Langsung ke konten utama

Sebuah Inspirasi

Inspirasi. Menurut pemikiranku inspirasi adalah sesuatu yang tiba-tiba datang - entah dari mana, atau bisa datang dari mana saja (bahkan dari toilet) - dan membuat alam bawah sadar pikiran kita jadi tergerak untuk menciptakan sesuatu yang sama sekali baru. Layaknya seorang desainer. Ia terkadang bisa mendapatkan inspirasi ketika mungkin ia sedang pergi ke sebuah pedesaan yang tak banyak populasi penduduknya, dan ia menciptakan sebuah desain pakaian ala pedesaan yang kemudian dipadupadankan dengan nuansa glamour yang akhirnya membuat satu desain itu laris di mode pasaran dunia.

Itu hanya sebuah contoh. Namun, tak hanya orang terkenal dengan profesi besar saja yang bisa mendapatkan inspirasi. Orang-orang awam seperti kita pun juga bisa mendapatkannya, tergantung dari apa yang ingin atau akan kita kerjakan. Misalnya saja kita ingin membuat sebuah lukisan dengan tema kehidupan metropolis? Lalu, tanpa sengaja kita harus berbelanja ke sebuah pertokoan untuk membeli sesuatu. Di sebuah stand tempat kita berbelanja ada satu item yang mungkin menarik perhatian kita, kemudian otak kita langsung bereaksi dan menjadikannya sebagai bahan inspirasi. Andai saja stand ini memiliki area yang luas dibandingkan dengan stand-stand lain, kemudian berdiri di sebuah lahan yang penuh dengan pengunjung yang notabene-nya adalah para penggila belanja. Tentu, bisa dibayangkan, bukan?

Terkadang aku pun mendapatkan sebuah inspirasi, hanya saja aku tidak tahu apakah itu sebuah inspirasi atau hanya angan-angan belaka. Bagiku, beda keduanya sangatlah tipis. Pun, aku tak tahu harus kuapakan inspirasi itu. Mungkin sekali waktu aku adalah seorang manusia yang wajib untuk berkaca dan berintrospeksi. Apa yang salah dengan diriku, sehingga tatkala berjuta inspirasi datang menyapaku aku hanya bergeming dan membiarkannya berlalu tanpa ada hasil. Begitu pula sebaliknya. Disaat aku membutuhkan banyak inspirasi, pikiranku rasanya buntu dan seolah tak ada jalan keluar. Mungkinkah inspirasi itu merupakan suatu misteri alam? Entahlah.

Komentar

  1. Inspirasi itu bisa datang kapan saja, dimana saja dan dlm kondisi apa saja.
    tergantung inspirasi itu mau kamu tuang dlm bentuk apa? yg jls inspirasi itu suatu masukan yg kemudian mendorong akal pikiran kita untuk menuangkannya kembali.

    pantes aja blognya ganti.kirain udh berhenti ngblog..?

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju banget tuch..!!
      hehe, iyah, alamat URL-nya aja udah aku hapus koq, tapi nggak mungkinlah kalau sampe berhenti total.. aku kan kangen sama teman2ku.. :)

      Hapus
  2. inspirasi ya?
    kalo aku sih, inspirasinya dari apa yg sedang aku rasakan aja.

    oya, kamu blm punya banner ya?bikin donk...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya.., jadi kalo lagi sedih inspirasinya juga sedih, gitu?
      pengennya juga gituuu, tapi gak tau gimana cara bikinnya.. :(

      Hapus

Posting Komentar

Thank you for your comment.

Postingan populer dari blog ini

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene -nya hanya recipien universal ,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay -lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan? Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka.  Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tida

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition , yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda. Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi. Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Desti

Deadline Akhir Bulan

Kalau dengar kata ' deadline ' itu berarti artinya urgent alias semua harus serbacepat supaya pekerjaan tidak terbengkalai dan segala sesuatunya bisa tertangani dengan baik. Aku sendiri sebenarnya kurang suka dengan yang namanya deadline . Pasalnya, sederhana saja, kalau pekerjaan bisa diselesaikan sejak awal, kenapa tidak dilakukan? Giliran mendekati batas akhir baru semuanya kalang-kabut seperti kebakaran jenggot. Iya kalau apa yang dikerjakan sudah seratus persen benar, kalau ada salah atau kurang mungkin, istilah deadline hanya tinggal istilah saja, bukan? Pada akhirnya, semuanya akan sia-sia. Pekerjaanku sebagai customer service selalu menuntutku untuk melayani setiap pertanyaan customer dan menjelaskan kepada mereka prosedur pemakaian jasa perusahaan pelayaran internasional tempatku bekerja. Pekerjaan ini memang impianku sejak aku duduk di bangku kuliah. Bisa bekerja di perusahaan asing yang memiliki reputasi bagus. Tapi, resiko yang harus aku jalani memang cukup meng