Langsung ke konten utama

Broken Heart, No More!

Saat kita pada akhirnya bisa dekat dengan seseorang yang sudah lama kita impikan rasanya pasti tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Itu pasti. Bayangkan saja, dimana sebelumnya siang dan malam kita selalu hanya bisa memimpikannya dan paginya kita pun cuma bisa memandangnya dari jauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Mendengar suaranya pun jarang-jarang.

Yah, bagaimana tidak? Ketika masing-masing disibukkan dengan pekerjaan yang menuntut untuk selalu bisa berkonsentrasi penuh, sehingga urusan yang satu ini terpaksa harus menunggu.

Aku sendiri pun tidak terlalu mengambil pusing dengan kesibukan yang kulakukan ataupun aktivitas yang dia jalani. Pada dasarnya aku sudah cukup bahagia dengan perasaan yang telah mewarnai hatiku, dan aku sungguh menikmatinya. Jika tadinya aku cuma menganggapnya sebagai teman biasa, sekarang kata-kata 'biasa' itu sudah berubah menjadi 'istimewa'. 

Berkali-kali aku merasakan bagaimana sakitnya dikhianati, dibohongi, dan dilukai, maka kini aku ingin merasakan menjadi seseorang yang disayang dan dikasihi. Aku seolah menemukan kembali apa yang dulu menjadi milikku hilang dan kini kumiliki lagi. Itu semua hanya karena dia. Meski bisa kurasakan, dia bukanlah seseorang yang suka mengumbar kata-kata cinta, sedikit misterius, dan cuek, tapi jauh di dalam hatinya dia adalah sosok pria yang lembut, pemalu, dan penuh perhatian. Oh so damn, I Love You!

Walau aku pernah patah hati, tapi aku berusaha bangkit dan tidak terus-menerus meratapi kesedihanku. Buktinya aku sekarang bisa bahagia lagi. Tidak mudah aku bangkit dan bisa move on lagi seperti sediakala, tanpa beberapa tips ini :  
  • Menangis
Salah satu obat paling mujarab untuk orang patah hati adalah menangis. Dengan menangis - meski mereka tahu menangis takkan menyelesaikan masalah - setidaknya mereka sudah memuntahkan perasaannya dengan airmata, dan percayalah, itu sudah lebih dari cukup.
  • Curhat
Ketika perasaan galau menyerang manusia, satu-satunya obat yang paling mujarab adalah curhat. Percaya atau tidak, sebagian besar pasangan yang mengalami patah hati merasa harus membaginya dengan seseorang atau "sesuatu" dengan cara menulis.
  • Hindari Mantan
Mantan adalah makhluk penyebab kita mengalami patah hati. Untuk menghapusnya dari ingatan, meski tak seluruhnya, hindari kontak langsung dengan dia. Ikhlaskan jari-jari kita bergerak untuk menghapus seluruh kontak di ponsel kita. Jangan sampai ada satu pun yang tersisa. Paling tidak untuk sementara, sampai rasa sakit dan terluka yang kita rasakan sudah hilang semua.
  • Motivasi
Selalu tekankan pada diri sendiri bahwa kita bisa bangkit meski tanpa dia (sang mantan). Tunjukkan bahwa kita mampu menjadi diri sendiri, dan terlebih selalu yakinkan diri sendiri bahwasanya jodoh ada di tangan Tuhan. Manusia hanya bisa berdoa dan berharap untuk mendapatkan yang terbaik. Anggap saja, sang mantan bukanlah orang yang tepat untuk kita.
  • Me Time
Untuk menghilangkan stress yang berkepanjangan, lebih baik kita habiskan waktu kita untuk berbelanja atau hanya sekedar cuci mata bersama teman-teman. Jika selama ini kita selalu disibukkan dengan urusan mantan, maka sekarang lah saatnya kita kembali kepada teman-teman kita dan melakukan aktivitas seperti biasanya.
  • Keluarga
Jangan sampai lupa bahwa kita masih memiliki keluarga yang selalu menyayangi kita, meski terkadang kita melupakannya sejenak. Kesampingkan dulu perasaan stress kita karena patah hati yang kita rasakan, dan bercanda bersama keluarga akan sedikit menghilangkan perasaan stress itu. Lambat laun kita takkan lagi merasakan sakitnya diputus sang mantan.
  • Diri Sendiri
Kebanyakan dari mereka menganggap bahwa putusnya ia dengan sang mantan adalah karena kesalahannya. Padahal tidak selalu. Pacaran adalah sebuah proses dimana kedua orang yang bersatu harus saling mengerti dan memahami. Jika tidak, maka cekcok dan berpisah adalah jalan akhirnya. Sehingga, cobalah untuk berdamai dengan diri sendiri dan yakinkan diri kita bahwa kita sudah berada di pihak yang benar.
  • Look Another One
Nah, inilah bagian yang paling ditunggu-tunggu. Mencari pengganti. Mungkin memang bagi sebagian orang tahap ini sungguh sulit dilakukan karena alasan trauma atau masih ingin sendiri. Tapi, dengan adanya pengganti mantan, maka kita bisa melupakan seseorang dari masa lalu dan menatap masa depan bersama sang pengganti yang sudah kita miliki saat ini. Masa lalu adalah milik kita dan sang pengganti tidak perlu mengetahuinya, kecuali jika dia bertanya.
  • Do Somethin'
Melakukan berbagai macam aktivitas juga mampu menghilangkan stress karena diputus kekasih. Cobalah untuk melakukan sesuatu yang berguna dan sibukkan diri dengan berbagai macam aktivitas tertentu. Tapi, bukan berarti harus melakukan aktivitas sepanjang hari tanpa istirahat. Cukup melakukannya seperti biasa, dan jika sudah lelah berhenti, lalu istirahat. 

Sehingga, tak ada lagi istilah broken heart. Terlalu sering bersedih tidak menjamin kita akan mendapatkan masa depan yang cerah. Mencoba untuk hidup normal dan melakukan aktivitas apa yang seharusnya kita lakukan, tanpa harus terbayang-bayang masa lalu. Karena, tak ada satu pun manusia yang tidak memiliki masa lalu. Jadi, tetaplah percaya diri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata 'deadline' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline. Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia.
Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup menguras te…