Langsung ke konten utama

Penghujung Tahun dan Sejuta Harapan

Sepertinya waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin aku memulai tahun 2012, sekarang tahun itu sudah hampir berakhir. Tak bisa kupungkiri bahwa dengan bertambahnya tahun, maka usiaku pun juga ikut bertambah. Meski aku tak seberapa ingat lagi apa yang sudah kulalui ketika usiaku sebelum ini, tapi aku tak pernah sekali pun meninggalkan masa laluku. Aku tetap menghargai masa laluku sebagai bentuk pembelajaran yang sungguh berarti. Aku tak mungkin sampai di masa ini tanpa melalui masa laluku. Benar, kan? Uh, mengerikan rasanya tatkala mengingat kembali apa yang telah terjadi padaku beberapa tahun yang lalu ketika aku berada di ambang kehancuran. Sesuatu yang seharusnya bisa menjadikanku seseorang yang lebih baik, tapi justru semakin membuatku terpuruk tanpa bisa berjalan di jalanku yang sesungguhnya. 

Kendati demikian, aku tetap menganggap apapun itu - meskipun buruk - sebagai separuh aku. Sebagian dari diriku yang harus menjadikan pembelajaran buruk itu sebagai sesuatu yang penting agar tidak terjadi lagi di jalur hidupku di masa depan. Tuhan telah menciptakanku sebagai manusia sejak aku dilahirkan ke dunia, dan bukannya sebagai keledai yang mungkin akan jatuh ke lubang yang sama dua kali ketika hewan itu telah melakukan kesalahan untuk kali pertama.

Oh, ayolah, tahun 2012 sudah hampir berakhir. Aku tak ingin terus-menerus terpuruk hanya karena sesuatu yang seharusnya sudah kutinggalkan sejak lama. Tuhan masih memberikanku kesempatan untuk bertaubat, aku yakin itu. Jadi, praktis kesempatan emas itu takkan kusia-siakan. Aku ingin bangkit dan memperbaiki hidupku. 

"So, goodbye the painful 2012, and welcome a (I hoped) shiny 2013."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene -nya hanya recipien universal ,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay -lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan? Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka.  Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tida

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition , yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda. Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi. Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Desti

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata ' deadline ' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline . Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia. Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup meng