Langsung ke konten utama

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata 'deadline' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline. Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia.

Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup menguras tenaga dan pikiran. Setiap minggu ekspor yang ditangani harus memenuhi space kapal yang disediakan. Bila diperlukan, satu perusahaan pelayaran joint slot dengan perusahaan pelayaran lain demi memenuhi space tersebut. 

Minggu-minggu ini termasuk minggu yang berat, meski masih pertengahan bulan. Tiap harinya aku bisa menghitung berapa kali aku mengangkat telepon dan berapa kali aku membalas e-mail customer tentang pem-booking-an space kapal. Cukup melelahkan, tapi aku menyukainya. Pekerjaan ini penuh tantangan, tapi aku tidak merasakan penekanan tertentu. 

Aku tidak membicarakan soal berapa salary yang kudapat. Tapi, yang jelas apa yang aku dapatkan sebagai imbalan itu sudah lebih dari cukup dari beratnya pekerjaan yang harus aku lakukan setiap harinya - dibentak customer, ditegur manajer ketika aku salah menempatkan port (pelabuhan) tujuan, bertanggungjawab ketika terjadi kesalahan serupa, dan lain-lain - dan aku sudah sangat bersyukur karenanya. 

Dan, kupikir deadline akhir bulan bukan seperti deadline-deadline lain seperti halnya orang-orang yang bekerja di bidang advertising atau publishing sebuah media cetak. Jika mereka mengejar deadline karena artikelnya harus segera naik cetak pada satu edisi tertentu, sedangkan aku mengejar deadline karena ekspor yang terjadi selama seminggu belum cukup untuk memenuhi space kapal sebesar 15.000 ton. Tapi, karena sistem yang diterapkan adalah team work, pekerjaan itu jadi terasa ringan. Jadi, apa yang tadinya kupikir deadline adalah sesuatu yang mencekam, nyatanya aku bisa santai menghadapinya. Intinya cuma satu : percaya pada diri sendiri. 

Komentar

  1. Mau tau lebih banyak aahh,,, via WA, :p
    Iyaa, PERCAYA DIRI dan PERCAYA HATI! #Noted

    BalasHapus
  2. Danis kerja apaan ko ngerjain masakah export segala?
    lagi2 gw mencium adanya konspirasi asmara #kabooor

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang di bidang ekspor impor, om... :P
      konspirasi asmara apaan siiiiihhhhh...??? aneh-aneh aja ah..

      Hapus
  3. Semangat ya kerjanya ^^ kapan-kapan teraktir saya dong :p hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama, Mbk Dwi.
      Traktir buat apanya yaaa...?? :D

      Hapus
  4. "Tapi, karena sistem yang diterapkan adalah team work, pekerjaan itu jadi terasa ringan." = Setuju banget...apalagi kalo kerjaan kita dihandle ama team kita...jadi kita bisa nyantai... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya nggak nyante-nyante banget. Cz, tetep aja tiap person punya tanggungjawab masing-masing. Hanya pekerjaan bisa jadi lebih ringan, gitu..

      Hapus
    2. Jadi..
      Sebelah mana yg jadi tanggung jwb mu.. ???

      Yg sebelah sini.. :
      "sedangkan aku mengejar deadline karena ekspor yang terjadi selama seminggu belum cukup untuk memenuhi space kapal sebesar 15.000 ton." ... ???

      hemmm.. tugas "customer service" berat jg yaa..

      SALUT deh..!!!

      Hapus
    3. Yahh begitulah. Btw, thanks for a comment..

      Hapus
  5. Customer service kok ngalah2in tugasnya sales marketing gitu yah.. ckckck..
    Berarti job desk dr perusahaan anda ga bener itu.. ga coba protes ke HRD aja nih?
    Tapi syukur yah, anda seorang CS yg baik..
    Saya ada kenalan CS yg malah ngeselin bgt lho.. pas temen2nya sibuk kerja, eh, dia asik dgn gadgetnya..
    Yang lbh ngeselin lagi, saat section dia lg kekurangan personel, eh, telpon dia malah ditangkringin.. gila ga sih, CS kaya gitu..
    Sungguh beruntung perusahaan anda karena punya CS yang penuh tanggung jawab seperti anda!
    Good job!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha...yah emang udah tanggungjawab sih, harus kayak gitu.
      Kadang aku pernah kesel juga, tapi berusaha sabar. Cz, kalo nggak bisa ditegur sama manager.
      Bisa aja, hehe...btw, thanks yaaahhh.. :)

      Hapus

Posting Komentar

Thank you for your comment.

Postingan populer dari blog ini

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Kapan Ini Berakhir?

Kapankah cobaan ini akan berakhir, Ya Allah. 
Awalnya, kupikir mudah menjalani hidup ini sendirian. Ternyata tidak. Memang, sekuat-kuatnya aku ketika tetap mencoba untuk tersenyum dan tertawa disaat aku ingin menangis, di titik itulah aku merasa sangat rapuh dan kecil. Aku tahu ini cobaan hidupku yang mahaberat, tapi aku tetap berusaha bertahan dan mencoba sekali lagi untuk kuat menghadapinya. 
Manusia seperti aku tidak didesain memiliki mental sekuat baja. Tapi kembali lagi, aku masih punya Allah yang bisa saja dengan mudah menjadikan mentalku yang biasa-biasa saja menjadi sebilah baja yang amat kuat. 
Saat ini, aku memang tengah memiliki masalah keuangan yang cukup serius, dimana aku sendiri tidak tahu kapan semua ini akan berakhir, atau atau bagaimana aku akan bisa menyelesaikannya hingga tanpa ada sisa sedikit pun. 
Ingin rasanya aku menangis (sekeras-kerasnya hingga aku merasa bahwa beban ini akan bisa lenyap dan musnah hanya dengan berteriak), dan berharap aku bisa memutar lagi …