Langsung ke konten utama

Moving On

Tak jarang aku mendengar kata-kata "moving on" dari berbagai sumber. Rasanya memang sungguh seperti sebuah ajakan untuk "janganlah engkau berlarut-larut dalam kesedihan, karena hidup terus berjalan dan bukan digunakan hanya untuk memikirkan satu hal saja".

Kenyataan terkadang memang tak pernah sejalan dengan keinginan. Dan, selama ini memang keinginanku selalu berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada. Sungguh menyedihkan, tapi yah aku harus menerimanya dengan lapang dada.

Sebuah kenyataan yang memang harus membuatku 'bergerak' untuk meninggalkan sebuah kotak usang bernama 'masa lalu'. Dan, sekarang bukan saatnya untuk bersedih dan meratapi sesuatu yang sudah terjadi. Biarlah semua menjadi bayang-bayang dalam hidupku. Bayang-bayang yang senantiasa menjadi jejak hidupku, namun tak berarti bayang-bayang itu merusak masa depanku. Tidak sekarang, besok, ataupun nanti. Tak selamanya. Karena, masa depan adalah milikku dan milik seseorang yang bersedia menemaniku kelak.

Komentar

  1. setuju banget mbak.. sedih karena masa lalu itu boleh dan sah2 aja karena kita manusia biasa tapi ya jangan lama2 karena masa depan emnanti kita.

    Ikutan giveaway di blogku yukk mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, setuju banget sama kamu.. :) Eh, maap yaahh baru bales, cz aku sibuk banget, dan baru bisa buka blog sekarang. Tapi, aku udh follow kamu tuh. Giveaway-nya udah berakhir yaahh..?? Hiks!! :(

      Hapus

Posting Komentar

Thank you for your comment.

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene -nya hanya recipien universal ,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay -lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan? Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka.  Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tida

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition , yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda. Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi. Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Desti

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata ' deadline ' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline . Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia. Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup meng