Rabu, 18 September 2013

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata 'deadline' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline. Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia.

Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup menguras tenaga dan pikiran. Setiap minggu ekspor yang ditangani harus memenuhi space kapal yang disediakan. Bila diperlukan, satu perusahaan pelayaran joint slot dengan perusahaan pelayaran lain demi memenuhi space tersebut. 

Minggu-minggu ini termasuk minggu yang berat, meski masih pertengahan bulan. Tiap harinya aku bisa menghitung berapa kali aku mengangkat telepon dan berapa kali aku membalas e-mail customer tentang pem-booking-an space kapal. Cukup melelahkan, tapi aku menyukainya. Pekerjaan ini penuh tantangan, tapi aku tidak merasakan penekanan tertentu. 

Aku tidak membicarakan soal berapa salary yang kudapat. Tapi, yang jelas apa yang aku dapatkan sebagai imbalan itu sudah lebih dari cukup dari beratnya pekerjaan yang harus aku lakukan setiap harinya - dibentak customer, ditegur manajer ketika aku salah menempatkan port (pelabuhan) tujuan, bertanggungjawab ketika terjadi kesalahan serupa, dan lain-lain - dan aku sudah sangat bersyukur karenanya. 

Dan, kupikir deadline akhir bulan bukan seperti deadline-deadline lain seperti halnya orang-orang yang bekerja di bidang advertising atau publishing sebuah media cetak. Jika mereka mengejar deadline karena artikelnya harus segera naik cetak pada satu edisi tertentu, sedangkan aku mengejar deadline karena ekspor yang terjadi selama seminggu belum cukup untuk memenuhi space kapal sebesar 15.000 ton. Tapi, karena sistem yang diterapkan adalah team work, pekerjaan itu jadi terasa ringan. Jadi, apa yang tadinya kupikir deadline adalah sesuatu yang mencekam, nyatanya aku bisa santai menghadapinya. Intinya cuma satu : percaya pada diri sendiri. 

14 komentar:

  1. Mau tau lebih banyak aahh,,, via WA, :p
    Iyaa, PERCAYA DIRI dan PERCAYA HATI! #Noted

    BalasHapus
  2. Danis kerja apaan ko ngerjain masakah export segala?
    lagi2 gw mencium adanya konspirasi asmara #kabooor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang di bidang ekspor impor, om... :P
      konspirasi asmara apaan siiiiihhhhh...??? aneh-aneh aja ah..

      Hapus
  3. Semangat ya kerjanya ^^ kapan-kapan teraktir saya dong :p hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Mbk Dwi.
      Traktir buat apanya yaaa...?? :D

      Hapus
  4. "Tapi, karena sistem yang diterapkan adalah team work, pekerjaan itu jadi terasa ringan." = Setuju banget...apalagi kalo kerjaan kita dihandle ama team kita...jadi kita bisa nyantai... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya nggak nyante-nyante banget. Cz, tetep aja tiap person punya tanggungjawab masing-masing. Hanya pekerjaan bisa jadi lebih ringan, gitu..

      Hapus
    2. Jadi..
      Sebelah mana yg jadi tanggung jwb mu.. ???

      Yg sebelah sini.. :
      "sedangkan aku mengejar deadline karena ekspor yang terjadi selama seminggu belum cukup untuk memenuhi space kapal sebesar 15.000 ton." ... ???

      hemmm.. tugas "customer service" berat jg yaa..

      SALUT deh..!!!

      Hapus
    3. Yahh begitulah. Btw, thanks for a comment..

      Hapus
  5. Customer service kok ngalah2in tugasnya sales marketing gitu yah.. ckckck..
    Berarti job desk dr perusahaan anda ga bener itu.. ga coba protes ke HRD aja nih?
    Tapi syukur yah, anda seorang CS yg baik..
    Saya ada kenalan CS yg malah ngeselin bgt lho.. pas temen2nya sibuk kerja, eh, dia asik dgn gadgetnya..
    Yang lbh ngeselin lagi, saat section dia lg kekurangan personel, eh, telpon dia malah ditangkringin.. gila ga sih, CS kaya gitu..
    Sungguh beruntung perusahaan anda karena punya CS yang penuh tanggung jawab seperti anda!
    Good job!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha...yah emang udah tanggungjawab sih, harus kayak gitu.
      Kadang aku pernah kesel juga, tapi berusaha sabar. Cz, kalo nggak bisa ditegur sama manager.
      Bisa aja, hehe...btw, thanks yaaahhh.. :)

      Hapus

Thanks for your comment