Langsung ke konten utama

Malaikat Pelindung

Sosok putih besar itu berdiri di hadapannya. Tersenyum, namun ada satu arti dalam senyumnya. Ia tak pernah tahu apa maksud malaikat itu mendatanginya. Selama ini ia memang selalu berdoa, berharap ada seseorang atau sesuatu yang bisa menolongnya keluar dari semua penderitaannya. Tapi, ia tak pernah menyangka bahwa malaikat yang kini berdiri di hadapannya inilah yang dikirimkan Tuhan untuknya.

Untuk beberapa saat ia tak bisa berkata-kata, terpaku dan kakinya seolah menyatu dengan tanah tempatnya berpijak. Lalu, malaikat berjubah putih itu mengulurkan tangannya dan senyum itu masih tetap terkembang di sudut bibirnya.

"Ikutlah denganku," katanya.

Kening gadis kecil itu berkerut. Apa maksudnya? Ikut kemana? Namun, percuma saja, kata-katanya serasa tersangkut di tenggorokannya. Malam dingin yang menyelimutinya membuat otaknya tak mampu berpikir. Tak ayal, ia pun mengikuti perintah sang malaikat. 

"Kemana?" tanyanya. Tapi, malaikat itu tidak menjawab.

Perlahan, kakinya yang sejak tadi seolah menyatu dengan tanah sedikit terangkat, dan kemudian terangkat lebih tinggi lagi. Ia terbang. Terbang bersama malaikat pelindungnya. 

"Kalau aku meninggalkan duniaku, lalu bagaimana dengan mereka? Mereka akan mencariku," ujar gadis itu saat tubuhnya sudah tidak lagi berada di bumi.

"Kau tidak akan benar-benar pergi dari duniamu. Mereka tetap bisa menemukanmu, karena aku hanya membawa sebagian dari sisi gelap jiwamu," jawab malaikat itu.

Gadis kecil itu berpikir. Selama ini ia tidak sadar bahwa ia memiliki sisi gelap. Yah, ia hanya manusia biasa yang memiliki dua sisi kehidupan layaknya dua sisi mata uang. Ia akhirnya tersadar. Malaikat ini membawa sisi gelap manusianya untuk dibersihkan dan ketika saatnya tiba nanti ia akan dikembalikan ke tubuh manusianya dan menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Kapan Ini Berakhir?

Kapankah cobaan ini akan berakhir, Ya Allah. 
Awalnya, kupikir mudah menjalani hidup ini sendirian. Ternyata tidak. Memang, sekuat-kuatnya aku ketika tetap mencoba untuk tersenyum dan tertawa disaat aku ingin menangis, di titik itulah aku merasa sangat rapuh dan kecil. Aku tahu ini cobaan hidupku yang mahaberat, tapi aku tetap berusaha bertahan dan mencoba sekali lagi untuk kuat menghadapinya. 
Manusia seperti aku tidak didesain memiliki mental sekuat baja. Tapi kembali lagi, aku masih punya Allah yang bisa saja dengan mudah menjadikan mentalku yang biasa-biasa saja menjadi sebilah baja yang amat kuat. 
Saat ini, aku memang tengah memiliki masalah keuangan yang cukup serius, dimana aku sendiri tidak tahu kapan semua ini akan berakhir, atau atau bagaimana aku akan bisa menyelesaikannya hingga tanpa ada sisa sedikit pun. 
Ingin rasanya aku menangis (sekeras-kerasnya hingga aku merasa bahwa beban ini akan bisa lenyap dan musnah hanya dengan berteriak), dan berharap aku bisa memutar lagi …