Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2012

Dunia yang Berubah

Kulihat akhir-akhir ini dunia tak lagi berada pada "tempat yang seharusnya". Semakin bertambahnya zaman, ia pun ikut berubah mengikuti perubahan zaman itu. Memang, sudah seharusnya ia tidak tinggal diam pada porosnya, tetapi perubahan yang dialaminya, kupikir, terlalu pesat.
Manusia mungkin tidak menyadari adanya perubahan-perubahan itu. Hanya siklus saja yang terkadang "berbicara". Manusia hanya bisa merasakan bahwa: duniaku sedang berevolusi. Yah, evolusi mungkin satu-satunya kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan yang ada saat ini. Entah apa yang akan terjadi esok dan esoknya lagi. Yang jelas, pada zaman ini dunia sedang mengalami perubahan.

Menurut apa yang kubaca pada sebuah media cetak maupun elektronik, adanya perubahan-perubahan itu tampak pada tingkah dan perilaku manusia juga. Peradaban yang tidak lagi memperhatikan perkembangan zaman. Sehingga, apa yang seharusnya lazim dikenakan menjadi tidak lazim - atau, bahkan tidak sedap dipandang mata.

Namun, aku…

Belajar Menjadi Seorang Pemasar

Kalau dilihat-lihat, dunia marketing sebenarnya tak jauh dari duniaku. Selama aku kuliah, aku juga diajarkan ilmu tentang bagaimana cara memasarkan barang atau produk. Tak mudah memang, tapi kalau kita sudah tahu cara-caranya, pasti akan jadi suatu pekerjaan yang mudah dan mungkin menyenangkan.
Memasarkan barang atau jasa tak semudah membalikkan telapak tangan. Dibutuhkan keahlian khusus untuk bisa mencapai suatu target atau pencapaian yang diinginkan. Tapi, dengan banyak membaca dan terjun ke lapangan untuk melakukan survei pasar secara langsung, tak ada yang tak mungkin.
Aku sebenarnya ingin belajar menjadi seorang marketer yang sukses. Tak jarang aku mencoba terjun ke dunia bisnis marketing, namun tak pernah membuahkan hasil. Memang sih, aku tak pandai memasarkan barang atau jasa. Karenanya, aku harus banyak belajar dari orang lain. Salah satunya, aku belajar dari teman sekaligus sahabatku, si penghuni60. Kulihat, ia sudah lumayan sukses menjadi seorang pemasar - di samping blognya y…

Sahabat dari Seluruh Dunia

Memiliki seorang sahabat sungguh menyenangkan. Apalagi, jika sahabat kita bisa diajak bertukar pikiran dan selalu ada di setiap kita membutuhkannya. Memang, sih, sahabat bukanlah segala-galanya. Sahabat juga bukan salah satu dari anggota keluarga kita. Terkadang, sahabat terbaik pun bisa menjerumuskan kita ke pergaulan yang tidak sehat. Namun, ada kalanya kita membutuhkan keberadaan mereka di sisi kita.
Bagiku, sahabat adalah teman berbicara. Bagi sebagian orang, sahabat mungkin bisa berarti lain. Karena, seseorang lain yang kita sebut sahabat itu tidak mungkin bisa cocok dengan kita seratus persen. Ada satu dan lain hal yang membedakan sahabat dengan diri kita pribadi.
Aku masih ingat kala aku memiliki seorang sahabat. Tapi, aku tidak pernah bertemu dengannya. Gadis ini tinggal dan menetap di sebuah negara di kawasan Eropa. Tapi, ia adalah warga pribumi asli. Kupikir, sungguh menyenangkan bisa bersahabat dengannya. Beberapa bulan aku sempat berkirim pesan dengannya melalui pos. Tahun i…

Malaikat Pelindung

Sosok putih besar itu berdiri di hadapannya. Tersenyum, namun ada satu arti dalam senyumnya. Ia tak pernah tahu apa maksud malaikat itu mendatanginya. Selama ini ia memang selalu berdoa, berharap ada seseorang atau sesuatu yang bisa menolongnya keluar dari semua penderitaannya. Tapi, ia tak pernah menyangka bahwa malaikat yang kini berdiri di hadapannya inilah yang dikirimkan Tuhan untuknya.
Untuk beberapa saat ia tak bisa berkata-kata, terpaku dan kakinya seolah menyatu dengan tanah tempatnya berpijak. Lalu, malaikat berjubah putih itu mengulurkan tangannya dan senyum itu masih tetap terkembang di sudut bibirnya.
"Ikutlah denganku," katanya.
Kening gadis kecil itu berkerut. Apa maksudnya? Ikut kemana? Namun, percuma saja, kata-katanya serasa tersangkut di tenggorokannya. Malam dingin yang menyelimutinya membuat otaknya tak mampu berpikir. Tak ayal, ia pun mengikuti perintah sang malaikat. 
"Kemana?" tanyanya. Tapi, malaikat itu tidak menjawab.
Perlahan, kakinya yang se…

Lilin itu Bak Genta di Malam Hari

Sesuatu berpendar di salah satu sudut ruangan yang gelap dan nyaris tak ada tanda-tanda kehidupan. Tapi, tidak, ada seseorang yang terus menatap sebuah nyala api kuning yang bergoyang-goyang disana. Ia tidak mati, tidak juga hidup. Matanya nanar menatap benda kecil panjang bersinar itu. Sebuah lilin kecil.
Tak ada yang tahu apa yang dilakukannya dengan lilin kecil dengan nyala yang tak begitu terang itu. Namun, satu yang dapat disimpulkan tatkala seseorang melihat jauh di kedalaman matanya. Sebuah harapan. Semua orang di sekelilingnya bisa memahami mengapa hanya lilin itu satu-satunya teman baginya ketika malam tiba. Ruangan gelap tempatnya disekap tak bisa memberikan kebahagiaan apa-apa baginya. Ia seperti burung dalam sangkar emas. Walau tak ada apapun yang tak bisa dimilikinya, tapi tidak dengan hati kecilnya. Banyak yang ingin diraihnya dalam hidupnya. 
Sesekali matanya memerah ketika ia terus menatap lilin kecil itu. Bukan karena apa-apa, tapi ia ingin menangis. Andai saja lilin it…

Sebuah Inspirasi

Inspirasi. Menurut pemikiranku inspirasi adalah sesuatu yang tiba-tiba datang - entah dari mana, atau bisa datang dari mana saja (bahkan dari toilet) - dan membuat alam bawah sadar pikiran kita jadi tergerak untuk menciptakan sesuatu yang sama sekali baru. Layaknya seorang desainer. Ia terkadang bisa mendapatkan inspirasi ketika mungkin ia sedang pergi ke sebuah pedesaan yang tak banyak populasi penduduknya, dan ia menciptakan sebuah desain pakaian ala pedesaan yang kemudian dipadupadankan dengan nuansa glamour yang akhirnya membuat satu desain itu laris di mode pasaran dunia.
Itu hanya sebuah contoh. Namun, tak hanya orang terkenal dengan profesi besar saja yang bisa mendapatkan inspirasi. Orang-orang awam seperti kita pun juga bisa mendapatkannya, tergantung dari apa yang ingin atau akan kita kerjakan. Misalnya saja kita ingin membuat sebuah lukisan dengan tema kehidupan metropolis? Lalu, tanpa sengaja kita harus berbelanja ke sebuah pertokoan untuk membeli sesuatu. Di sebuah stand t…

Melihat Dunia yang Sesungguhnya

Dunia tak lebih dari sekedar bola berisikan kekayaan dan keajaiban alam. Tuhan menciptakan semua itu hanya untuk kepentingan makhluk hidup. Awalnya, aku tak melihat semua itu. Aku hanya bisa merasakan bahwa dunia adalah tempat manusia dan makhluk lainnya hidup, bernapas, dan berinteraksi. 
Namun, aku salah. Hanya orang-orang berpikiran pendek yang berpikir seperti itu, mungkin termasuk aku salah satunya. Setelah aku amati dengan baik dan kucoba untuk berpikiran luas, dunia ternyata menyimpan segalanya yang dibutuhkan oleh manusia dan makhluk hidup lainnya : udara, hutan, lautan, pegunungan, dan masih banyak lagi.
Kekayaan-kekayaan alam itu mungkin dulunya tersedia banyak sekali, dan nyaris tak terbatas jumlahnya. Namun, entah kenapa, sekarang semuanya terasa seolah-olah sangat terbatas dan hampir bisa dikatakan langka. Mungkin, hanya sebagian masyarakat saja yang sadar akan hal itu - bahwasanya, kekayaan alam dan segala "aksesoris"-nya itu bisa saja habis sama sekali.
Di sisi …