Langsung ke konten utama

Sahabat dari Seluruh Dunia

Memiliki seorang sahabat sungguh menyenangkan. Apalagi, jika sahabat kita bisa diajak bertukar pikiran dan selalu ada di setiap kita membutuhkannya. Memang, sih, sahabat bukanlah segala-galanya. Sahabat juga bukan salah satu dari anggota keluarga kita. Terkadang, sahabat terbaik pun bisa menjerumuskan kita ke pergaulan yang tidak sehat. Namun, ada kalanya kita membutuhkan keberadaan mereka di sisi kita.

Bagiku, sahabat adalah teman berbicara. Bagi sebagian orang, sahabat mungkin bisa berarti lain. Karena, seseorang lain yang kita sebut sahabat itu tidak mungkin bisa cocok dengan kita seratus persen. Ada satu dan lain hal yang membedakan sahabat dengan diri kita pribadi.

Aku masih ingat kala aku memiliki seorang sahabat. Tapi, aku tidak pernah bertemu dengannya. Gadis ini tinggal dan menetap di sebuah negara di kawasan Eropa. Tapi, ia adalah warga pribumi asli. Kupikir, sungguh menyenangkan bisa bersahabat dengannya. Beberapa bulan aku sempat berkirim pesan dengannya melalui pos. Tahun itu aku belum terlalu mengenal internet, begitu juga dia. Namun, lambat laun dengan berjalannya waktu persahabatan itu pun pudar dan menghilang. Aku sudah tidak ingat lagi dimana alamatnya. Aku juga lupa untuk mencatatnya. 

Persahabatanku itu aku jadikan pelajaranku berikutnya. Aku tidak merasa kecewa kehilangan satu sahabat, karena kupikir aku bisa mencarinya lagi yang benar-benar bisa menjadi seseorang yang dekat denganku, meski jarak tidak memungkinkan.

Aku pun berhasil memiliki beberapa sahabat dekat yang berasal dari berbagai negara. Diantaranya adalah: Korea Selatan, Rusia, Amerika, Swiss, dan Jerman. Walau terkadang susah untuk bisa bertemu dan bertatap muka dengan salah satu diantara mereka, tapi kuharap aku tidak kehilangan kontak dengan mereka untuk jangka waktu yang cukup lama. Kau tahu? Sungguh menyedihkan ketika kita harus kehilangan seorang sahabat yang sudah kita anggap seperti saudara sendiri. Aku pernah mengalaminya di dunia nyata, dan itu sangat membuatku terpukul.

Komentar

  1. Gak usah jauh2 lah! Mau kan jadi sahabatku? ;-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha, iyaaahh, maulah! :)
      Btw, thanks yah dah mampir..

      Hapus
  2. Life is nothing without friendship?
    kita sahabatan kan?

    BalasHapus

Posting Komentar

Thank you for your comment.

Postingan populer dari blog ini

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Kapan Ini Berakhir?

Kapankah cobaan ini akan berakhir, Ya Allah. 
Awalnya, kupikir mudah menjalani hidup ini sendirian. Ternyata tidak. Memang, sekuat-kuatnya aku ketika tetap mencoba untuk tersenyum dan tertawa disaat aku ingin menangis, di titik itulah aku merasa sangat rapuh dan kecil. Aku tahu ini cobaan hidupku yang mahaberat, tapi aku tetap berusaha bertahan dan mencoba sekali lagi untuk kuat menghadapinya. 
Manusia seperti aku tidak didesain memiliki mental sekuat baja. Tapi kembali lagi, aku masih punya Allah yang bisa saja dengan mudah menjadikan mentalku yang biasa-biasa saja menjadi sebilah baja yang amat kuat. 
Saat ini, aku memang tengah memiliki masalah keuangan yang cukup serius, dimana aku sendiri tidak tahu kapan semua ini akan berakhir, atau atau bagaimana aku akan bisa menyelesaikannya hingga tanpa ada sisa sedikit pun. 
Ingin rasanya aku menangis (sekeras-kerasnya hingga aku merasa bahwa beban ini akan bisa lenyap dan musnah hanya dengan berteriak), dan berharap aku bisa memutar lagi …