Langsung ke konten utama

Melihat Dunia yang Sesungguhnya

Dunia tak lebih dari sekedar bola berisikan kekayaan dan keajaiban alam. Tuhan menciptakan semua itu hanya untuk kepentingan makhluk hidup. Awalnya, aku tak melihat semua itu. Aku hanya bisa merasakan bahwa dunia adalah tempat manusia dan makhluk lainnya hidup, bernapas, dan berinteraksi. 

Namun, aku salah. Hanya orang-orang berpikiran pendek yang berpikir seperti itu, mungkin termasuk aku salah satunya. Setelah aku amati dengan baik dan kucoba untuk berpikiran luas, dunia ternyata menyimpan segalanya yang dibutuhkan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya : udara, hutan, lautan, pegunungan, dan masih banyak lagi.

Kekayaan-kekayaan alam itu mungkin dulunya tersedia banyak sekali, dan nyaris tak terbatas jumlahnya. Namun, entah kenapa, sekarang semuanya terasa seolah-olah sangat terbatas dan hampir bisa dikatakan langka. Mungkin, hanya sebagian masyarakat saja yang sadar akan hal itu - bahwasanya, kekayaan alam dan segala "aksesoris"-nya itu bisa saja habis sama sekali.

Di sisi lain aku juga berpikir bahwa usia Bumi memang sudah semakin tua. Namun, ketuaannya bukan karena ulah manusia. Yang aku pikirkan hanyalah bagaimana di usia Bumi yang menginjak senja ini manusia bisa menyadari apa yang seharusnya (bisa) dilakukan. Yah, seperti gencar menggalakkan penghijauan, atau mengurangi polusi udara dengan tidak terlalu banyak menggunakan kendaraan bermotor, atau mengurangi limbah yang bisa mencemari lingkungan, atau berbagai macam tindakan lain yang bisa memperpanjang usia Bumi. Aku hanya menyayangkan tingkat kesadaran manusia yang masih saja rendah dan tidak bisa berubah - mengingat Bumi adalah satu-satunya tempat mereka berpijak. Aku hanya tidak ingin membayangkan apabila Bumi sudah tidak bisa lagi memberikan kehidupan bagi manusia dan makhluk hidup lainnya, lalu dimana kita bisa hidup?

Komentar

  1. so berbuat baiklah terhadap sesama, bukan hanya manusia tapi semua yang ada di bumi...xixixi

    BalasHapus
  2. entahlah, mungkin kalo manusia udah bs membuat pesawat ruang angkasa dan bisa bepergian antar galaksi, mungkin kita pindah aja ke planet baru..

    BalasHapus

Posting Komentar

Thank you for your comment.

Postingan populer dari blog ini

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Kapan Ini Berakhir?

Kapankah cobaan ini akan berakhir, Ya Allah. 
Awalnya, kupikir mudah menjalani hidup ini sendirian. Ternyata tidak. Memang, sekuat-kuatnya aku ketika tetap mencoba untuk tersenyum dan tertawa disaat aku ingin menangis, di titik itulah aku merasa sangat rapuh dan kecil. Aku tahu ini cobaan hidupku yang mahaberat, tapi aku tetap berusaha bertahan dan mencoba sekali lagi untuk kuat menghadapinya. 
Manusia seperti aku tidak didesain memiliki mental sekuat baja. Tapi kembali lagi, aku masih punya Allah yang bisa saja dengan mudah menjadikan mentalku yang biasa-biasa saja menjadi sebilah baja yang amat kuat. 
Saat ini, aku memang tengah memiliki masalah keuangan yang cukup serius, dimana aku sendiri tidak tahu kapan semua ini akan berakhir, atau atau bagaimana aku akan bisa menyelesaikannya hingga tanpa ada sisa sedikit pun. 
Ingin rasanya aku menangis (sekeras-kerasnya hingga aku merasa bahwa beban ini akan bisa lenyap dan musnah hanya dengan berteriak), dan berharap aku bisa memutar lagi …