the journey of chocolate lovers

Maret 03, 2017

Cinta Tanpa Syarat

3/03/2017 11:12:00 PM Posted by Sotyasari Dhanisworo No comments
Entah apa lagi yang terjadi padamu. Kau seolah tak mengenaliku. Ragamu memang berada di sini, tapi jiwamu seolah melayang-layang entah ke mana. Bukan hanya sekali-duakali kau bersikap seperti ini, dan ini adalah sikap anehmu yang kesekian kalinya. Aku seolah telah terbiasa dengan kau yang seperti ini. Kau tahu--bisa kutebak--mungkin hanya aku satu-satunya orang yang bisa memahami dan memaklumi 'sifat aneh'-mu ini. 

Ini seperti pembelajaran kelas kebatinan, di mana aku harus selalu menggunakan insting, perasaan, dan intuisiku sebagai seorang kekasih untuk memahami apa yang kau inginkan. Jika seseorang mengatakan aku seperti sedang bermain teka-teki atau menyusun kepingan-kepingan puzzle, ini lebih dari itu. Ini bahkan lebih rumit dari puzzle terumit mana pun. 

Mungkin, sempat kecewa, dan kekecewaan itu kerap melukai hatiku dan membuatku menangis. Namun, aku pernah menuliskannya, bahwa air mataku kini nyaris kering. Tak terhitung lagi berapa kali aku kecewa dengan sikapnya dan menangis terluka karenanya. Rasa sakit yang seolah sudah melekat. Toh aku tak pernah memedulikannya. Terluka pun takkan mengubah atau pun mengurangi besarnya rasa cinta yang ku rasakan. Cinta ini murni dan tak bersyarat.

Kau memang sungguh manis dan meski kau tak pernah mengucap cinta, namun semua perhatian yang terkadang kau berikan sudah cukup untuk mewakili perasaanmu padaku. Dan, aku tahu kau tidak berpura-pura.

Mungkin, aku agak berlebihan, dan kau juga sering memperingatkanku. Tapi, jika bukan rasa cinta ini aku tak mungkin berbuat senekat itu. Aku sadar, sikapku yang seperti ini tak bisa ku biarkan terus-menerus, aku harus segera mengikisnya perlahan. Terlebih, kau pernah mengatakan bahwa cinta di antara kami tak perlu diragukan lagi. Aku hanya harus bersabar. Itu saja. 

Maret 02, 2017

I Need You

3/02/2017 11:59:00 PM Posted by Sotyasari Dhanisworo , , , No comments
Ketika aku nyaris tak lagi percaya pada cinta, lantas sesuatu mengingatkanku bahwa aku hanyalah manusia biasa yang hanya memiliki cinta dan perasaan. Dan, aku bukanlah iblis yang hanya memiliki dendam dan kebencian. 

Kau takkan pernah tahu bagaimana rasanya memulihkan luka hati yang begitu dalam dan menyayat saat kau sendiri belum mengalaminya. Kembali lagi bahwa tak ada seorang pun yang menginginkan hidupnya terburai pecah berhamburan--yang entah sudah berapa kali dirinya harus membenahi dan menyusun lagi puing demi puing meski bentuknya tak lagi sama seperti sediakala. Namun, setidaknya, bentuk itu masih memiliki kemiripan meski tidak seratus persen. 

Aku memang tak memiliki kemampuan untuk memutar ulang waktu. Tapi, aku tahu waktu bisa mengubah segalanya. Pun, aku percaya bahwa tak ada yang tak mungkin di dunia ini, selama kau mau berusaha. Setidaknya, aku masih memercayai sesuatu yang siapa pun nyaris tak ada yang percaya.

Aku membutuhkanmu. Sampai kapan pun aku akan tetap membutuhkanmu. Bohong jika aku mengatakan bahwa aku kuat menjalani hidup ini sendirian. Aku memang kuat secara fisik, jika terpaksa aku harus melakukannya semua seorang diri. Namun, dari segi bathin, aku sungguh tersiksa. Aku membutuhkan pendamping.

Seseorang yang bisa menjagaku, menemaniku, dan berada di sisiku hingga aku tak bisa membuka mataku lagi, selama-lamanya...

Februari 22, 2017

Laughing at the Moon for Love

2/22/2017 12:26:00 AM Posted by Sotyasari Dhanisworo , , , , , No comments
Pemilihan judul blog yang sungguh aneh. Haha, sebenarnya bukan aneh, tapi memang aku sengaja menamainya seperti itu karena aku ingin menceritakan sesuatu yang mirip dengan cerita dalam sebuah novel (aku lupa judulnya).

Ketika sebuah jalinan tak lagi ada, namun keduanya masih bisa merasakan cinta yang mengalir dalam diri mereka masing-masing; pelan tapi pasti, gemerecik seperti aliran air sungai yang jernih. Jika kau bertanya apa yang membuat mereka berpisah, kau tak akan pernah bisa menjawabnya. Tak seorang pun di dunia ini yang menginginkan berpisah dari orang yang sangat dicintai. Terlebih jika mereka telah mengikat janji, mengikrarkan sebuah ucapan yang bahwa tak ada satu pun yang mampu memisahkan kecuali maut, maka berarti mereka telah siap berkorban demi apa pun. 

Namun, mungkin belum saatnya bagi mereka bersama. Tuhan memiliki rencana lain bagi mereka, yang nantinya mungkin akan lebih indah--jauh lebih indah--dari kehidupan mereka sebelumnya. Percayalah, Tuhan tak akan memberikan cobaan melebihi kemampuan makhluk-makhluknya dalam menyelesaikan 'ujian' itu, bukan? Anggap saja, perpisahan itu adalah ujian. Jika kau lulus, maka nilai A+ yang kau dapat adalah kebahagiaan bagimu dan pasanganmu di babak kehidupan selanjutnya. 

Banyak yang berkata bahwa serpihan-serpihan cinta yang telah mereka pelihara bersama, menangis dan tertawa bersama, masih membasahi sanubari mereka meski mungkin tidak banyak. Sinarnya mungkin telah meredup, meski tidak mati seutuhnya. Tak ada satu pun diantara mereka yang rela menghapus perasaan itu. Terlalu indah untuk dilupakan. Terlalu manis untuk dibinasakan. Mereka hanya berharap sesuatu yang memisahkan mereka bisa segera runtuh dengan cepat agar mereka bisa kembali merajut asa yang hilang. Dan, ketika menunggu itu, biarlah cinta yang masih mengaliri darah segar mereka tetap seperti itu adanya tanpa perlu dibasuh. Hanya perlu dipelihara agar tetap menjadi bagian dari diri masing-masing, dan cinta itu akan abadi. Bukankah itu yang dinamakan rela berkorban? 

Karena..., 
Ketahuilah, seseorang akan melakukan apa pun demi orang yang dicintainya. Apa pun...

Februari 21, 2017

Cinta dan Sesuatu Itu

2/21/2017 12:05:00 AM Posted by Sotyasari Dhanisworo , , , , No comments
Aku tak pernah mengerti apa sebenarnya yang disebut dengan cinta. Aku hanya mengerti bahwa cinta adalah sesuatu yang mengagumkan. Sungguh sangat mengagumkan, hingga aku menyadari bahwa mungkin aku seolah diperbudak oleh cinta. Aku merasa biasa saja, namun nyatanya tidak. Aku merasa tidak baik-baik saja, terutama saat aku merasa khawatir bahwa sesuatu akan merenggut semua yang telah ku miliki.

Tidak!

Aku sudah cukup mengalah dengan membiarkan apa yang ku miliki beberapa tahun yang lalu direnggut paksa dari genggaman tanganku. Meski aku tidak terlalu merasakan kesedihan yang cukup mendalam, namun rasa sakit dalam hati itu cukup membuatku tersungkur. Perih dan tersayat seolah luka itu takkan bisa sembuh dalam waktu dekat.

Oh tapi sudahlah, aku tak pernah menganggap kisah memilukan itu sebagai sesuatu yang mempengaruhi alur hidupku selanjutnya. Mungkin memang iya, namun pengaruhnya bukan dari apa yang akan ku lakukan, melainkan lebih ke dalam pribadiku sendiri. Aku masih belum berhasil menyembuhkan luka-luka hatiku. Sungguh sedikit yang telah berhasil ku sembuhkan--meski masih dalam keadaan terbalut airmata.

Berpikir positif, adalah satu-satunya cara melepaskan diri dari semuanya. Semua yang berpotensi menambah luka hati ini semakin menganga. Aku tahu apa maksud Tuhan menghadirkan dia di sisiku, menemani hari-hariku, dan menyeka airmataku ketika terjatuh di pipiku; agar aku bisa kembali tersenyum dan menjadi diriku yang dulu.

Aku memang bahagia--ya, aku tahu. Namun, bukan makhluk hidup namanya jika tidak ada kesedihan dan masalah di dalamnya. Aku hanya bisa menghadapi semuanya dengan sabar dan tetap berusaha menjadi diriku sendiri, tanpa harus aku melupakan masa laluku.

Februari 20, 2017

Internet sebagai Tiang Komunikasi

2/20/2017 10:22:00 AM Posted by Sotyasari Dhanisworo , , , , , , No comments
Komunikasi bisa dibilang menjadi satu-satunya cara agar manusia yang satu dengan lainnya bisa menyampaikan maksud tertentu. Komunikasi bisa dibagi menjadi dua unsur, yakni komunikasi verbal dan non verbal. Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang selalu membutuhkan manusia yang satu dengan lainnya, karenanya mereka dihubungkan dengan sebuah komunikasi--baik yang dilakukan dalam jarak jauh maupun dekat.

Di era digital seperti sekarang ini, banyak hal yang dapat mendukung kelancaran berkomunikasi dengan keluarga, teman, maupun orang terkasih. Semua perangkat yang mendukung kelancaran berkomunikasi itu terhubung dengan ponsel atau yang sering disebut dengan smartphone dan paket data seluler.

Kini, masyarakat saling berlomba-lomba untuk 'berburu' paket data seluler terbaik yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dan melakukan hal lain dengan lancar dan tanpa terputus atau patah-patah (buffering).

Lokasi : Kebun Raya, Bali
Aktivitas saya sebagai wanita karir dan penulis aktif di sebuah akun media sosial wattpad mengharuskan saya untuk tetap terhubung dengan internet di mana pun saya berada. Karena terkadang pekerjaan-pekerjaan itu 'memanggil' saya di saat saya sedang tidak berada di kantor atau pun ketika saya sedang tidak berada di area wilayah yang jarang terjamah oleh sinyal ponsel.

Hingga tahun 2017 ini, entah saya tidak ingat lagi berapa kali saya sudah berganti nomor kartu seluler, dikarenakan saya merasa jaringan dan jangkauan sinyal dari kartu-kartu tersebut kurang baik dan tidak cocok dengan aktivitas saya yang kadang kala harus berada di d
Lokasi : Pantai Pandawa, Bali
aerah terpencil yang jarang bisa dijangkau oleh jaringan telekomunikasi.

Namun, atas sebuah rekomendasi yang diberikan oleh teman-teman saya yang memiliki aktivitas yang juga tak jauh berbeda, saya beralih untuk mencoba menjadi pelanggan XL. Sejak sekitar setahun yang lalu hingga saat ini, saya belum pernah merasa kecewa dengan fasilitas dan kelebihan yang diberikan oleh XL, dan saya merasa bahwa apa yang saya dapatkan lebih dari apa yang saya bayangkan. Komunikasi saya tetap berjalan lancar dan semua pekerjaan saya dapat terselesaikan dengan baik. Kemudian, sejak sebulan yang lalu, saya meningkatkan status penggunaan data saya menjadi pelanggan XL Prioritas Plan M (pascabayar), agar saya bisa memaksimalkan penggunaan paket data seluler saya dengan tanpa terputus atau kerepotan untuk harus selalu mendaftar paket data bulanan. Saya pikir menjadi pelanggan pascabayar menjadi lebih praktis dan fleksibel.

Berkomunikasi dengan menggunakan XL dengan jaringan yang semakin baik dan terus berkembang dari tahun ke tahun membuat hidup saya menjadi lebih baik dan menjadi lebih berwarna serta sangat jauh dari kata membosankan. Saya memiliki keluarga yang tinggal jauh di luar kota dan luar pulau Jawa. Namun, dengan XL semua keberagaman itu tidak lagi menjadi masalah yang berarti.

Sebuah layanan yang baik dan terus berinovasi yang diberikan XL tak hanya membuat hidup saya lebih berarti, tetapi juga orang-orang di sekitar saya. Sesekali saya merekomendasikan orang-orang terdekat saya agar mereka juga menggunakan kartu seluler dan paket data seperti yang saya gunakan. Bukan hanya agar jika berkomunikasi antarsesama menjadi lebih mudah dan menghemat biaya, tetapi juga agar mereka bisa merasakan apa yang saya rasakan. Suatu perubahan yang sungguh mengagumkan.

Februari 18, 2017

Air yang Kering

2/18/2017 10:15:00 PM Posted by Sotyasari Dhanisworo , , , , No comments
Terkadang menangis memang bisa menyelesaikan masalah, tapi tidak selalu. Ada kalanya menangis bisa membasuh luka-luka hatimu saja tanpa bisa mengeringkannya, namun ada juga yang berkata bahwa menangis merupakan pekerjaan yang sia-sia karena tidak ada hasil yang di dapat. Mungkin saja pendapat itu benar, tapi aku tak bisa percaya seratus persen. Ketika lubuk hatimu tersayat oleh sesuatu yang berasal dari orang yang kau sayang, maka tanpa sadar air matamu akan jatuh untuk membalutnya.

Bagiku, air mata itu suci, karena mengalir dari sebuah perasaan yang tulus. Namun, kadang kala lembah air mata itu mengering saat kau terlalu lama merasakan sebuah kesedihan yang teramat dalam dan menahan sebuah rasa kecewa yang begitu pekat.

Tak pelak, lambat laun kau akan terbiasa dengan 'hal-hal' menyedihkan semacam itu. Lambat laun perasaan-perasaan itu kemudian seolah menjelma menjadi 'sahabat kesedihan' yang senantiasa hadir saat kau terluka.

Aku pernah merasakannya. Dan, kurasa, aku seperti sudah terbiasa dengan itu semua. Mungkin jika diibaratkan, seperti obat jenis generik yang diberikan padamu saat kau sudah terbiasa meminum obat-obatan dengan dosis yang tinggi, maka obat-obatan jenis generik itu tak akan mempan untuk menyembuhkan penyakitmu--meski mungkin kau hanya terserang flu.

Lembah air mata ini telah mengering--meski tak menutup kemungkinan aku masih akan bisa menangis, jika aku kembali merasakan kesedihan yang mendalam yang tak mampu ku bendung dengan tebalnya dinding kekecewaanku.

Tapi, seorang wanita yang menangis bukan berarti menandakan bahwa ia lemah. Justru ia adalah seseorang yang kuat, karena ia berusaha tegar dan menyembuhkan luka-luka hatinya sendiri tanpa harus meminta bantuan orang lain. Ia tahu ia terluka, dan ia masih tetap berusaha bertahan demi cinta yang seolah buta tentang di mana ia berlabuh.

"Cinta yang dibasuh air mata akan tetap murni dan indah." -Muhamad Agus Syafii

Februari 16, 2017

Hujan

2/16/2017 12:13:00 AM Posted by Sotyasari Dhanisworo , , , , No comments
Tak dapat dipungkiri bahwa hujan selalu membawa berkah bagi siapa pun. Pun, tak terkecuali aku. Meski terkadang hujan membuatku kesal karena sesuatu yang basah, namun dalam hati aku sangat bersyukur. Hujan sama halnya dengan cinta. Mereka seolah memiliki ikatan bathin yang kuat, sehingga kerap hujan dikaitkan dengan cinta. 

Sungguh romantis adanya ketika kau hanya memandangi hujan dengan perasaan campuraduk, tentang bagaimana kau akan pulang ke rumah dengan tanpa basah sedikit pun. Sederetan keluhan sudah pasti terlontar dari mulutmu. Namun, apa yang kau rasakan ketika apa yang kau inginkan dikabulkan Tuhan? Ketika yang kau inginkan ternyata berbalas dengan manis? Rasanya tubuh ini mendadak ringan seakan melayang-layang terbang hingga melintasi langit tujuh nirwana, bukan?

Hujan mungkin memang menyebalkan, tapi bagiku hujan adalah pembawa nikmat tersendiri. Meski tak selalu, hujan kerap membuat senyumku terkembang. Meski tak selalu, hujan juga kerap membuat luka yang menganga di hatiku terbasuh dan perlahan tertutup.

Ku sebut bahwa hujan adalah bagian dari cinta.
Dan, cinta lah yang membuatku tersenyum..., termasuk menjelma menjadi obat mujarab yang bisa menyembuhkan luka-luka hatiku yang telah menganga terlalu lama, dan nyaris kering.

Terima Kasih, Hujan.
Pun, ini tak lepas dari campurtanganMu, Tuhan.
  
Tentang kau dan hujan..,
Tentang cinta kita... 
Yang mengalir seperti air...
(Hujan, performed by : Utopia) 

Februari 13, 2017

Colorful

2/13/2017 11:28:00 PM Posted by Sotyasari Dhanisworo , No comments
Sebelumnya mungkin aku tak pernah menganggap bahwa hidupku sesungguhnya berwarna, dan juga banyak kejadian lucu di dalamnya. Mungkin juga aku tak terlalu memerhatikan hidupku sendiri. Aku terlalu sibuk dengan urusanku sendiri--yang aku sendiri terkadang tidak tahu apa yang sedang ku lakukan. Pentingkah itu? Atau, seberapa penting hal itu sehingga aku sampai harus tidak memerhatikan hidupku yang sesungguhnya. 

Baiklah, aku menyalahkan diriku sendiri. Ketika sesuatu yang tak pernah kau duga sebelumnya datang menyapa hidupmu di saat kau sedang tidak siap, apa yang akan kau lakukan? Menghindar? Atau, justru terjun ke dalamnya? 

Ketika sesuatu itu adalah apa yang menjadi mimpimu yang tertunda, apa pula yang akan kau lakukan? (Masih) Tetap menghindar? Atau, (semakin) dalam untuk ingin terjun ke sana, demi menyelami apa yang terjadi seandainya kau melakukan itu?--seperti layaknya jika kau ingin bunuh diri. Seperti itukah?

Aku tak bisa mengatakan bahwa hidupku sebelumnya sungguh penuh warna. Hanya satu warna saja, mungkin. Tapi, entah mengapa kini semuanya seolah penuh warna dan aku menyukai warna-warna itu. Sungguh indah, seolah aku tak pernah melihatnya sebelumnya. Sederetan mimpi masa lalu yang sempat ku pendam, ku kubur dalam sebuah kotak besi, dan ku tanamkan dalam benakku bahwa aku menyebutnya sebagai sebuah kegagalan, kini menyeruak kembali ke permukaan. 

Seharusnya aku menelan kunci gembok itu, namun ternyata ada yang terlewat olehku. Aku tak menelannya, melainkan hanya kuletakkan di suatu tempat yang lokasinya saja sudah tak ada lagi dalam daftar ingatanku. Dan, entah apa yang terjadi kini apakah merupakan bagian dari kesalahanku karena tak menelan kunci gembok itu ataukah ada campur tangan Tuhan di dalamnya, yang jelas aku merasa sangat baik-baik saja dan aku menikmatinya sebagai sebuah anugerah yang mahaindah--meski aku tahu aku akan terluka, lebih dan lebih lagi, hingga sang waktu berkata aku tak perlu terluka lagi. 

Hingga sang waktu berkata bahwa aku tak perlu terluka lagi, selamanya...

Januari 31, 2017

Kau adalah Sosok yang Tak Kutemukan Lagi

1/31/2017 12:48:00 AM Posted by Sotyasari Dhanisworo , , , , , , No comments
Mencintaimu berarti aku harus bersedia mengikuti segala aktivitas dan rutinitasmu. Aku memahami, dan aku sadar dengan sepenuhnya, dengan siapa aku mencinta. Dengan siapa aku harus mengerti bahwa aku tak boleh egois, dan menjauhkan diriku sendiri dari sikap keras kepala yang selama ini tanpa sadar telah ku pelihara dalam setiap aku menjalin sebuah hubungan. Mungkin ini saatnya aku harus bisa menahan diri dari segala sesuatu yang bisa menghancurkan segalanya yang telah aku miliki dengan segenap jiwaku.

Tidak mudah bagiku untuk menemukan seseorang yang sesuai dengan kriteria yang aku inginkan untuk menjadi pasanganku. Mungkin bukan kriteria yang 'wah' atau masuk dalam kategori super, tapi ada satu dan lain hal yang harus ada, yang paling aku inginkan dalam diri pasanganku.

Dan kau...

Kau mampu menjawab semuanya. Kau memiliki segalanya yang paling aku inginkan dalam hidup. Tak ada apa pun yang membuatku ragu untuk memilihmu. Kau sempurna bagiku.

Kau adalah sosok yang tak mungkin kutemukan lagi...   

Januari 09, 2017

Rasa Cinta

1/09/2017 08:29:00 PM Posted by Sotyasari Dhanisworo , , No comments
Jangan coba tanyakan ketulusan cinta ini
Hanya engkau lah satu harapan 
Dan juga satu tujuan dalam hidupku, Kasih... 
(Hasrat Cinta, performed by Lala Karmela) 

Sebuah ungkapan yang begitu mendalam untuk kamu yang terkasih, yang selalu ada dalam hatiku, dan selalu menghiasi mimpi-mimpi indahku. Aku nyaris tak peduli apa saja yang telah kulalui selama ini demi mempertahankan hubungan ini. Tak peduli apa yang ada di hadapan kita, yang mungkin akan menjelma menjadi sesuatu yang tak pernah kita duga sebelumnya.
 
Aku hanya menginginkanmu. Itu saja. 

Mungkin memang tak 'kan pernah ada sebuah cinta tanpa diiringi sebuah pengorbanan. Entah apa saja yang telah kukorbankan hingga aku sampai ke detik ini, dan aku masih bersamamu, menjadi milikmu. Pun, aku telah memposisikan diriku seolah aku sebagai sosok tanpa penglihatan dan pendengaran, agar aku tak perlu melihat dan mendengar apa pun yang mungkin akan merusak setangkai mawar yang kujaga seperti kristal dan telah kuletakkan dalam kotak kaca; cinta. 

Seseorang akan melakukan apa pun untuk orang yang dicintainya. Apa pun.... 


Desember 31, 2016

New Year within Working Days

12/31/2016 11:32:00 PM Posted by Sotyasari Dhanisworo , , , , , , , , No comments
Sama sekali tidak terasa bahwa tahun sudah akan berganti (lagi). Jika beberapa tahun lalu saya (dan mungkin sebagian kelompok masyarakat juga sependapat) memiliki lusinan daftar resolusi yang saya lakukan hanya untuk gegaya atau ikut-ikutan tren di masa itu, kali ini saya tak akan menghabiskan waktu saya berkutat dengan resolusi atau rencana apa pun yang semata hanya sebuah hitam di atas putih yang tak lebih dari rangkaian kata demi kata yang tak satu pun tercapai. 

Mungkin saya akan memusatkan perhatian saya kepada hal-hal kecil yang sebelumnya saya pandang hanya sebelah mata. Bukan tanpa alasan, namun memang saya tak pernah meletakkan harapan yang terlalu tinggi pada apa yang sedang saya rintis sendiri. Bukan juga tentang kepercayaan diri yang memang rasanya selalu menjadi musuh terbesar ketika saya memiliki ide, apapun itu. Namun, ini lebih kepada prospek bisnis dan peluang pasar yang sangat majemuk. Kau tidak akan pernah bisa menebak apa yang orang inginkan yang menjadi kebutuhan mereka hari ini, esok, dan hari-hari berikutnya.

Sehingga, jika ada yang berbicara mengenai resolusi atau yang semacamnya, mungkin saya akan memilih untuk diam. Saya lebih tertarik untuk menyelesaikan apa yang telah saya mulai dan belum terselesaikan. 'PR' saya masih banyak dan menumpuk dari tahun-tahun sebelumnya.

Dan, terlebih dan terpenting, tak ada perayaan apapun bagi saya untuk menyambut tahun baru kali ini. Tahun baru yang jatuh pada hari Minggu pun mungkin akan berjalan biasa saja seperti halnya hari-hari biasanya. Ya memang seharusnya seperti itu, kan?

Tahun baru akan saya habiskan dengan menyelesaikan pekerjaan di kantor, hehe. Pekerjaan yang menumpuk seolah memaksa saya untuk bekerja lebih keras dan tanpa henti. Tidak masalah selama saya dibayar untuk itu. Saya bisa mengambil cuti kapan saja saya mau ketika saya ingin beristirahat. Kendati demikian, saya tetap memiliki harapan besar di tahun 2017 yang sebentar lagi akan tiba. Harapan yang sungguh saya impikan. Dan, semoga terkabul, juga harapan-harapan kalian yaa....

"Selamat Tahun Baru 2017!! Semoga kita semua diberikan berkah berlimpah dan hidup yang lebih baik, serta terkabulnya harapan-harapan kita yang sempat tertunda. Amin!"

November 01, 2016

Hobi yang Menyenangkan

11/01/2016 11:10:00 PM Posted by Sotyasari Dhanisworo , , , , , , , , , , No comments
Memiliki sebuah hobi sebenarnya sungguh bermanfaat. Itu jika kita bisa memperlakukan apa yang menjadi hobi kita dengan semestinya. Jangan lantas berpikir bahwa memiliki hobi bermain game adalah hobi yang hanya membuang-buang waktu. Tentu saja tidak jika kita bisa menjadikan hobi nge-game itu dengan maksimal. Mungkin saja ada seorang pembuat game yang tertarik dengan hobi kita lantas menyewa jasa kita untuk menguji coba game buatannya apakah game itu cukup menantang atau hanya berada di level biasa-biasa saja sebelum game itu dirilis. Honornya? Jangan tanya. Lebih besar dari yang mungkin pernah kau bayangkan. 

Kemudian, memiliki hobi memancing? Hapus dulu paradigma mengenai hobi memancing yang diplot hanyalah hobi seorang pemalas. Kau tahu? Di era digital seperti ini apapun bisa menjadi ladang uang jika kau pandai dalam mengolahnya. Terkait dengan hobi memancing, kau tentu ingat dengan kisah Nemo dan Dori dalam film animasi 'Finding Nemo', bukan? Bisa saja seorang ahli kelautan ingin menyewa kemampuan memancingmu untuk menangkap jenis ikan laut seperti Nemo (ikan Badut) atau Dori (ikan Gembung) untuk diteliti, dijadikan pelengkap koleksi di sebuah kebun binatang, atau oleh seorang game-maker kau akan diminta untuk menjadi konsultan mengenai teknik-teknik memancing dan kesulitan-kesulitan apa yang mungkin ditemui terkait dengan game online yang akan dibuatnya? Who knows? 

Seperti juga saya yang memiliki hobi menulis. Banyak sekali keuntungan yang bisa saya dapat dari hobi ini. Dari mulai menulis dengan gaya bahasa yang ala kadarnya ketika saya masih berusia duabelas tahun kala itu. Saya sempat diikutsertakan dalam lomba mading antarkelas oleh guru saya. Hasilnya? Karya saya mendapatkan peringkat empat dari sepuluh orang peserta dari sepuluh kelas yang ada. Mungkin memang bukan hasil yang baik, tapi tak terlalu buruk juga. Lumayan, karena bisa masuk peringkat lima besar. 

Saya pikir itulah mungkin cikal bakal bagi saya untuk terus berusaha mengasah kemampuan menulis saya hingga saat ini. Sebuah kegagalan yang menjadikannya sebagai motivasi. Ya, itu dia, motivasi! Saya tahu banyak penulis yang menjadi sukses besar hanya dengan menciptakan sebuah buku. Tapi, sejak saya mulai berusaha melakukan yang terbaik demi mengembangkan hobi ini yang tentunya dengan banyak membaca literatur dan belajar membuat sebuah tulisan-tulisan berupa artikel di media-media masa, saya tak pernah berpikir untuk menjadikannya ladang uang. Terlintas saja tidak. Tujuan saya hanya satu; ingin mengembangkan kemampuan menulis ini dengan sebaik-baiknya, dan ingin mengukur sampai di mana saya mampu melakukannya. 

Kemudian, ketika saya diperkenalkan dengan dunia blog atau weblog kala itu, saya berpikir mungkin inilah jawaban atas semua usaha saya agar tidak berlalu dengan sia-sia. Blog atau weblog; tempat di mana saya bisa mengorbitkan karya tulis saya ke masyarakat untuk dibaca secara online--atau setidaknya, saya menulis untuk diri saya sendiri jika kemungkinan terburuk tak ada satu orang pun yang membacanya. 

Tapi, sekitar tahun 2013 silam, saya mendapatkan tawaran untuk menulis sebuah artikel dari salah satu perusahaan online shop ternama di dunia untuk me-review sebuah produk yang mereka jual demi mendongkrak angka penjualan atas produk tersebut. Oh wow, rasanya senang sekali! Dan, sekali lagi, saya tak pernah berpikir mengenai berapa honor yang akan saya dapat. Saya hanya ingin melakukan yang terbaik demi proyek ini. Soal honor, menurut saya, itu adalah hadiah dari apa yang telah saya kerjakan.

Menurut teman-teman saya, tulisan-tulisan saya serta gaya bahasa yang saya tuangkan dalam setiap karya yang saya ciptakan enak dibaca dan seolah mengalir tanpa sadar bahwa mereka tengah membaca sebuah karya tulis. Saya pun berterimakasih atas feedback itu dan memang itu yang saya butuhkan; sebuah masukan, komentar, serta kritik jika mungkin saya melakukan sebuah kesalahan.

Lalu, baru-baru ini pula, saya kembali diundang untuk menulis sebuah artikel. Kali ini datang dari salah satu perusahaan travel online terkenal di Indonesia untuk mempublikasikan sebuah tujuan wisata yang merupakan produk baru mereka dalam hal memasarkan tujuan wisata serta tiket perjalanan yang ramah di kantong. Weww, tidak percaya rasanya! Saya pun berpikir bahwa inilah hasil kerja keras saya belama bertahun-tahun yang akhirnya bisa berguna bagi semua orang dan dihargai. Tak ada yang lebih membahagiakan selain melihat karyamu dihargai manis oleh masyarakat luas. Itu!

Jadi? Jangan pernah bosan untuk terus mengasah hobimu yaa... :)

Oktober 31, 2016

7 Spots Paling Spektakuler di Labuan Bajo

10/31/2016 01:49:00 AM Posted by Sotyasari Dhanisworo , , , , , , , No comments
Liburan panjang akan segera tiba dan jika ditelusuri dengan lebih cermat dan seksama, Indonesia sebenarnya merupakan salah satu negara yang memiliki tujuan wisata yang paling unik dan banyak yang belum diketahui oleh masyarakat luas. Biasanya sebuah tempat wisata bisa menjadi populer dan dikenal banyak orang dikarenakan informasi dari mulut ke mulut yang kemudian berkembang menjadi sebuah tujuan favorit. 

Lalu, tujuan wisata seperti apa yang cocok untuk liburan akhir tahun nanti? Bingung menentukan pilihan? Sekedar saran saja, Labuan Bajo merupakan tujuan wisata yang wajib dipertimbangkan. Mengapa demikian? Akan saya jelaskan beberapa spot menarik dari wisata Labuan Bajo dengan disertai gambar di bawah ini. 

Selain menentukan lokasi tujuan wisata, yang juga harus dipertimbangkan berikutnya adalah akomodasi perjalanan dan biaya yang harus dikeluarkan untuk menuju ke sana. Tidak perlu khawatir, karena berwisata ke tempat unik dan eksotis tidak perlu biaya yang mahal. Sebagai informasi dan merujuk dari beberapa situs tentang perjalanan hemat, tiket Kalstar Airlines murah bisa segera dipesan demi mendukung liburan Anda yang mudah dan tidak ribet. Jika kali ini Anda baru mendengarnya, maka ini adalah sebuah rekomendasi dengan menggunakan Kalstar-aviation untuk berwisata. 

Bagi Anda yang masih asing, Kalstar Airlines adalah salah satu maskapai penerbangan di Indonesia yang melayani rute yang sebagian besar beroperasi di Kalimantan. Selain di Kalimantan, Kalstar Airlines juga menawarkan rute penerbangan ke beberapa kota lain, seperti Sulawesi, Sumatera, Bali dan Nusa Tenggara, Jawa, serta Jakarta. 

Maskapai penerbangan Kalstar Airlines memang masih terbilang baru. Dibentuk pada tahun 2000 yang sudah mampu membawa namanya dikenal sebagai salah satu maskapai penerbangan yang terdaftar dan masuk dalam kategori I (satu) mengenai mutu dan keamanan penerbangan dari Otoritas Penerbangan Sipil Indonesia

Berwisata ke Labuan Bajo berarti Anda siap dimanjakan dengan berbagai spot menarik yang dijamin bisa membuat Anda lupa bahwa Anda masih berada di Indonesia. Labuan Bajo yang terletak di propinsi Nusa Tenggara Timur mungkin memang masih belum dikenal oleh masyarakat, karena sebagian besar dari mereka mengenal propinsi ini sebagai Pulau Komodo. Sebenarnya selain Pulau Komodo, masih banyak tempat-tempat spektakuler yang bisa dikunjungi dan sangat sayang jika sampai terlewat. Berikut akan saya jelaskan satu persatu tentang spot-spot tersebut. 

Spot pertama yang spektakuler dan menarik di Labuan Bajo adalah Pulau Kanawa. Pulau ini dikenal memiliki keindahan alam yang memesona yang dikelilingi oleh terumbu karang dan dihiasi pantai cantik dengan air lautnya yang berwarna biru jernih. 
Pulau Kanawa (Sumber Gambar :
http://indonesia360derajat.wordpress.
com/) 

Pulau ini memiliki luas mencapai 32 hektar dengan pelabuhan kecil di pinggir pantai yang sering digunakan untuk berlabuh oleh kapal-kapal (perahu) yang mengantar wisatawan yang berkunjung ke pulau tersebut. 

Pulau Kanawa saat ini dikelola oleh warga Italia, sehingga untuk berkunjung ke tempat ini kita harus mengikuti prosedur yang ada, terutama untuk transportasi. Karena untuk mencapai pulau ini ada kapal-kapal khusus yang telah disediakan oleh pihak pengelola. Kapal tersebut biasanya berangkat sekitar pukul 12:00 siang hari dari Labuan Bajo dan akan kembali pukul 08:00 pagi keesokan harinya.

Loh Liang (Sumber Gambar :
http://static.panoramio.com/)
Sebelum menginjakkan kaki di Pulau Komodo, sebenarnya kita terlebih dahulu akan melewati Loh Liang. Jadi bisa dibilang, Loh Liang adalah pintu gerbang untuk masuk ke Pulau Komodo. Begitu indahnya Pulau Komodo, bahkan sebelum mencapai pulau tersebut, tepatnya di Loh liang kita sudah bisa menyaksikan keindahan alam lengkap dengan berbagai satwa maupun faunanya.

Kegiatan utama yang bisa kita lakukan di Loh Liang diantaranya adalah menjelajah dan mendaki. Untuk bisa mencapai Loh Liang, dari Labuan Bajo biasanya wisatawan akan menyewa speed boat atau kapal.

Gili Laba (Sumber Gambar :
http://indonesia-tourism.com/)
Gili Laba mungkin masih terdengar asing di telinga kita, atau malah baru pertamakali mendengarnya. Ini adalah salah satu spot spektakuler untuk tracking yang sangat menarik dan indah. Di pagi dan sore hari, Gili Laba menawarkan sunrise dan sunset yang tak kalah cantik. Sehingga, tidak heran jika banyak wisatawan yang terpesona dengan keindahannya yang akhirnya menuntun langkah mereka untuk mengunjungi tempat ini.

Selain menawarkan pemandangan alam yang cantik, Gili Laba juga melengkapi agenda liburan Anda dengan menyajikan pemandangan alam bawah laut yang bisa dijangkau dengan menyelam atau snorkeling.

Pulau Padar (Sumber Gambar :
http://krjogja.com/)

Pulau Padar berada di kawasan Taman Nasional Komodo. Pulau ini sebenarnya berpenghuni, hanya saja penghuninya tidak terlalu banyak. Pulau ini terlihat sangat cantik dengan kontur pulau yang berbukit-bukit dan bercabang yang semakin menambah eksotisme pulau menjadi terlihat sangat menarik dan elok.

Pulau Padar dapat dicapai dalam waktu 3,5 jam dari Labuan Bajo. Namun, jangan terlebih dahulu membayangkan lamanya perjalanan menuju ke sana yang sekilas terdengar membosankan, karena sepanjang perjalanan mata Anda akan dimanjakan oleh pemandangan yang menakjubkan.


Pantai ini dinamakan Pantai Pink karena memiliki hamparan pasir berwarna merah muda yang berasal dari fragmen-fragmen karang merah kemudian bercampur dengan pasir putih yang ada di pantai tersebut.
Pantai Pink (Sumber Gambar :
http://dailyhotel.com/)

Pantai Pink ini merupakan pantai cantik di Nusa Tenggara Timur yang tidak boleh dilewatkan, jika ingin menyaksikan keunikan dan keindahan pulau ini. Selain menyaksikan langsung pemandangan alam dan laut, sebenarnya kita juga bisa berenang, snorkeling, dan menyelam untuk mengakses terumbu karang dan biota laut.

Untuk sampai di pantai ini dari Labuan Bajo, Anda harus terlebih dahulu menuju Loh Liang. Kemudian, dari Loh Liang barulah Anda dapat mencapai Pantai Pink dengan menggunakan kapal atau speed boat.

Pantai Pede (Sumber Gambar :
http://restorasinews.com)
Tidak jauh dari Labuan Bajo terdapat sebuah pantai cantik nan indah yang juga tak kalah cantik dengan Pantai Pink bernama Pantai Pede. Lokasi pantai ini paling dekat dengan Labuan Bajo dan yang paling mudah diakses, karena selain yang terdekat yang hanya berjarak 1 kilometer, jalan aksesnya pun sudah mulus dan beraspal.

Pantai Pede memiliki pemandangan alam yang spektakuler ditambah dengan pulau-pulau kecil yang membuatnya terlihat semakin cantik. Pasir pantai ini berwarna putih bersih dengan air laut yang jernih kebiru-biruan. Para wisatawan biasanya datang ke tempat ini untuk menyaksikan sunset saat mereka menginap di Labuan Bajo.

Goa Batu Cermin (Sumber Gambar :
http://twitter.com/)

Spot spektakuler dan menarik berikutnya yang terdapat di Labuan Bajo adalah Goa Batu Cermin. Lokasinya berada sekitar 3 kilometer dari pusat kota ini. Dinamakan Goa Batu Cermin karena goa tersebut berada di Desa Batu Cermin. Keindahan dan daya tarik goa ini sendiri mungkin masih terdengar asing di telinga wisatawan. Kendati demikian, mereka yang mengunjungi Labuan Bajo biasanya akan mendapatkan informasi mengenai adanya objek wisata tersebut.

Satu hal yang unik dan menarik dari goa ini adalah terdapatnya sebuah lubang yang digunakan oleh sinar matahari untuk masuk menerobos dan memantulkan cahaya di dinding batu. Pantulan tersebut kemudian menciptakan refleksi yang tampak seolah-olah seperti sebuah cermin. Terdengar fantastis, bukan?


Sebenarnya masih banyak lagi tempat-tempat yang bisa dikunjungi di Labuan Bajo, yang takkan membuat liburan Anda terasa membosankan. Berada berlama-lama di kota ini akan membuat Anda merasa betah dan serasa melupakan rutinitas Anda sehari-hari. Liburan akan sangat bermanfaat untuk menyegarkan pikiran Anda dan sejenak melepaskan penat, yang sangat dibutuhkan oleh tubuh Anda sendiri. 

Oktober 29, 2016

Take a Risk

10/29/2016 01:05:00 AM Posted by Sotyasari Dhanisworo , , , , , , , , No comments
Istilah 'take a risk' mungkin sudah lumayan familiar di telinga masyarakat, yang artinya adalah mengambil sebuah resiko dalam setiap tindakan yang kita lakukan, apapun itu--baik dalam hal bisnis maupun non bisnis. 

Terkadang manusia lupa bahwa hidup itu membutuhkan sebuah variasi, agar sedikit memiliki warna. Yah, kau tahu, hidup sudah sangat rumit dan sulit di nalar oleh segumpal kecil otak manusia. Akal manusia yang oleh Tuhan diciptakan lebih baik dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya di Bumi ini tetap tak mampu menguak misteri alam yang begitu luas dan kompleks. 

Variasi hidup bisa berasal dari mana saja, tergantung dari masing-masing individu yang melakukannya sebagai bentuk dari pengambilan resiko atas nama pribadi. Sebagai contoh saja, seseorang ingin mencapai tujuan tertentu meskipun ia tahu hal itu mungkin saja akan sulit dilakukan dan serentetan ranjau darat siap menghalangi langkah kakinya. Tapi seseorang itu tak memedulikannya. Kaki-kakinya terus melangkah meski ribuan ranjau darat itu melukai kakinya hingga berdarah-darah. Pantang menyerah adalah satu-satunya kata yang tepat untuk disandangnya. Bukan hanya ribuan ranjau darat, tapi bisikan-bisikan setan juga kerap mengganggu pendengarannya. Tujuan itu hampir tercapai, hingga ia tersadar bahwa ternyata ada seseorang lain yang tak menginginkannya berhasil. Terbukti, bisikan-bisikan setan yang semula hanya berupa layaknya desiran angin, suara-suara itu mulai diperdengarkan.

Sepenggal kisah itu adalah sebuah cermin perjuangan yang gigih melawan cemooh-cemooh orang yang berusaha menjatuhkannya, namun ia tetap berada pada ujung tombak dan takkan tergoyahkan. Keinginannya pun terkabul.

Tanpa adanya perjuangan yang gigih, takkan ada hasil yang memuaskan. 

Oktober 26, 2016

Blogger Tampilan Baru?

10/26/2016 01:32:00 AM Posted by Sotyasari Dhanisworo , , , No comments
Setelah lama tak membuka blog, saya baru menyadari bahwa tampilan blog ini berubah. Haha, yaa, berubah menjadi sesuatu yang baru dan sedap dipandang mata. Memang harus ada sebuah pembaruan atau setidaknya perubahan pada salah satu dari sekian banyak komponen dengan maksud agar pengunjung situs tidak bosan. 

Rentang lamanya saya tidak menulis blog ini bukan karena saya malas membuka, melainkan karena waktu yang tidak memungkinkan saya untuk menuliskan sesuatu di sini. Tapi, ketika waktu seakan telah bersahabat dengan saya, maka tak ada yang tak mungkin.

Mungkin memang tak ada hubungannya dengan tampilan baru blogger, karena memang itu tergantung dari masing-masing individu. Saya pribadi mungkin akan menulis jika suasana hati saya sedang baik, karena menurut saya takkan ada gunanya menulis dalam keadaan hati yang sedang gundah yang hanya akan memperburuk tulisan yang akan dihasilkan nantinya.

And, here I come... 

September 03, 2016

Mencuri Perhatian

9/03/2016 12:57:00 AM Posted by Sotyasari Dhanisworo , , , , , , , , 1 comment
Bekerja selama 8 jam sehari agaknya lumayan membuat punggung saya seolah seperti memikul beban seberat beberapa kilogram yang mungkin hanya mampu dilakukan jika empat hingga lima orang atau lebih. Tapi, itu hanya sekilas yang nampak oleh mata. Pekerjaan yang lebih dari beban-beban semacam itu mungkin bisa dikatakan sebagai 'kulit luarnya' saja, selebihnya pekerjaan yang sesungguhnya benar-benar mengharuskan saya untuk mengerahkan seluruh tenaga saya, semampu saya. Dan, bagi saya, itu menyenangkan. Serius, itu menyenangkan. 

Pekerjaan-pekerjaan itu cukup mencuri perhatian saya. Mungkin bisa dikata bahwa saya mungkin bukan tipe seseorang yang gila bekerja atau yang semacamnya. Tapi, saya menikmatinya. Menikmati kesepuluh jemari saya menari-nari di atas keyboard komputer mengetikkan kata demi kata demi membentuk sebuah dokumen. 

Ditambah lagi dengan teman-teman saya yang juga menyenangkan. Bisa dibilang saya memang tipikal pencinta humor, dan tak jarang juga tanpa sengaja saya pun melakukannya hingga membuat teman saya tertawa. Itu adalah bagian yang menyenangkan, saat orang lain tertawa ketika mereka mendengar leluconmu. Dan, seumur hidup, baru kali ini saya memiliki teman-teman yang menyenangkan seperti mereka--ya, meski ada sebagian yang terkadang bisa membuatmu kecewa, tapi itulah manusia. 

Empat tahun bukanlah waktu yang singkat dalam memahami sebuah pola. Bekerja itu melelahkan, juga membutuhkan sebuah konsentrasi yang tinggi. Bersyukur saya bisa melakukannya dengan sangat baik, setidaknya saya berusaha untuk melakukan semua pekerjaan saya sesempurna mungkin. Dan, saya yakin, siapa pun juga pasti dapat melakukan pekerjaan yang dihadapi dengan baik jika dalam hati kita tanamkan niat untuk melakukannya. 

Jadi? Cintailah pekerjaanmu, sebaik kau mencintai dirimu sendiri... 

Agustus 12, 2016

July's Article at Office

8/12/2016 07:49:00 PM Posted by Sotyasari Dhanisworo , , , , , , , , , No comments
Beberapa waktu lalu, kantor saya menerbitkan sebuah buletin bulanan yang isinya santai namun sarat akan motivasi dan bermacam-macam tips serta inspirasi. Menurut saya, buletin itu sangat bagus dan bermanfaat. Buletin yang bukan hanya berisi tentang seluk-beluk kantor saja, melainkan banyak hal yang ada di sekitar kita, yang sering dialami oleh masyarakat pada umumnya.

Sejak dulu saya memang mencintai dunia kepenulisan, dan saya pikir ini adalah waktu yang tepat bagi saya untuk menumpahkan kemampuan menulis yang saya miliki, sekaligus mengasahnya.

Namun, saya akui, mencari sebuah inspirasi itu tidak mudah. Saya sering membaca beberapa kisah perjalanan seorang penulis demi menciptakan sebuah mahakarya yang sangat indah. Dan, inspirasi yang mereka dapatkan pun juga tidak mudah. Mereka sampai harus rela merogoh kocek yang lumayan demi mendapatkan sebuah perjalanan yang mengesankan yang dapat mereka tuangkan dalam sebuah tulisan.

Mencari sebuah inspirasi memang bervariasi. Kisah yang saya paparkan di atas adalah salah satu contoh saja. Dalam dunia kepenulisan dan bagaimana para penulis mencari sebuah ide dan inspirasi itulah yang menjadi daya tarik tersendiri. Ada jutaan bahkan miliaran ide dan inspirasi yang bisa didapatkan oleh seorang penulis jika mereka tekun dan tidak ada kata menyerah dalam kamusnya.

Terkadang, saya ingin menjadi seperti para penulis itu, namun saya sendiri tidak tahu harus memulainya dari A atau Z. Tidak lelah untuk mencoba itulah yang selalu saya tanamkan dalam pikiran saya. Hanya dengan mencoba itu yang kemudian bisa menumbuhkan rasa percaya diri saya.

Juli's article telah saya terbitkan dalam buletin yang dirilis oleh kantor saya. Itu saja sudah cukup membuat saya bangga. Namun, mungkin saya akan melanjutkannya dan tidak hanya berhenti di situ saja. Sebuah pencapaian akan berkembang jika diikuti dengan pencapaian berikut dan berikutnya lagi. 

Juli 08, 2016

Back to Nature

7/08/2016 12:10:00 AM Posted by Sotyasari Dhanisworo , , , , , , , , No comments
Sebuah perayaan hari besar atau yang sering orang bilang dengan hari raya merupakan sesuatu yang sakral dan lekat sekali dengan kehidupan manusia. Tak dapat dipungkiri suka atau tidak, sebuah perayaan itu memang akan selalu dilakukan dan tak pernah alpa untuk segala sesuatunya. 

Sama halnya seperti perayaan hari raya Lebaran yang begitu kental dengan tradisi masyarakat Indonesia. Tradisi pulang ke kampung halaman yang tak pernah terlupa senantiasa menghiasi meriahnya perayaan ini. Alhasil--kau tahu--kau akan bisa menghitung berapa banyak kendaraan yang melintas di area jalanan ibukota yang biasanya selalu macet kini sungguh-sungguh lengang, sampai-sampai kau mungkin bisa menggunakan jalanan itu untuk bermain bola. Saking sepinya! 

Urbanisasi. Hal inilah yang menjadi satu-satunya alasan mengapa jalanan ibukota begitu sepi dan sangat jarang sekali ditemui kendaraan melintas seperti apa yang terjadi disaat hari-hari sibuk dimulai, seperti biasanya. 

Namun, memang seperti itulah yang dinamakan dengan pemerataan kependudukan. Masyarakat berpindah dari satu kota ke kota yang lain karena ingin mengadu nasib dan ingin mendapatkan kehidupan perekonomian yang layak. Karenanya, mereka melakukan perpindahan domisili--dengan tidak menghapus dari mana mereka berasal. 

Untuk alasan itulah, yang pada akhirnya kemudian dikenal dengan istilah pulang kampung--atau, back to nature. Mereka akan kembali ke daerah asalnya masing-masing untuk melepas rindu dengan keluarga yang telah mereka tinggalkan dalam waktu yang lumayan lama demi sebuah pekerjaan. Dan, momentum seperti inilah yang banyak ditunggu-tunggu oleh sebagian besar masyarakat muslim yang merayakan Lebaran. 

Menyenangkan. 
Karena inilah sebuah kebersamaan, yang tidak bisa digantikan dengan berapa pun pundi-pundi rupiah yang kita miliki...