Langsung ke konten utama

Friday 13th

Entah kenapa, aku baru posting sekarang meskipun aku sudah lama membuat blog ini. Tadinya sih, ketika aku sudah posting satu atau dua tulisan, toh pada akhirnya tulisan itu kuhapus lagi. Dan, tepat pada hari ini - Friday 13th (Jumat Ketigabelas) - aku baru memulai posting lagi.

Pernah sekali waktu aku melihat film judulnya "Friday 13th" yang menurutku lumayan serem - untuk ukuran aku yang suka lihat film horor. Ada banyak mistis yang tersimpan di dalamnya. Tapi, ukuran mistis atau tidaknya itu tergantung pada setiap orang bagaimana menilai kemistisan itu sendiri. Lagipula, Friday 13th yang aku bicarakan ini berkaitan dengan angka 13, dimana sebagian besar masyarakat menganggap bahwa angka 13 adalah lambang kesialan. Di sebagian tempat, seperti rumah sakit kebanyakan tidak memiliki kamar nomor 13. Begitu pula dengan gedung-gedung tinggi yang kebanyakan tidak memiliki lantai nomor 13.

Namun, ketakutan akan angka 13 seperti ini sesungguhnya tidak beralasan. Hanya satu mitos yang terlalu dibesar-besarkan, sehingga apa yang ditakutkan benar-benar menjadi kenyataan. Ketakutan atau fobia seperti ini sering disebut sebagai friggatriskaidekaphobia. Sementara, fobia pada angka 13 disebut sebagai triskaidekaphobia.

Menurut aku pribadi, sih, semua angka sama saja. Tak ada yang benar-benar mengerikan atau membawa kesialan, atau yang lain-lainnya. Semuanya hanya mitos yang notabene-nya kita boleh mempercayainya atau menganggapnya hanya fun belaka. 

Komentar

  1. haha, itu kan cuma sugesti aja sob..
    yg penting sih, keyakinan hati kita aja..

    aku follow ya
    salam knl

    BalasHapus
    Balasan
    1. yup, setuju dech..! oke, ntar aku visit blog kamu juga.. thanks.. :)

      Hapus
  2. Waoooww... Ini kebetulankah? Nemu posting ini, dihari setelah tanggal dan hari yang sama! *Telat sehari

    BalasHapus

Posting Komentar

Thank you for your comment.

Postingan populer dari blog ini

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.
Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.
Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination…

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?
Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 
Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak dip…

Kapan Ini Berakhir?

Kapankah cobaan ini akan berakhir, Ya Allah. 
Awalnya, kupikir mudah menjalani hidup ini sendirian. Ternyata tidak. Memang, sekuat-kuatnya aku ketika tetap mencoba untuk tersenyum dan tertawa disaat aku ingin menangis, di titik itulah aku merasa sangat rapuh dan kecil. Aku tahu ini cobaan hidupku yang mahaberat, tapi aku tetap berusaha bertahan dan mencoba sekali lagi untuk kuat menghadapinya. 
Manusia seperti aku tidak didesain memiliki mental sekuat baja. Tapi kembali lagi, aku masih punya Allah yang bisa saja dengan mudah menjadikan mentalku yang biasa-biasa saja menjadi sebilah baja yang amat kuat. 
Saat ini, aku memang tengah memiliki masalah keuangan yang cukup serius, dimana aku sendiri tidak tahu kapan semua ini akan berakhir, atau atau bagaimana aku akan bisa menyelesaikannya hingga tanpa ada sisa sedikit pun. 
Ingin rasanya aku menangis (sekeras-kerasnya hingga aku merasa bahwa beban ini akan bisa lenyap dan musnah hanya dengan berteriak), dan berharap aku bisa memutar lagi …