Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Perjalanan Cinta

Catatan tentang sebuah perjalanan cinta yang tak pernah mudah untuk dijalani. Disaat aku percaya pada mimpi dan harapan, keduanya justru berkolaborasi menjatuhkanku ke lembah tak berdasar. Tapi, apapun itu, semua harus dilalui dengan atau tanpa senyuman.
Dimana, pada satu titik, aku ragu cinta itu ada, dan pada kecilnya suatu harapan.
Dan, pada seseorang yang beberapa waktu lalu sempat membuat hidupku kacau-balau. Sempat membuatku menganggap bahwa hidup ini tak lagi berarti. Sempat membuat apapun yang kumiliki seakan bukan milikku.
Aku merasakan kepalaku benar-benar penuh dan seakan nyaris meledak. Tapi, aku tahu, aku bukan komputer yang bisa rusak saat banyaknya memori yang disimpan tak lagi mampu dibendung.
Aku manusia, yang masih bisa mengatasi semuanya.

Fortunately, Tuhan masih membimbingku untuk mendapatkan jalan keluar dari semua masalahku. Satu-satunya yang memberiku senyum untuk bisa kujadikan lilin demi menerangi langkah kecilku.
Dan, sekarang pun bukan lagi dahulu, ketika aku ti…

An Efficience Smartphone

Pertama kalinya aku mengenal ada sebuah toko online bernama Lazada adalah ketika aku memutuskan untuk browsing sebuah smartphone. Ada beberapa pilihan smartphone yang bisa menjadi referensiku, tergantung spesifikasi dan model yang memang cocok untuk style-ku.
Tak dipungkiri bahwa belakangan diketahui bahwa masyarakat lebih gemar melakukan segala aktivitasnya dengan menggunakan ponsel. Dan, mereka lebih suka menggunakan ponsel berjenis smartphone karena dinilai mampu melakukan segala 'pekerjaan' ketika sang empunya tidak sedang berada di sebuah ruangan ataupun berkutat dengan komputer.
Keputusanku dalam membeli sebuah smartphone bukan karena sedang trend atau apa, namun lebih kepada kebutuhan yang memang mengharuskanku untuk memilikinya agar dapat menunjang pekerjaanku. Aku menjatuhkan pilihanku pada smartphoneBlackberry tipe Armstrong 9320, dimana salah satu spesifikasinya sudah mendukung jaringan 3G.
Memiliki ponsel pintar sekelas Blackberry mungkin sudah menjadi kebutuhan, dan …

Taman Bungkul Kebanggan Surabaya

Kali pertama aku mengenal taman ini sekitar tahun 1990. Masih tergambar jelas di ingatanku bagaimana bentuk rupa taman yang sekarang menjelma menjadi taman superindah nan bersih, sehingga layak dijadikan sebagai sebuah ikon kota itu.
Dulu, taman ini hanya dipenuhi dengan rumput setinggi ilalang, dan beberapa mainan mirip di sekolah Taman Kanak-kanak. Tak ada yang istimewa, kecuali aura mistisnya yang masih bisa kuingat hingga detik ini.
Kini, Taman Bungkul sudah berhasil mengubah image-nya menjadi taman yang layak untuk dikenal dunia. Dengan beragam keunggulan yang dimiliki, nyaris tak ada taman serupa yang mampu menyainginya.
Religi. Ekonomi. Wisata. Olahraga. Adalah empat unsur utama kriteria taman ideal yang harus dimiliki sebuah spot area. Dan, Taman Bungkul memilikinya, dengan ditambah lagi sebuah sentuhan teknologi Wi-Fi demi melengkapi fasilitas yang ada di taman tersebut.
Ini kali kedua taman ini menerima penghargaan. Yang pertama adalah pada tahun 2011 dan sekarang sebuah pen…

Job, Friend, Love

Sekilas kalau baca judulnya, pasti kalian berpikir kalau aku plagiat dari film Julia Roberts yang syutingnya diambil di pulau dewata Bali. Eat, Pray, Love. Ya, kan?
But, trust me, aku sama sekali tidak ada niatan untuk meniru judul itu. Karena memang, tulisan aku kali ini ada hubungannya dengan pekerjaanku, teman-temanku, dan cinta.
Kalau bicara tentang pekerjaan, mau tidak mau ingatanku harus kembali ke sebuah masa dimana aku harus keluar-masuk perusahaan demi menjalani proses wawancara, yang panjang dan melelahkan. Tak jarang juga aku merasa bahwa aku mungkin harus menyerah dan putus asa karenanya. Tapi, ternyata, keinginan hatiku lebih kuat dari yang kubayangkan.
Tahun 2012, kesabaranku berbuah manis. Aku berhasil masuk sebuah perusahaan asing yang bergerak dalam bidang ekspor impor. Masuk perusahaan ini persis seperti yang selalu aku impikan. Dan, aku sungguh sangat bersyukur karenanya.
Bertemu dengan banyak orang-orang baru menuntutku untuk harus selalu bisa memahami lingkungan t…

Runaway

And, I would runaway... I would runaway... I would runaway... I would runaway... With you... (Lyrics by : The Corrs)
Kadang terbersit pikiran itu...
Runaway. Pelarian.
Jenuh dengan semua yang ada. Lalu, hanya ada satu jalan keluar, yang pasti, dan takkan meninggalkan jejak apapun...
Satu-satunya jalan hanyalah berlari...
Namun, ketika tiba saatnya aku harus berlari dari semuanya, hanya ada satu titik yang aku tuju...
Kamu.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Surabaya and Traffic Jam

Tanpa aku sadari, hampir setiap hari aku mengecek kalender di meja kerjaku. Ini tak ada kaitannya dengan pekerjaan atau yang semacamnya - ya, walaupun aku memang harus punya desk calendar untuk menunjang pekerjaanku - tapi, ini lebih kepada perhitungan jatah aku terlambat masuk kerja setiap bulannya.
Sejak aku menerima peringatan dari pihak manajer beberapa bulan lalu, aku jadi lebih perhatian kepada waktu perjalananku dari rumah menuju kantor, dan batas waktu aku harus melakukan check-clock sebelum waktu yang ditentukan.
Tapi, jika aku menghitung lagi jatah aku terlambat untuk bulan ini, rasanya sudah hampir habis. Padahal, kupikir, aku sudah berangkat lebih pagi dari biasanya. Aku jadi berpikir, apa yang membuat kota Surabaya bisa jadi sebegitu macetnya dibandingkan Surabaya yang dulu? Apakah karena memang jumlah penduduk Surabaya yang bertambah ataukah karena volume kendaraannya yang meningkat?
Beberapa saat lalu, aku sempat membaca berita di harian pagi bahwa PemKot (Pemerintah Kota…

UMK Surabaya 2014

Belakangan aku miris juga melihat demo buruh di sepanjang perjalanan jantung kota Surabaya. Tidak hanya sehari atau dua hari, tapi berhari-hari. Bukan karena apa, sih, tapi apa yang mereka lakukan itu secara tidak langsung telah merugikan banyak pihak. Dan, mungkin juga merugikan diri mereka sendiri.
Memang benar adanya bahwa mereka melakukan aksi itu jelas ada tujuannya, dan mereka harus memperjuangkannya demi kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Tapi, menuntut kenaikan UMK tidak semudah yang mereka bayangkan. Ada banyak aspek yang harus dipikirkan dibanding hanya sekedar membubuhkan tandatangan tanda setuju.
Bayangkan saja, di tahun 2013, UMK Surabaya sudah mencapai 1,7 dan mungkin tahun 2014 akan menjadi 2,2! Sungguh angka yang cukup fantastis, menurutku. Di satu sisi, angka ini mungkin akan menguntungkan bagi para buruh, tapi di sisi lain?
Sebagai contoh investor asing? Mana ada investor asing yang bersedia menggaji buruh - yang notabene-nya berjumlah ribuan di perusahaannya …

Resolusi

Awal November. Saatnya untuk menyusun resolusi.
Ah ya, haha. Resolusi. Aku masih ingat bagaimana pentingnya arti resolusi bagiku, saat aku masih berada di bangku kuliah. Hanya menyusun sebuah daftar resolusi membutuhkan waktu sekitar 2 hari. Sungguh tidak penting, bukan?
Tapi, memang, aku selalu memiliki impian yang sungguh kuat untuk bisa kuraih di waktu dan masa yang tepat. Tidak dulu, tidak sekarang.
Resolusi bagiku sama halnya seperti tujuan hidup yang terpendek dari yang terpanjang (istilah yang aku pinjam dari pacar, hihi). Karena, daftar resolusi setiap tahun hampir pasti akan berubah.
Satu contoh, ketika seseorang memasukkan "menikah" dalam daftar resolusinya, maka dia takkan memasukkan resolusi yang sama di tahun berikutnya. Sebaliknya, dia akan memasukkan resolusi lain yang akan diraihnya, memiliki rumah baru mungkin? Why not? Itu resolusi. Apa yang ingin kau raih dan kau merasa harus bisa mencapainya, jika memungkinkan, tergantung usaha dan kerja keras masing-masi…

Keputusan Bukanlah Tujuan Akhir

Terkadang kau harus mengambil sebuah keputusan ketika kau sedang tidak ingin memilih. Setidaknya belum. Atau, memang haruskah keputusan itu selalu diposisikan sebagai sesuatu yang "harus"??
Tak ada pilihan yang benar-benar mudah, dan..
Aku benci memilih..
Bagiku, tak ada pilihan yang benar-benar mudah. Dan, hanya ada satu pertanyaan di benakku : "Kenapa harus memilih?"
Dan, apapun itu, keputusan bukanlah sebuah tujuan akhir. Tujuan akhir adalah saat dimana kau bisa menikmati hasil dari buah keputusan yang kau ambil.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Four Days Less

Ada yang mengatakan bahwa bulan Oktober adalah bulan penuh cinta atau yang semacamnya. Aku pun juga tak sekali duakali pernah mendengar "mitos" itu. Tapi, apapun itu, semua hari atau semua bulan sama saja. Tak ada yang istimewa.
Bicara soal bulan penuh cinta, masyarakat juga mempercayai bahwa Februari juga satu bulan dimana banyak mereka di berbagai belahan dunia merayakan Valentine's Day. Lalu, tepat sebulan setelahnya ada "jawaban" dari apa yang diucapkan pada saat sepasang kekasih mengikat janji. Itu adalah White's Day yang jatuh tepat pada tanggal 14 Maret. Jadi, kesimpulannya? Semua bulan adalah bulan baik, tergantung bagaimana kita memandangnya.
Sekarang mungkin aku hanya ingin fokus ke tanggal setelah tanggal 25 Oktober - empat hari yang tersisa sebelum Oktober mengakhiri orbitnya. Salah satu hari istimewa yang tidak pernah mengurangi keistimewaan hari-hariku biasanya. Banyak yang ingin kulakukan, tapi aku mungkin hanya bisa melakukan apa yang "…

Bersabar?

Cukup lama juga aku tidak update blog, yah walaupun baru beberapa hari yang lalu sih. Tapi, rasanya seperti sudah berbulan-bulan. Selain aku tidak sempat online di PC, pekerjaanku belakangan juga menggila, sehingga, jangankan menulis, terbersit ide saja juga jarang-jarang. Tulisan ini pun aku tulis dari ponsel, hehe..
Ok, kembali ke topik. Aku ingin bicara soal kesabaran. Apa sih yang dimaksud dengan sabar yang sesungguhnya? Setiap manusia memang memiliki kesabaran, tapi kesabaran itu pun tentunya memiliki sebuah titik akhir yang dinamakan titik jenuh atau batas tertentu.
Mungkin memang aku cukup sabar menghadapi apapun yang terjadi beberapa hari belakangan. Tapi, ada kalanya juga aku ingin marah, meski terkadang aku hanya meluapkan kemarahanku dengan airmata. Kupikir itu sudah lebih baik daripada aku harus meluapkannya dengan kata-kata. Dan aku adalah aku yang hanya ingin jadi diri sendiri, yang berdiri diatas dua kakiku.
Lalu, sekarang pertanyaannya adalah apa kau masih bisa bersaba…

Dunia Kecilku

Suntuk dan pening. Itu yang aku rasakan kemarin. Sungguh luar biasa jika aku (masih) bisa melaluinya dengan senyuman. Menulis ini pun tadinya mataku seolah diselimuti kantuk yang amat sangat. Tapi, buatku, yang sudah lalu biarlah berlalu.
Aku tak pernah mengingkari dengan apa yang aku lakukan dulu dan sekarang. Rasanya sama saja. Perubahan pun tak banyak terjadi. Yang sangat kentara hanyalah perubahan usia. Secara keseluruhan, aku adalah aku. Dan...
"Aku tak pernah bisa berdamai dengan dunia nyata."
Itu pernyataan yang lumayan menyakitkan didengar telinga, bahkan telingaku sendiri. Entahlah. Dunia seolah berkonspirasi untuk membuatku tidak bisa berdamai dengan kehidupan nyataku. Kesalahan demi kesalahan seperti berlomba-lomba untuk membuatku menyesal dengan apa yang aku lakukan. Pertanyaannya cuma satu : "Just, why me..?"
Dan, sebaliknya... "Aku hanya bisa berdamai dengan dunia kecilku, dunia maya, yang selalu bisa membuatku tersenyum."
Bukan seperti dunia maya…

Sesuatu Itu

Minggu-minggu belakangan ini mungkin minggu-minggu terberat yang harus kujalani. Memang aku sudah terbiasa dengan aktivitas ini, hanya saja kali ini porsinya lebih padat. Jika beberapa waktu lalu aku sempat menulis tentang deadline atau semacamnya, kini deadline itu sudah berhasil kulalui. Lega rasanya. Dan, mungkin itu juga yang membuat otakku beku.

Seberat-beratnya apapun yang aku lakukan, tak seberat saat otak ini memikirkanmu. Bukan berat dalam artian aku harus seharian mengurung diri dalam kamar, lantas tidak makan dan tidak minum. Hanya saja frekuensinya bertambah. Namun, aku tak merasakan apa-apa. Yang ada hanyalah senyum ini selalu terkembang di sudut bibirku.

Semangat. Yah, 'sesuatu' yang membuatku sedikit 'gila' itu bernama semangat. Semangat yang kau kirimkan melalui jari-jari rinduku.

Mood Booster. Itu yang selalu dikatakan orang-orang ketika mereka harus menghadapi segala apapun yang membuat hati mereka jengah, dan menurunkan semangat.

"Aku capek sama sem…

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata 'deadline' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline. Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia.
Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup menguras te…

Semanggi Berdaun Empat

Kalian pernah dengar istilah 'Semanggi Berdaun Empat'? Daun langka hasil mutasi genetik pada tumbuhan Semanggi, yang umumnya dipercaya membawa keberuntungan. Tumbuhan yang pada dasarnya hanya memiliki tiga daun ini secara teknik disebut leaflet.
Bicara soal keberuntungan, mungkin tak semua orang selalu mendapatkan keberuntungan secara beruntun. Aku juga tidak. Kalau sesekali mungkin iya. Tapi, aku pernah mendengar seseorang menanyakan pertanyaan aneh padaku. "Kenapa aku nggak seberuntung mereka?"
Aku cuma diam. Kupikir pertanyaan itu lazim dipertanyakan orang yang merasa bahwa orang lain lebih beruntung dari dia. Lalu kujawab, "Kau cuma belum mendapatkannya." Dalam hati kurasakan bahwa mungkin dia benar. Banyak orang beruntung di dunia ini, tapi bagi sebagian yang lain cenderung berpikir bahwa dunia tidak adil.

Pernyataan itu salah? Mungkin. Sesekali keberuntungan bisa menghampiriku dan membuntutiku sepanjang hari. Terkadang pula, ada kalanya, aku selalu dirun…

Broken Heart, No More!

Saat kita pada akhirnya bisa dekat dengan seseorang yang sudah lama kita impikan rasanya pasti tak bisa digambarkan dengan kata-kata. Itu pasti. Bayangkan saja, dimana sebelumnya siang dan malam kita selalu hanya bisa memimpikannya dan paginya kita pun cuma bisa memandangnya dari jauh tanpa bisa berbuat apa-apa. Mendengar suaranya pun jarang-jarang.
Yah, bagaimana tidak? Ketika masing-masing disibukkan dengan pekerjaan yang menuntut untuk selalu bisa berkonsentrasi penuh, sehingga urusan yang satu ini terpaksa harus menunggu.
Aku sendiri pun tidak terlalu mengambil pusing dengan kesibukan yang kulakukan ataupun aktivitas yang dia jalani. Pada dasarnya aku sudah cukup bahagia dengan perasaan yang telah mewarnai hatiku, dan aku sungguh menikmatinya. Jika tadinya aku cuma menganggapnya sebagai teman biasa, sekarang kata-kata 'biasa' itu sudah berubah menjadi 'istimewa'. 
Berkali-kali aku merasakan bagaimana sakitnya dikhianati, dibohongi, dan dilukai, maka kini aku ingin mer…

New Hope, New Way, and New Friend

Percayalah, tak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan mendapatkan sesuatu yang berlipat di bulan spesialmu. Harapan baru, kehidupan baru, dan teman baru. Apa lagi? Dan terlebih kau akan berulangtahun di hari yang hampir bersamaan. Sungguh indah, bukan?
Itulah aku sekarang.
Seiring dengan berakhirnya airmataku, muncul harapan-harapan baru disana. Mungkin kata-kataku terlalu lugas atau percaya diri, tapi itulah kenyataannya. Aku hanya tak ingin membohongi diri sendiri untuk sesuatu hal yang jelas-jelas terlihat nyata olehku.

Aku hanya tak ingin lagi berkutat dengan orang-orang dengan hati berbohong, atau penuh dendam. Bagiku, dendam, kekerasan, ataupun kebohongan layaknya orang bermain judi. Sekali kau berbuat ketiganya, kau takkan pernah merasa puas. Kau akan kembali untuk mengulanginya lagi, dan lagi.

Mencari seseorang yang benar-benar sempurna pun kau takkan pernah menemukannya di dunia ini, karena manusia memang tak ada yang memiliki hakikat kesempurnaan. Selalu ada sesuatu yang tida…

A Scary May

Sebenarnya aku (sedang) tak ingin menulis yang sedih-sedih. Tapi, kali ini aku memang mengalami hari-hari yang penuh dengan sesuatu yang cukup menguras airmata. Oh, entahlah. Ini sungguh sulit dilukiskan dengan kata-kata.
Biasanya aku selalu menghindari hal-hal yang bisa membuatku galau ataupun berpikir terlalu dalam. Tidak. Itu sama sekali bukan "aku". Aku hanya menginginkan kedamaian, tak lebih. Kupikir semua orang juga butuh kedamaian, kan? Tolonglah. Hidup hanya sekali, dan hidup sudah sangat sulit. Jangan dipersulit dengan keadaan yang semestinya bisa dibuat mudah.
Tidak tahukah mereka bahwa aku tak ingin berdebat? Aku benci berdebat. Hanya akan membuatku semakin sakit hati dan ingin melakukan sebuah pemberontakan. Ini tak baik. Tak perlu harus terjadi. Toh, semua bisa diselesaikan dengan kepala dingin. 
Dan, untuk terakhir kalinya, biarkan aku hidup tenang..

Moving On

Tak jarang aku mendengar kata-kata "moving on" dari berbagai sumber. Rasanya memang sungguh seperti sebuah ajakan untuk "janganlah engkau berlarut-larut dalam kesedihan, karena hidup terus berjalan dan bukan digunakan hanya untuk memikirkan satu hal saja".
Kenyataan terkadang memang tak pernah sejalan dengan keinginan. Dan, selama ini memang keinginanku selalu berbanding terbalik dengan kenyataan yang ada. Sungguh menyedihkan, tapi yah aku harus menerimanya dengan lapang dada.
Sebuah kenyataan yang memang harus membuatku 'bergerak' untuk meninggalkan sebuah kotak usang bernama 'masa lalu'. Dan, sekarang bukan saatnya untuk bersedih dan meratapi sesuatu yang sudah terjadi. Biarlah semua menjadi bayang-bayang dalam hidupku. Bayang-bayang yang senantiasa menjadi jejak hidupku, namun tak berarti bayang-bayang itu merusak masa depanku. Tidak sekarang, besok, ataupun nanti. Tak selamanya. Karena, masa depan adalah milikku dan milik seseorang yang bersedia …

Komunikasi adalah Kunci Utama

Bulan Februari mungkin memang ditakdirkan sebagai bulan penuh cinta. Tak kupungkiri bahwa pertamakalinya aku menemukan seseorang yang bisa mengisi hari-hari hampaku di bulan ini. Seseorang yang jauh di mata, namun dekat di hati. Aku baru memiliki Blackberry di bulan yang sama dengan operator kesayanganku Simpati dari Telkomsel. Sebuah operator dengan jaringan baik, namun tarif terjangkau.
Karena merupakan pengguna baru Blackberry, maka aku harus bertanya kepada teman-teman yang sudah pernah menggunakan Blackberry dengan operator Simpati. Dan, mereka bilang, "Pake aja paketan Simpati New Blackberry Sosialita, Nis. Jatuhnya lebih murah, tapi fiturnya melimpah."
Lalu, aku coba aktifkan paket Simpati New Blackberry Sosialita seperti yang disarankan temanku. Dan, hasilnya sungguh menakjubkan. Disaat operator yang lain membuat para penggunanya mengeluh karena lelet, operator Simpati New Blackberry Sosialita terus menerjang badai tanpa kenal lelah. Saluuuttt!!!
Kecepatan kemampuan br…

Anything Could be Happen

Manusia adalah makhluk paling sempurna di jagat raya, tapi manusia memiliki derajat yang sama dengan makhluk hidup lainnya di mata Sang Pencipta. Untuk suatu kehidupan, manusia takkan ada yang bisa meramalkannya secara pasti karena semua adalah rahasia-Nya.
Seperti halnya masa depan. Tak satu pun dari manusia-manusia itu yang bisa memprediksinya dengan tepat dan benar sama sekali. Kalaupun ada, pasti ada satu dan lain hal yang tertinggal alias tidak sesuai. Terkadang, paranormal atau peramal pun juga bisa salah dalam meramalkan sesuatu. Itu menandakan bahwa manusia tak memiliki kuasa apa-apa atas perihal ramal-meramal.

Aku tak pernah menyangka bahwa aku bisa sampai di tahap ini (lagi). Dan, baru saat ini, aku bisa merasakan sebuah kebahagiaan. Meski terkadang, ada terbersit sedikit keraguan, tapi secara keseluruhan aku bahagia. Kendati demikian, aku tak berani melihat masa depan yang ada di hadapanku, sebelum aku benar-benar yakin dengan apa yang menjadi pilihanku. Ini patut disyukuri, …

Try to Be Happy as Usual

Jika dibilang bahagia, aku bahagia sekarang. Ya, sungguh. Ketika aku membuka halaman awal blog-ku, aku tidak menemukan apa yang aku cari dan aku tunggu. Ternyata seseorang di luar sana belum tahu bahwa aku menulis tentangnya. Atau, mungkin dia tidak merasa. Oke, tidak apa-apa. Aku toh tidak mengharapkan dia membacanya. Tak penting juga. 
Sekarang, soal kebahagiaanku sendiri. Sebelumnya aku tidak pernah merasa sebahagia ini. Ada seseorang yang memperhatikanku dari kejauhan sana. Mungkin tak seharusnya aku merasa terlalu bahagia, karena perhatian itu tidak bisa diartikan sebagai "perhatian yang lebih". Kupikir itu normal, tapi yah, setidaknya aku sudah berusaha jujur - dari hati - kalau aku senang diperhatikan. 
Meski tak terkatakan, sesungguhnya aku merasa sedih. Cukup lama aku merasakan airmata yang meleleh di pipi, merasakan sakitnya hati yang teriris, merasakan perasaan yang melukai relung kalbu, kini aku mencoba untuk bahagia dengan caraku sendiri - caraku mengenalnya dan m…

Sad, But Don't Cry!

Baru kali ini aku merasa galau. Padahal, sebelumnya aku tak pernah merasa seperti ini. Aku sedih. Terlebih, ketika aku baru saja membaca tulisan di sebuah blog yang tiba-tiba saja membuat hatiku seperti diiris-iris. Awalnya, ketika aku membaca judulnya aku sudah tidak tertarik, karena aku sudah pasti tahu tulisan itu berkisah tentang apa. Kenapa aku begitu bodoh yang nekat membuka tulisan itu dan parahnya lagi aku membacanya sampai habis. Atau, mungkin tanganku yang bergerak sendiri..?? Sesaat aku seperti terbius untuk terus membaca tulisan itu sampai akhir. Dan, anehnya aku tak bisa memalingkan mataku untuk tidak membacanya meski di tengah-tengah paragraf dadaku serasa perih, seolah separuh tubuhku mati rasa.
Aku tahu aku bukan siapa-siapa dan aku juga bukan apa-apa. Aku cuma manusia biasa yang diciptakan dengan sebuah perasaan di dalamnya. Aku takut terluka lagi untuk yang kesekian kalinya. Aku juga sadar dan bisa mengerti si penulis blog itu. Dia hanya menuliskan apa yang dirasakan…

Tahun 2013, Tahun Ular Air

Pada dasarnya sih aku tidak begitu percaya sama yang namanya feng shui, tapi lambat laun kok rasa-rasanya feng shui itu ada manfaatnya juga. Manfaat loh ya, bukan sebuah kebenaran. Manfaatnya mungkin ada kaitannya dengan letak dan posisi suatu obyek.
Lalu, dengar-dengar, tahun 2013 itu adalah tahun ular air yang jika diterjemahkan dalam pengertian orang awam, berarti tahun yang sebagian besar ada hubungannya dengan air. Kalau di tahun 2012 adalah tahun naga air - jika diartikan secara logis, naga tidak ada di kehidupan nyata mungkin apa yang terjadi pada kehidupan manusia di tahun 2012 pun sedikit tidak jelas - dimana sebagian besar aktivitas yang terjadi di rentang tahun itu agak sedikit terawang, maka di tahun ini keterawangan itu akan diperjelas, karena ular adalah binatang nyata. 
Air tidak berarti harus selalu dikaitkan dengan hal-hal yang menyeramkan, seperti banjir, tsunami, tenggelam, atau hal yang semacamnya. Mungkin memang air bisa berbahaya bagi kehidupan manusia, tapi coba p…

Kenangan kah kamu..??

Mungkin bukan sebuah kesengajaan kalau aku tiba-tiba saja melihatmu di sebuah tempat yang sama sekali tak terduga. Aku juga tak menginginkannya. Kupikir kamu sudah menghilang entah kemana. Kupikir kamu sudah pergi jauh ke negeri antah-berantah. Tapi, ternyata memang benar, bahwa dunia tak seluas daun kelor. Aku masih saja bisa menemukanmu, meski tak mudah kelihatannya.
Meski demikian, demi melihatmu utuh dan tak kurang suatu apapun, aku sudah cukup bahagia. Tak perlu terlalu memikirkan yang muluk-muluk, toh aku cukup tahu diri bahwa mungkin memang harus seperti ini. Tak apa, kupikir semua ada masanya sendiri-sendiri - termasuk hidupku.
Aku, selepas bulan menyembunyikan sinarnya, ketika kudengar burung kecil berkicau dan saat mentari memancarkan cahaya cerahnya, tak berani berharap pada sesuatu yang seharusnya sudah tak muncul lagi ke permukaan. Itu adalah kenangan. Masa lalu. Suatu masa yang sudah kutinggalkan jauh di belakang jejakku.
Tapi ini..?? Kenangan kah kamu..??

Harapan yang Tak Pernah Sirna

Pernahkah berpikir bahwa mimpi itu tak bisa menjadi kenyataan?? Jangan dipikirkan. Teruslah bermimpi, raih keinginan dan harapan dari setapak demi setapak mimpi yang melintasi anganmu. Percayalah bahwa mimpi itu ada, mimpi itu nyata, mimpi itu ibarat harapan yang tak pernah sirna - senantiasa menantimu untuk menggapainya perlahan.
Mimpiku, sekian banyak mimpiku yang aku angankan, pernah sekali waktu menjadi kenyataan. Memang tidak semua, tapi ada yang mampir di dunia nyataku. Senang? Itu pasti. Aku memang suka bermimpi, tapi aku bukan seorang day-dreamer. Bukan juga seorang pengkhayal sesuatu yang rasanya nyaris mustahil dipikir oleh akal sehat. Tidak. It's not me. Mimpi, buatku, hanyalah sebagai hiasan tidurku, mahkota malamku, yang selalu hadir disaat mataku akan tertutup. 
Tak peduli berapa banyak mimpi yang menghiasi hampir di setiap malamku, yang jelas, tanpa mimpi mungkin aku bukan lagi seorang Dhanis. Diriku yang memiliki banyak angan dan harapan, yang belum tahu bagaimana ha…