Langsung ke konten utama

Komunikasi adalah Kunci Utama

Bulan Februari mungkin memang ditakdirkan sebagai bulan penuh cinta. Tak kupungkiri bahwa pertamakalinya aku menemukan seseorang yang bisa mengisi hari-hari hampaku di bulan ini. Seseorang yang jauh di mata, namun dekat di hati. Aku baru memiliki Blackberry di bulan yang sama dengan operator kesayanganku Simpati dari Telkomsel. Sebuah operator dengan jaringan baik, namun tarif terjangkau.

Karena merupakan pengguna baru Blackberry, maka aku harus bertanya kepada teman-teman yang sudah pernah menggunakan Blackberry dengan operator Simpati. Dan, mereka bilang, "Pake aja paketan Simpati New Blackberry Sosialita, Nis. Jatuhnya lebih murah, tapi fiturnya melimpah."

Lalu, aku coba aktifkan paket Simpati New Blackberry Sosialita seperti yang disarankan temanku. Dan, hasilnya sungguh menakjubkan. Disaat operator yang lain membuat para penggunanya mengeluh karena lelet, operator Simpati New Blackberry Sosialita terus menerjang badai tanpa kenal lelah. Saluuuttt!!!

Kecepatan kemampuan browsing yang ada dalam Simpati New Blackberry Sosialita mampu membuatku merasakan jatuh cinta lagi, dan memiliki ribuan teman baru (lagi). Terutama, ketika digunakan untuk membuka twitter atau facebook - dimana ketika aku masih belum memiliki Blackberry dan aku masih menggunakan layanan BIS (Blackberry Internet Service) dengan meminjam milik teman - layanan internet itu sungguh buruk dan sama sekali berbeda dengan yang kumiliki sekarang saat aku menggunakan Simpati New Blackberry Sosialita.

Terkadang, aku takut kalau jangan-jangan jaringan lelet atau empty dan aku gak bisa balas tweet seseorang disana atau hanya sekedar mengucapkan "Happy Birthday" saat dia ulang tahun di wall FB-nya. Tapi, dugaan-dugaanku semuanya meleset, karena ternyata layanan Simpati New Blackberry Sosialita sungguh memuaskan dan aku tetap bisa menjalin komunikasi yang lancar dengan pasangan melalui social media. Bagaimana pun juga, komunikasi bagi kami adalah kunci utama untuk menjaga suatu hubungan agar tetap harmonis.

Komentar

  1. mantap tulisannya. saya suka karya tulis ini.. saya juga suka menulis coba lihat disini.. bagaimana tulisan saya menurut anda.?

    zie's for you - JalanJalan | Berkunjung | Silaturahmi

    BalasHapus

Posting Komentar

Thank you for your comment.

Postingan populer dari blog ini

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Kapan Ini Berakhir?

Kapankah cobaan ini akan berakhir, Ya Allah. 
Awalnya, kupikir mudah menjalani hidup ini sendirian. Ternyata tidak. Memang, sekuat-kuatnya aku ketika tetap mencoba untuk tersenyum dan tertawa disaat aku ingin menangis, di titik itulah aku merasa sangat rapuh dan kecil. Aku tahu ini cobaan hidupku yang mahaberat, tapi aku tetap berusaha bertahan dan mencoba sekali lagi untuk kuat menghadapinya. 
Manusia seperti aku tidak didesain memiliki mental sekuat baja. Tapi kembali lagi, aku masih punya Allah yang bisa saja dengan mudah menjadikan mentalku yang biasa-biasa saja menjadi sebilah baja yang amat kuat. 
Saat ini, aku memang tengah memiliki masalah keuangan yang cukup serius, dimana aku sendiri tidak tahu kapan semua ini akan berakhir, atau atau bagaimana aku akan bisa menyelesaikannya hingga tanpa ada sisa sedikit pun. 
Ingin rasanya aku menangis (sekeras-kerasnya hingga aku merasa bahwa beban ini akan bisa lenyap dan musnah hanya dengan berteriak), dan berharap aku bisa memutar lagi …