Langsung ke konten utama

Jalanan Surabaya Mulai Lengang

Ketika aku melintasi jalanan kota Surabaya yang biasanya ramai oleh hiruk-pikuknya kendaraan bermotor, kini sepi dan lengang yang sekilas seperti kota mati. Rasanya asing tatkala aku melihat keadaan seperti ini. Tapi, tentu saja, ini hanya sementara saja. Liburan kali ini aku sekeluarga memutuskan untuk tidak kemana-mana. Dan yah, aku akui aku suka suasana kota yang lengang seperti ini - walau terkadang aku merasa aku seolah berada di kota lain.

Kulihat di kiri dan kanan jalan ketika aku melintas di sebuah lokasi yang biasanya ramai dikunjungi orang, kini hanya tersisa dedaunan yang jatuh dan seperti tidak terawat. Biasanya, musim sudah bergulir dari kemarau menjadi penghujan. Namun, kali ini tidak. Musim tak kunjung bergulir.

Bukan karena sebab lain, tetapi karena akhir-akhir ini cuaca memang sedang tidak menentu. Musim tak berjalan dengan seharusnya. Tapi, ya sudahlah. Toh, manusia tidak bisa mengatur musim seperti halnya manusia mengatur jam beker. 

Yang kupikirkan saat ini adalah bagaimana jika keadaan kota kelahiranku selalu sepi dan lengang seperti ini setiap hari. Mungkin aku tak perlu harus bangun pagi-pagi buta untuk berangkat beraktivitas. Haha, itu sih maunya setiap orang, kan? Tapi, mana mungkin bisa seperti itu? Setiap hari populasi kota-kota besar selalu bertambah, dan logikanya volume kendaraan bermotor pun juga akan bertambah. Sehingga, sebagai konsekuensinya, kemacetan akan terjadi. Hanya kesadaran diri sendiri saja yang bisa menyelamatkan diri kita masing-masing dari segala sesuatu yang (mungkin saja) bisa mengancam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene -nya hanya recipien universal ,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay -lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan? Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka.  Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tida

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition , yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda. Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi. Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Desti

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata ' deadline ' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline . Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia. Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup meng