa dunia ini cukup adil. Termasuk padaku.

"Terima kasih. Kelak aku semakin percaya bahwa duniaku tak hanya dunia kecil di genggaman tanganku, tapi juga dunia luas nan nyata yang terbentang di angkasa, dengan adanya kamu di dalamnya. I Love You!" 

Komentar

Posting Komentar

Thank you for your comment.

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata 'deadline' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline. Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia.
Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup menguras te…