Featured

Selasa, 24 Mei 2016

Monday Gown

Bukan sebuah hal yang mustahil jika aku uring-uringan setiap tiba hari Senin. Haha, mungkin efek istilah 'I hate Monday' masih melekat pada diriku yaa. Padahal itu kan istilah bagi anak-anak sekolahan atau kuliah dimana mata kuliah untuk hari itu (biasanya) sedang padat-padatnya. Tapi, bagiku istilah 'I hate Monday' masih juga berlaku karena (memang) pekerjaanku begitu banyak dan bejibun, ditambah pula dengan suasana hatiku yang sedang tidak menentu. 

Mungkin karena kelelahan atau apa, tiba-tiba saja mataku begitu berat dan rasanya bagai ditarik ke bawah oleh tangan-tangan setan, sehingga hawa mengantuk menyerangku bertubi-tubi. Tapi, aku berusaha mengatasinya dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah mencuci muka. Mendengarkan musik juga bisa menjadi 'obat mujarab' untuk mengusir kantuk yang amat sangat. 

Meski tak banyak membantu namun setidaknya lumayan mengurangi rasa kantukku. Dan, pada akhirnya, aku bisa survive dengan senyuman. Sebuah 'kulit' di hari Senin yang melelahkan? Sebuah 'gaun' di hari Senin yang membosankan? Atau, sebuah 'kemasan' di hari Senin yang sungguh enggan untuk dilalui? Entahlah, mungkin bukan dikatakan sebagai senyuman, atau kulit, atau gaun, atau kemasan, atau apalah namanya. Menurutku lebih kepada rasa simpatik. Setelah sehari penuh dilalui dengan sungguh padat, alangkah baiknya jika semua itu dihapus dengan senyuman demi menyambut esok pagi yang lebih baik. Semua orang tahu bahwa sebuah kesan klasik demi masa depan itu penting adanya. Ibarat, tak ada asap takkan ada api, tak ada telur takkan ada ayam. Sehingga, apa yang akan kita lalui esok tak pelak ada hubungan erat dengan apa yang kita lakukan hari ini. Berbaik-baiklah mengukir harimu dengan apa yang membuatmu semangat untuk menjalankan esok hari. 

Senin, 23 Mei 2016

Alexa Rank

Aahh rasanya sudah lama sekali yaa aku tidak memedulikan alexa-alexa-an, sejak aku jarang 'memberi makan' blog-ku ini (padahal aku beli domainnya nggak murah, haha, malah curhat!). Eh tapi serius, aku memang tidak seberapa memedulikan rank seperti yang dikejar oleh para blogger lainnya. No! Aku tidak peduli dengan itu semua. Kalau mendapat rank ya syukur, kalau tidak ya tidak apa-apa. Kecuali, kalau aku membuat blog ini bertujuan untuk kukomersilkan, tapi ini tidak. Aku....hmm, rasanya aku pernah membahasnya di tulisan terdahuluku kalau aku sebenarnya bercita-cita jadi penulis? Haha, yaahh penulis yang tidak tersampaikan niatnya. Jadilah, aku mengelola blog ini, hanya karena aku ingin mengasah kemampuan menulisku saja, tidak lebih.

Belakangan kalau aku perhatikan situs alexa rank sudah tidak seperti dulu lagi. Terakhir kali aku membuka situsnya malah harus bayar kalau kita ingin mendaftarkan blog kita. Padahal, dulu setahuku tidak begitu. Ya okelah, situs Alexa memang bergengsi yaa di kalangan para blogger yang mengejar rank. Tapi kalau harus bayar, rasanya tidak mungkin yaa. Tahu sendiri kan bagaimana karakteristik orang Indonesia?

Tapi, memiliki rank untuk blog bisa dikatakan penting tidak penting yaa, tergantung untuk tujuan apa dulu blog tersebut dibuat. Jika tujuannya untuk dikomersilkan demi mendapatkan pundi-pundi rupiah bahkan dollar yaa memiliki rank itu menjadi wajib hukumnya. Sebaliknya, jika hanya untuk tempat curhat dan berbagi kisah klasik demi masa depan (haha), rasanya mengejar rank itu tidaklah penting.

Sehingga, sebuah pencapaian itu dikatakan penting apabila apa yang kita tonjolkan memiliki porsi-porsi tertentu yang memang bisa dijadikan sebagai bahan penilaian. Dan, tidak semua aspek bisa dijadikan bahan penilaian bergantung dari seberapa penting aspek tersebut bermanfaat bagi khalayak. 

Sabtu, 21 Mei 2016

Bangun dari Tidur Panjang

Akibat dari galau yang berkepanjangan, aku sempat memutuskan hiatus dari dunia per-blogging-an dan sama sekali tak ingin menulis apapun. Otakku seakan mati rasa dan entah apa yang merasukiku, lantas aku membuat segalanya menjadi kacau dan nyaris untuk menutup blog kecil ini. Namun, nyatanya aku tak sampai hati melakukannya. Blog ini telah membawaku ke sebuah dunia yang mungkin aku sendiri takkan mengetahuinya jika aku tidak menulis. Menulis memang bukan satu-satunya yang terpenting, tapi tak dapat kupungkiri bahwa dengan menulis aku bisa menenangkan pikiranku barang sejenak. Melepas penat setelah aku lelah bekerja seharian. Dan, ingatanku masih segar ketika aku menemukan dia, sang belahan jiwa, beberapa tahun yang lalu disini--dengan tulisan ini. 

Mungkin, istilah 'bangun dari tidur panjang' adalah yang cocok untukku, daripada istilah 'hiatus' yang sudah terlalu mainstream. Dan, pada kenyataannya, aku masih ada disini bersama blog kecilku yang senantiasa menemani hari-hariku. 

Ini bukan lebay atau apa, karena ini hanyalah info bahwa blog ini sudah aktif kembali. ^^


Selasa, 06 Oktober 2015

Bilakah Waktu Kugenggam

Sekali lagi..., sekali lagi aku mencoba berdamai dengan waktu. Meski aku tak ingin, tapi aku tak punya pilihan lain. Ribuan kali aku mencoba meyakinkan diriku sendiri bahwa aku hanyalah manusia biasa yang tak memiliki kuasa apapun. Manusia hanyalah makhluk kecil, tak lebih besar dari seukuran semut di hadapan Tuhan.

Namun demikian, tak bolehkah jika aku memiliki mimpi, keinginan, dan harapan?--meski aku telah lelah bermimpi, lelah berharap, dan keinginan-keinginanku nyaris sirna ditelan kabut airmata. Dan, sekali lagi, aku hanyalah manusia biasa. Aku masih memiliki kesempatan untuk membangun kembali mimpi-mimpiku, dan meraih asa yang nyaris kulepaskan.

Meski dadaku sesak dan aku hampir-hampir tak bisa menahan bulir-bulir airmataku jatuh membasahi pipi, aku akan tetap menunggu. Tak pernah ada kata paksaan dalam arti menunggu. Cinta ini pun bukan paksaan. Semuanya murni dari lubuk hatiku yang terdalam. Dan, perasaan ini tak terhapuskan, hingga Tuhan mengambil senyumku, tangisku, resahku, hingga raga yang menghidupkan aku. Semuanya.

Bilakah waktu kugenggam, dan bilakah asa kuraih?
Bilakah waktu kugenggam, dan bilakah cinta kumiliki seutuhnya?

Aku tak pernah menghujat waktu. Aku hanya ingin menanyakan satu pertanyaan, "Mengapa waktu tak pernah bisa berdamai denganku?"

Jumat, 11 September 2015

Ketika Akhir Bukanlah Sebuah Tujuan

Terkadang, seseorang kerap melupakan tujuan awal mereka melakukan suatu hal. Sebagai contoh saja orang berbelanja di supermarket. Di rumah sebelum berangkat pastinya kita sudah mempersiapkan sebuah daftar belanjaan, apa-apa saja yang kira-kira harus dibeli agar nanti tidak kalap ketika sudah mulai berbelanja. Namun, apa yang terjadi pada kebanyakan orang-orang? Mereka kalap, dan lupa dengan tujuan awal mereka ke supermarket tersebut. Dan parahnya, barang yang terpenting yang seharusnya dibeli malah tidak terbeli. Itulah sebuah fenomena kecil kehidupan di masyarakat. Benarkah demikian? (Kalau iya, berarti aku udah cocok jadi paranormal, haha!)

Sama halnya dengan manusia dan kehidupannya. Manusia diciptakan Tuhan agar mereka menghirup udara di Bumi untuk menggapai semua impian dan tujuannya. Karenanya, itulah sebabnya mengapa ada yang dinamakan dengan 'masa depan'. Masa depan adalah bagian dari sebuah tujuan yang harus diraih oleh manusia. Kau boleh saja bermimpi dan berangan-angan, namun kau harus paham batasan dari mimpi dan angan-angan milikmu. Jangan sampai pada akhirnya kita yang diperbudak oleh mimpi dan angan-angan kita sendiri. 

Lantas, dari jabaran yang aku tulis diatas, apa pendapatmu jika seseorang tidak memiliki sebuah tujuan ketika ia melakukan sesuatu? Wasting time? Atau, mereka bahkan merasa masa bodoh dengan tujuan? "Ah, persetan dengan tujuan. Aku toh bahagia dengan apa yang kulakukan." Begitukah yang sering mereka utarakan ketika tujuan bukanlah suatu akhir? Lalu, untuk apa? Apa untungnya? Apa yang kau dapat dari semua itu? Sadarkah kau bahwa kau telah menggadaikan harga dirimu? Lalu, jika telah tergadai, dengan cara apa kau akan menebusnya? Sungguh suatu hal yang sangat sia-sia.

Manusia memiliki akal dan pikiran yang sehat. Pun, manusia diciptakan menjadi makhluk paling sempurna dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Lalu, mengapa kita tidak memanfaatkan kesempurnaan ini dengan melakukan suatu hal yang sekiranya tidak merugikan diri kita sendiri? Kita hidup hanya sekali, dan mati pun sekali. Hidup pun seharusnya bisa kita nikmati. Tapi, menikmati hidup tidaklah sama dengan menantang bahaya dan merugikan diri sendiri. Menikmati hidup juga tidak sama dengan melukai diri sendiri dengan mengatasnamakan cinta. Cinta itu anugerah, Kawan. Jangan pernah membawa-bawa cinta jika kau tak tahu apa maknanya. Dan, jangan pernah pula menjadikan cinta sebagai tameng alasan ketika kau menempatkannya di ruang dan waktu yang salah. Manusia-lah yang seharusnya bertanggungjawab dan menggunakan kelebihannya untuk tidak membuat harga diri cinta terlacurkan atas kesalahan yang dilakukan.

"Think wisely before you do wrong, Guys. Life is too beautiful to get damn."

Sabtu, 05 September 2015

Tanya Hatimu

Aku tak pernah ingin berpikir negatif ataupun berprasangka buruk dengan siapapun, terlebih dengan kekasihku sendiri. Karena, manusia yang berpasangan seharusnya harus saling mendukung, kan?

Itulah sebabnya, dibutuhkan hati yang besar dan jiwa yang lapang untuk menerima apapun yang terdengar mustahil untuk diterima dan sejatinya aku sendiri belum pernah mengatasi hatiku untuk hal yang semacam ini. Tapi, kalau ini untuk kebaikan cinta kami di masa depan, apa aku terlihat seperti punya pilihan lain yang lebih baik....selain mendukungnya? 

Okelah, aku takkan lagi mengungkit sesuatu yang membuat segala sesuatunya menjadi tidak baik. Cukup sekali aku melakukan hal bodoh dan aku bersumpah pada diriku sendiri aku takkan mengulanginya. Manusia yang memiliki akal dan pikiran takkan jatuh ke lubang yang sama dua kali. 

Aku hanya perlu bersabar....dan bersabar lagi. Pun, manusia memiliki batas wajar kesabaran, aku tak peduli. Kuanggap itu sebagai ujian kesabaran yang diberikan Tuhan padaku. Dan, jika aku bisa sukses melaluinya, Tuhan akan memberikan reward padaku. Itu sudah pasti. Dan, itu juga berlaku bagi setiap manusia di Bumi ini, tanpa terkecuali. Karena manusia hidup tak akan pernah mudah, namun Tuhan takkan memberikan ujian tanpa ada penyelesaian kepada manusia-manusianya. Aku yakin... 

Rabu, 15 Juli 2015

Not Just Only Tomato

Sejak aku membaca banyak referensi, aku jadi tahu banyak manfaat tomat bagi kesehatan tubuh manusia. Padahal, tadinya aku sangat-sangat tidak suka dengan segala apapun yang berkaitan dengan sayur-sayuran. Tapi, aku memaksa dan meyakinkan diriku sendiri bahwa tomat adalah salah satu sayuran yang penting, walaupun masih banyak juga sayur-sayuran lain yang jauh lebih penting dibandingkan tomat. At least, aku telah berhasil memakan dan merasakan manfaatnya.

Awalnya pun kupikir tomat hanya enak dimakan sebagai lalapan bersama dengan salad dan mayonaise. Tapi, nyatanya tidak. Tomat bisa enak dimakan mentahan dengan hanya ditaburi gula. Hmm, yummy!! :)

Tomat yang dimakan mentah ternyata berkhasiat untuk kesehatan, kecantikan, serta baik dikonsumsi untuk wanita hamil. Dalam tomat banyak mengandung nutrisi penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin K, dan vitamin B6, serta mengandung kalium, folat, thiamin, niacin, magnesium, tembaga, dan fosfor. Selain itu mengandung antioksidan yang sangat baik untuk menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker dan penyakit jantung.

Tomat mentah yang di jus juga bisa mengobati kerontokan rambut. Awalnya pun aku juga tidak terlalu percaya, dan kupikir tomat hanya sekedar sayuran pelengkap dan hanya sebatas sayur, dan kupikir juga mengobati kerontokan rambut harus dilakukan dengan bahan-bahan kimia seperti vitamin untuk rambut, cem-ceman, dan lain-lain. Tapi tidak, aku salah. Hanya dengan memakan tomat saja sudah cukup untuk mengatasinya. Tak kusangka.

Aku menulis ini sebagai referensi saja. Untuk hasil akhirnya mungkin berbeda-beda, tergantung dari seberapa sering kadar mengkonsumsi tomat.

Selasa, 09 Juni 2015

Time Travel

Perjalanan waktu...bagiku adalah sesuatu yang nyata setengah mimpi. Semua manusia pastilah memiliki sebuah kenangan yang mungkin masih diingatnya atau mungkin sudah melebur menjadi satu dalam desiran angin seiring mereka bernapas. 

Namun, aku lebih suka bermimpi tentang sesuatu yang membuatku selalu tersenyum sepanjang hari ketika aku terbangun. Mimpi yang seakan sungguh terasa nyata, bisa kusentuh dengan tiap lengkuk jemariku. Seakan pula bisa kupeluk dengan kedua lenganku.

Tak ada seorang pun manusia yang tak ingin mimpinya hanya sekedar mimpi tanpa bisa dijadikannya kenyataan. Tatkala aku membaca tentang kisah perjalanan waktu, aku mulai berpikir bahwasanya jika ada waktu yang berjalan mundur, pastinya ada juga waktu yang bergerak maju atau yang biasa disebut dengan masa depan.

Aku selalu berharap bisa 'berteman' dengan waktu, yang bisa membawaku ke sebuah masa dimana aku sudah bisa berdiri sendiri dengan kedua kakiku dan aku tak lagi merepotkan orang-orang yang selama ini kurepotkan. Namun, yang terpenting adalah bahwa waktu juga bisa membawaku ke sebuah masa dimana aku bisa memiliki orang yang sangat ingin kumiliki.

K.A.M.U -- Dan, aku tak perlu mengatakan siapa dia. 

Sabtu, 23 Mei 2015

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?

Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 

Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak diperkenankan mendonorkan darahnya bisa dicek disini.  Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendonorkan darahnya, hanya saja si pendonor harus terlebih dahulu memenuhi syarat dan tidak sedang memiliki penyakit apapun. 

Kegiatan sosial yang bisa kulakukan hanyalah mendonorkan darahku untuk sementara waktu. Suatu wadah yang masih terjangkau oleh kedua langkah kakiku. Dan, mungkin di masa yang akan datang aku akan lebih bisa melakukan sesuatu yang lebih lagi. 

Rabu, 13 Mei 2015

Aku Takut

Pertengahan tahun sudah terjamah. Jari-jari waktu semakin dekat menggapaiku, terbuka dan menganga lebar seolah siap menelanku hidup-hidup ke dalam kegelapannya yang gelap mencekam. Aku takut. Ingin kupejamkan mata dan kututup rapat-rapat telingaku agar aku tak perlu lagi melihat dan mendengarkan suara-suara sumbang diluar sana. Suara yang hanya bisa mengolok dan menertawakan tanpa bisa memberikan solusi. Suara yang hanya bisa membuat mental seseorang jatuh dan tersudut tanpa pernah bisa tergerak lagi.

Sebenarnya kita ini apa? Manusia? Hantu? Atau apa? Atau, makhluk jadi-jadian? Siluman? Bukan, kan? 

Kita manusia. Manusia itu makhluk sosial. Makhluk yang saling bantu-membantu satu dengan yang lainnya. Makhluk yang memiliki akal sehat dan budi pekerti yang luhur. Bukan makhluk sosial tapi saling menjatuhkan dan ingin menang sendiri. 

Manusia memang memiliki kepentingan dan kebutuhannya masing-masing. Tapi, kedua hal polemik itu tidak bisa dijadikan tameng (perisai) ataupun alasan untuk saling mengalahkan. Yang kuat yang menang dan yang lemah yang akan kalah. Begitukah? Itu hukum rimba, Kawan. Dan kita manusia tidak hidup di dalam rimba. Kita manusia hidup secara normal dan juga melakukan hal yang normal pula. Karena, sejatinya kita manusia tidak sedang berebut rantai makanan layaknya hewan yang hidup di dalam rimba.

Aku hanya takut pada waktu yang di mataku seolah menjelma menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja ketika sudah tiba saatnya. Mungkin pelarian bukanlah hal yang terbaik, tapi pelarian bisa menjadi hal yang tepat dilakukan disaat yang juga tepat.

Rabu, 29 April 2015

Big Hope

Harapan terbesarku saat ini adalah waktu. Jika aku diijinkan untuk berandai-andai, kata-kata yang keluar mungkin adalah waktu. Aku berpikir bahwa mungkin seseorang memang tak bisa menghindarinya. Kedengarannya seperti galau yaa, tapi tidak. Ini bukan soal galau atau apapun lah yang semacamnya. Ini tentang kekhawatiran tingkat dewa. Oh maann!!! :(

Waktu yang kuharapkan bukan untuk diriku sendiri melainkan lebih kepada pihak lain yang notabene-nya orang terpenting dalam hidupku. Entahlah, kupikir rasanya waktu dan Dewi Fortuna rasanya belum begitu berpihak pada kami. Dari satu dan lain hal mungkin memang iya, ada satu dan lain keberuntungan yang ia berikan, tapi aku menginginkan yang lain yang lebih penting dibandingkan itu semua - atau mungkin malah yang terpenting, sepenting kita hidup, bernapas, dan menghirup udara.

Oh sudahlah, aku hanya bisa menulis dan menulis. Namun, memang iya, meski sederhana dan bisa dibilang tidak ada apa-apanya, tulisanku menyiratkan banyak harapan dan sarat makna. Ada banyak mimpi disana, yang aku sendiri pun tak sanggup menyandangnya jika seorang diri. Aku selalu membutuhkannya :)

Rabu, 11 Maret 2015

Dunia Ini (Tidak) Adil

Beberapa waktu lalu betapa aku marah sampai-sampai aku mengumpat dan menilai (tanpa pikir panjang) bahwa dunia ini tidak adil. Mungkin memang benar bahwa dunia ini sebenarnya tidak bisa berlaku adil bagi setiap manusia, tapi itu hanyalah segelintir orang yang memang merasa bahwa dunia ini tidak adil. Apabila, jika aku perhatikan dengan baik dan lebih ditelusuri lagi, dunia ini cukup adil. Kukatakan 'cukup' karena memang aku tidak sepenuhnya mempercayai akan keadilan tersebut.

Namun, aku sendiri telah menyadari bahwa dunia ini cukuplah berlaku adil. Meski tak kasat mata, namun aku bisa merasakannya. Contoh kecil kejadian-kejadian yang aku alami di kantor adalah sekelumit cerita yang menunjukkan keadilan tersebut. Mungkin juga Tuhan sayang padaku dengan tidak menambah beban pikiranku dengan pekerjaanku. Padahal sebelumnya aku cukup teledor dan ceroboh dalam melakukan setiap pekerjaan di kantor. 

Mungkin memang sebaiknya manusia tidak seharusnya seenaknya saja menilai sesuatu hal yang belum tentu diketahui. Sama halnya dengan hakim yang menjatuhkan sebuah hukuman tanpa mengetahui jalan dan sidak perkaranya, maka bisa dipastikan ia akan menyesal seumur hidupnya. Kuasa manusia tak lebih besar dari ujung kuku mereka sendiri, dan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kuasa Tuhan yang luasnya seluruh jagad raya alam semesta.

"Be a better person is a better way to go for live".

Minggu, 08 Februari 2015

Memposisikan Diri

Semua orang pasti menyadari betapa susah seseorang mau menerima kritik atau nasihat yang membangun namun menusuk ulu hati. Kau pikir berapa banyak yang bisa benar-benar lapang bisa menerimanya? Mungkin tak lebih banyak dari jumlah jari tangan dan kakimu. Kalaupun memang bisa menerima, pastinya ia telah belajar membiasakan diri menerima segala hal dan kemungkinan terburuk dalam kurun waktu yang cukup lama.

Aku pribadi juga bukanlah sosok yang bisa mengendalikan amarah dan perasaan tidak peduli sesama dengan baik. Aku, dan manusia lainnya juga sama...bukan sosok makhluk yang sempurna. Selalu ada kekurangan dan kelebihan di diri mereka masing-masing. Namun, manusia pada dasarnya telah dibekali dengan akal dan pikiran yang sempurna sehingga mereka mampu mengendalikan diri mereka tentang bagaimana caranya harus bersikap.

Kritik, saran, atau masukan, atau apapun lah namanya itu sekilas memang nampak seperti nasihat yang membangun agar ke depannya kita bisa menjadi lebih baik dari hari ini atau hari-hari sebelumnya, dan yang terpenting kita tidak akan mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama apabila kita memang melakukan sesuatu yang tidak benar. Kita seharusnya sadar akan siapa kita bagi orang lain. Bukan siapa-siapa. Hanya sesama manusia yang memiliki hak hidup dan kewajiban yang sama, yang juga sama-sama menginjakkan kaki di bumi nusantara.

Dengan kita menyadari segala sesuatunya, maka kita dengan sendirinya juga pasti dapat memahami keberadaan orang lain di sekitar kita. Aku pun demikian. Berapa kali aku selalu mengingatkan bahwa aku bukanlah sosok yang sempurna. Tidak di hadapan mereka, tidak pula di hadapan Tuhan. Siapa aku? Oh, just nothing! 

Tapi, jangan sesekali melupakan tujuan kita hidup di dunia ini sebelum kita menginjakkan kaki di dunia lain. Karena, dengan sengaja atau tidak, manusia hidup pastinya memiliki tujuan yang hendak dicapainya...apapun itu. Kesadaran akan keberadaan kita sangatlah penting, namun fokus pada apa yang menjadi titik-titik sasaran tembak kita pun juga tak kalah penting. Hanya...belajar lah menjadi sosok individu yang lebih bisa mengendalikan diri dan paham pada apa yang terjadi di sekitar kita.

Minggu, 25 Januari 2015

Whatever it Takes, It's Me...

Ada yang bilang kalau aku ini orangnya enak diajak bicara, pandai bergaul, ramah, dan tidak pelit untuk berbagi segala sesuatunya. Tapi, ada juga yang tidak sependapat. Aku dikatai orang yang cuek, dingin, dan tidak peduli terhadap orang-orang di sekelilingnya. Dan, yang lebih menyakitkan ada yang bilang, "Kamu cuma menang cantik, selebihnya kamu nggak ada apa-apanya."

Aku hanya ingin tertawa mendengarnya. Dalam hati aku hanya berucap syukur, dan aku berusaha mencoba untuk berpikir positif. Kalian tahu? Dunia ini kejam. Rasanya aku pernah menulis tentang ini di postingan sebelumnya. Bahwa, tak seorang pun yang memiliki hati emas jika tanpa ada keinginan yang diharapkan. Mereka hanya berpikir bahwa harus ada yang menjadi imbalannya jika ia menganggap dirinya melakukan hal yang 'besar' dan berarti.

Tapi, tidak. Oke, aku ralat. Tidak semua orang seperti itu. Aku mengatakan hanya sebagian dari beberapa orang saja yang berpikiran picik sedemikian rupa. Sehingga, nantinya masyarakat semacam ini akan menyebar luas dan akan ada di setiap daerah di Indonesia.

Lalu, apakah ada hubungannya? Jelas ada! Aku cuma takut pada apa yang terjadi di kemudian hari, jika nantinya aku harus berpura-pura menjadi orang lain. No! It's not my style. Aku adalah aku. Whatever it takes, it's me

Setiap orang dari kita pasti pernah terlintas di pikiran bahwa 'mungkin enak jadi dia', atau 'dia nggak pernah berpikir gimana susahnya menjadi aku'. Padahal, tiap-tiap orang punya permasalahannya sendiri-sendiri, dan setiap permasalahan itu pastinya memiliki level kesulitan yang tanpa bisa kita ukur dengan akal terbatas kita, meskipun kita diciptakan sebagai makhluk paling sempurna di muka bumi ini.

Hanya, selalu berusahalah menjadi diri sendiri. Selalu bersikap apa adanya dalam menghadapi segala sesuatunya. Tak ada yang tak mungkin di dunia ini selama kita yakin dan percaya bahwa segala sesuatu itu adalah 'hal yang mungkin'.

Minggu, 11 Januari 2015

Premonition or Deja Vu?

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.

Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.

Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination", kalian pasti akan menyadarinya bahwa premonition ini memiliki perbedaan tipis dengan mimpi ataupun Deja Vu, yang sering kudengar dari mulut ke mulut. Mungkin adegan yang terjadi dalam film itu hanya rekaan atau 'hanya' sebuah film belaka, tapi dalam kehidupan nyata premonition itu ada dan tanpa kita sadari, kita pun mengalaminya.

Manusia memang bukan makhluk sempurna. Sehingga, Tuhan memberikan penglihatan masa depan dalam beberapa detik hidup di depanmu dan kau tidak menyadarinya, karena kau pikir itu hanya mimpi. Namun, ketika apa yang kau impikan itu benar-benar terjadi dalam dunia nyata, apa yang bisa kau perbuat? Menyesalinya? Pasti tidak, kan? Karena semuanya pasti akan berlalu dengan sangat cepat dan manusia tidak akan memiliki cukup banyak waktu hanya untuk mengingat setiap mimpi-mimpi mereka. Tapi pasti, semua premonition itu akan terekam secara otomatis di otak bawah sadar kalian. Ketika sesuatu terjadi, maka ingatan bawah sadar itu akan menyeruak keluar dan kau akan mengingatnya dengan jelas, "Rasanya aku pernah ngalamin ini. Tapi dimana yaa?" Pernah kan berucap seperti itu? Dan, itu pun berbeda tipis dengan Deja Vu.

Tapi, apapun namanya itu, jangan pernah sekali pun mengabaikan mimpi yang pernah kau alami. Selalu ingat apapun mimpimu. Karena dari 1 dibanding jutaan mimpimu, salah satunya adalah premonition atau Deja Vu. Dan, ketika salah satunya kau alami di dunia nyata, kau akan tahu 'kelanjutan'-nya.

Sabtu, 10 Januari 2015

Cara Aman Berbelanja Online

Beberapa waktu lalu secara tidak sengaja aku membaca sebuah postingan seseorang tentang penipuan yang terjadi padanya ketika ia melakukan online shopping atau berbelanja online. Terlebih dia menyebutkan sebuah nama toko online dimana aku sering berbelanja disana. Sebut saja nama toko online itu 'XY'. Padahal, tak sekali-dua kali aku melakukan pembelian secara online dan (syukur alhamdulillah) tak ada apapun yang terjadi padaku, juga pada akun bank yang aku gunakan untuk berbelanja. Dan kupikir, memang hanya toko online XY itu yang aku anggap paling aman dan terpercaya diantara sekian banyak toko-toko online yang ada.

Maka, dari wacana itu lantas aku berpikir, bagaimana bisa terjadi penipuan? Pada dasarnya toko online XY hanya berperan sebagai perantara antara penjual dan pembeli. Hal ini dimaksudkan agar transaksi tidak langsung ke penjual, apabila misalkan saja ada penjual yang ingin berlaku curang. Sehingga, tindakan penipuan bisa ditekan. Dan, ketika barang yang kita pesan tidak tersedia cukup stok, maka uang yang telah kita bayarkan tidak akan hilang karena akan kembali ke saldo akun toko online XY milik kita sendiri, yang masih bisa kita gunakan lagi ketika kita melakukan pembelian berikutnya. Sebaliknya, apabila barang yang kita pesan sudah kita terima dengan baik, maka barulah si penjual mendapatkan uang dari hasil penjualannya yang akan ditransfer oleh toko online XY tersebut setelah kita menyatakan bahwa 'barang pesanan sudah diterima' pada akun milik kita. Seperti itulah cara kerjanya. Sebenarnya cukup fair, bukan? Dan, seharusnya pula si pihak pembeli lah yang diuntungkan dalam hal ini.

Sekarang, aku akan menuturkan beberapa hal yang harus diketahui oleh calon pembeli ketika akan berbelanja online, diantaranya :

  1. Pastikan dengan benar bahwa toko online yang dipilih adalah toko online yang terpercaya dan memiliki track record baik di mata masyarakat pencinta online shop. Termasuk di dalamnya, 90% persen pelanggan tidak pernah dikecewakan, cara pembayaran yang aman, memiliki bermacam-macam fasilitas pembayaran sehingga pembeli bisa memilih cara pembayaran mana yang menurut mereka mudah dan tidak merepotkan, serta cek testimonial masyarakat yang pernah menggunakan layanan toko online tersebut.
  2. Cek kelengkapan barang yang dijual di toko online tersebut. Jika, misal, barang sederhana yang biasanya dijual di toko-toko online pada umumnya saja tidak ada disana, bisa jadi itu bukan toko online yang bagus.
  3. Cek kredibilitas toko online tersebut disini. Tulis nama toko online yang akan digunakan untuk transaksi dan cek semua testimonial dari pengalaman orang-orang yang pernah berbelanja disana. Disana kalian juga akan bisa melihat peringkat atau rating seberapa layak toko online tersebut bisa dipercaya.
  4. Lalu, hal penting lain yang juga harus diperhatikan adalah review yang bukan berasal dari internet, melainkan pembicaraan teman-teman dari mulut ke mulut. Dari situ kalian juga akan bisa mendapatkan rekomendasi toko online mana yang menurut mereka bagus dan terpercaya.
  5. Terakhir, jangkauan pengiriman. Tiap-tiap toko online biasanya bekerjasama dengan beberapa jasa pengiriman yang bisa menjangkau seluruh kota atau pulau di Indonesia. Cek dulu jasa pengiriman apa yang bekerjasama dengan toko online tersebut, dan apakah jasa pengiriman tersebut bisa menjangkau ke daerah rumah kalian. Juga, dimana sekiranya jasa pengiriman tersebut memiliki kredibilitas bagus yang tidak akan merusak barang kalian sampai di rumah dengan utuh dan tak rusak sedikit pun. Jangan lupa, cek juga apakah jasa pengiriman tersebut menyediakan asuransi untuk barang elektronik atau tidak. 
Mungkin hanya itu saja yang bisa aku sampaikan. Postingan ini menurut pengalaman pribadi aku sendiri selama berbelanja online dan daerah rumah aku yang terkadang tidak aku temukan ketika aku mengecek salah satu jasa pengiriman yang bekerjasama dengan salah satu toko online saat aku berbelanja, dan aku terpaksa membatalkan transaksiku disana. 

Jadi, jangan takut berbelanja online yaa. Semuanya akan aman dan baik-baik saja kalau kita tahu tips dan triknya agar jauh dari kata penipuan :).
Copyright © 2015 Dhanis Site
| Distributed By Gooyaabi Templates