Sabtu, 19 Juli 2014

Islamic Day 2014

Bagaikan naik pesawat jet, hari lebaran sudah tinggal sebentar lagi. Setiap tahun hari lebaran selalu maju sekitar 11 hari. Jadi, tidak mengherankan juga jika lebaran kali ini jatuh pada bulan Juli. Semua orang tahu hari lebaran sama artinya dengan hari kemenangan. Oke, aku tahu apa maksudnya itu. Setelah sebulan penuh menahan lapar dan dahaga, maka semuanya bisa terbayarkan dengan perayaan hari lebaran. Itu adalah arti pada umumnya.

Kemudian, arti pada khususnya bisa jadi berbeda-beda untuk tiap-tiap individu. Tergantung dari apa yang mereka ingin capai di hari kemenangan tahun ini. Apakah menjadi lebih baik ataukah masih perlu perbaikan disana-sininya.

Sama juga denganku. Tiap tahun aku selalu menargetkan sesuatu yang harus aku capai di tahun berikutnya. Mungkin ada beberapa yang memang harus ditunda hingga tahun depan lagi. Tapi, dengan tidak mengurangi apapun yang menjadi porsi target itu sendiri.

Aku pun yakin, bahwa tak hanya aku saja yang memiliki impian yang bukan sekedar angan. Kamu juga. Semua orang juga. Iya, kan? Hanya, mungkin saja, cara untuk mewujudkan impian mereka dan caraku mewujudkan impianku berbeda. Itu sudah pasti, karena sifat manusia itu universal dan independen.

Ramadan tahun ini bagiku adalah ramadan terindah dan paling banyak memberikan kesan. Terutama, karena aku menghabiskan satu bulan berpuasaku bersamanya. Sungguh membahagiakan. Tak ada yang lebih berkesan selain berpuasa dengan orang terkasih, kan? Dan, ramadan tahun ini memang ramadan yang paling ber-momentum. Kenapa? Karena tepat pada ramadan ini pula Piala Dunia 2014 digelar, dan tim jagoanku, Jerman, yang notabene-nya baru menjadi juara dunia tiga kali itu memenanginya pada laga yang digelar 14 Juli lalu di stadion Maracana, Rio de Janeiro, Brazil. Amazing! :D

"Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H! Mohon Maaf Lahir dan Bathin..."

Rabu, 09 Juli 2014

Indonesia on President's Election Day 2014

Juli 2014. 
Masa kepemimpinan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Presiden Republik Indonesia akan segera berakhir. Dan, beliau sudah tidak mungkin lagi mencalonkan dirinya di pemilihan presiden untuk tahun berikutnya, meski mungkin banyak diantara masyarakat yang masih menginginkannya kembali menjabat. Ini adalah jaman orde baru. Bukan lagi di jaman Bapak Soeharto dimana beliau bisa menjabat sebagai presiden hingga 3 dekade berturut-turut.

Jika kita mau flashback ingatan kita ke jaman itu, tentunya kita tahu dan sadar apa yang salah dengan negeri ini hingga sampai mengalami keterpurukan, terutama dalam aspek Ekonomi. Banyak terjadi huru-hara, dan keadaan negara kacau-balau. Seolah kita kembali ke jaman penjajahan. Ya, mungkin saja tahun itu adalah tahun penjajahan dalam versi lain. Indonesia dijajah oleh rakyatnya sendiri. Dijajah oleh keegoisan bangsa ini sendiri. 

Tapi, tak ada asap jika tak ada api, dan tak ada akibat jika tak ada sebab. Itu semua adalah masa lalu bangsa ini. Masa lalu kita semua. Dan, dari itu semua kita bisa belajar. Belajar untuk sama-sama memperbaiki pilar-pilar bangsa yang nyaris roboh. 

Semoga saja dengan pemilihan presiden untuk masa jabatan tahun 2014 hingga 2019 ini bisa membuat Indonesia menjadi semakin baik dan bisa berkompetisi serta bersaing dengan negara-negara berkembang lainnya di dunia. Itu adalah mimpi dan harapan kita semua, kan?

Senin, 23 Juni 2014

Diskriminasi

Apa itu diskriminasi? Jika dibahas rasanya agak janggal. Dalam pikiranku, atau mungkin juga semua orang yang menentang diskriminasi, mungkin berkata, "Hari gini masih ada diskriminasi? Tahun berapa nih?" Seperti hidup di jaman dimana kesemuanya masih dibawah otoritas tertentu. Tapi, mungkin memang benar begitu atau sistem itu sudah berubah seiring dengan silih bergantinya pemerintahan? Entahlah. Namun, yang pasti diskriminasi itu jelas masih merajalela hingga saat ini.

Diskriminasi memang bisa dilihat dari banyak bentuk, dan tergantung dari jenis diskriminasi apa dan di lingkungan yang bagaimana. Jelas, orang per orang yang menjadi korban diskriminasi atau mereka yang diperlakukan secara berbeda dari orang lainnya akan merasa tidak nyaman. Orang-orang seperti ini cenderung murung dan menyendiri. Mereka akan selalu merasa tidak percaya diri dan pada akhirnya akan menurunkan produktivitas sumber dayanya. Terutama, jika orang-orang ini adalah masyarakat yang tergolong dalam usia produktivitas aktif, yakni mereka yang berada dalam rentang usia 20 hingga 35 tahun.

Padahal Undang-Undang negara yang mengatur soal penghapusan diskriminasi sudah jelas-jelas diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Tapi, kok ya masih ada saja di berbagai tempat-tempat di wilayah negeri ini yang masih mengagungkan diskriminasi seperti ini. Atau, mungkinkah sebagian dari mereka tidak paham tentang hak asasi manusia? Karena, hal ini pun sedikit banyak berkaitan dengan hak asasi manusia.

Cukup merisaukan sebenarnya. Tapi toh, banyak dari mereka tidak memahamiya. Banyak pula dijumpai pemberlakuan diskriminasi yang berakibat buruk pada jiwa dan psikologis pada korban diskriminasi. Hingga pada akhirnya banyak pula dijumpai dari mereka para korban mencetuskan kalimat berbahaya, "Jadi, kalo aku mati, nggak ada yang peduli juga?" 

Seharusnya, jika mereka sadar akan hukum dan sisi psikologis manusia, diskriminasi tak perlu terjadi. Toh, untuk apa? Tidak ada manfaatnya. Yang ada hanyalah kerugian - rugi fisik, rugi pikiran, dan rugi tenaga, yang seharusnya ketiganya bisa digunkan untuk memikirkan hal lain.

Jadi, masih perlukah diskriminasi dipertahankan??

Rabu, 18 Juni 2014

Antara Iseng dan Sadar

Rasanya lama aku tidak update blog ini. Kesibukanku rupanya sudah cukup menyita waktu. Padahal baru sekitar bulan Mei kemarin aku terakhir menulis. Tulisan hari ini pun kubuat saat mataku sudah setengah tertutup kantuk, setelah sebelumnya aku iseng mengganti template blog ini. Sekedar ganti suasana, kupikir.

Banyak yang terjadi sepanjang dua bulan belakangan ini, baik itu yang menyangkut diriku sendiri ataupun orang lain. Kurasakan semuanya begitu kompleks. Mulai dari yang sedih, bahagia, was-was, berdebar-debar, hingga terharu. Aku mungkin tak bisa menceritakannya satu per satu, selain karena keterbatasan waktu juga mataku yang sudah tidak kuat untuk 'bekerja' lagi.

Singkat kata, kini aku bahagia. Ya, dan hal itu selalu kuamini setiap saat. Berawal dari sebuah iseng, kemudian berlanjut ke sebuah hubungan yang lebih serius. Tak henti-hentinya aku mengucap syukur. Tuhan tidak akan mengabulkan permohonan manusia, apabila manusia itu tidak mau berusaha demi mencapai keinginannya. Dan, ungkapan itu memang benar adanya. Aku telah membuktikannya. Kebahagiaan ini aku anggap sebagai 'hadiah' atas usaha yang aku perjuangkan demi menggapai impianku.

Apapun yang aku rasakan sedih dan berkeluh kesah selama ini kuanggap sudah terbayar lunas, dan bahkan melebihi dari ekspektasi yang aku harapkan.

Mungkin aku memang sedih. Banyaknya masalah yang harus aku hadapi di kantor takkan menyurutkan sesuatu yang masih tersimpan dalam hatiku.

Tak jauh berbeda dengan apa yang aku tulis diatas, bahwasanya manusia hanya bisa memanjatkan doa dan berharap. Sesederhana itu. Usaha dan doa tak pernah terpisahkan, seakan mereka adalah satu 'paket'. Tak pernah berdiri sendiri dan tak pernah terlihat 'sendiri', keduanya harus selalu ada dalam hidup kita dan menjadi dasar sebuah keyakinan.

Senin, 05 Mei 2014

Learn to be A Writer

Terkadang kalimat 'Banyak Jalan Menuju Roma' itu bisa berarti banyak hal. Contohnya saja aku. Aku ingin menjadi penulis, tapi semasa sekolah, aku tak pernah mendapatkan nilai superior untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Padahal, seperti yang diketahui banyak orang, seorang penulis diwajibkan (oh tidak, bukan diwajibkan), setidaknya mengenal banyak kosakata dan istilah. Sedangkan aku? Tak banyak yang kuketahui tentang itu.

Sekitar tahun 2003, secara tidak sengaja aku menemukan sebuah artikel yang ditulis dalam bentuk web log atau yang lebih dikenal dengan blog. Tulisan yang sungguh menginspirasiku untuk mengikuti jejaknya membuat sebuah blog. 

Tujuan awal aku membuat blog hanyalah sebagai media tempatku mengasah kemampuan menulisku saja. Bukan ingin dibaca orang, apalagi dikomersialkan atau mengejar rating tertentu. Aku sama sekali buta dengan semua itu. Yang aku tahu hanyalah aku ingin menulis di blog yang telah aku miliki.

Namun, ternyata ada juga orang yang mengunjungi blog-ku dan membaca setiap postinganku. Menelusuri setiap patah kata yang aku torehkan. Dan, satu komentar masuk di kotak komentar blog-ku kala itu, "Tulisannya bagus sekali, Mbak. Kenapa nggak dijadikan buku aja?"

Mataku seketika membeliak tatkala membaca komentar itu. Oh benarkah? Sebagus itukah goresanku? Aku sama sekali tak menyangka. Tapi, benar juga, sejak saat itu aku mulai percaya diri menulis. Kupikir, menjadi seorang penulis tak harus memiliki ratusan judul buku. Menjadi seorang blogger saja sudah sama dengan menjadi 'penulis'. 

Lambat laun aku mulai serius mengurus blog-ku. Tak terasa sudah sekitar 11 tahun aku berkecimpung di dunia jurnalistik. Jika sebelumnya aku hanya menamai blog-ku dengan embel-embel platform blog itu sendiri, maka sekarang aku mulai memikirkan nama serta tema apa yang cocok untuk aku terapkan di blog milikku. Mungkin aku akan menjadikan blog-ku sebagai blog pribadi saja. Karenanya, aku mengambil nama lengkapku sebagai alamatnya, dengan tema yang sesuai dengan 'siapa aku'. Blog pribadi dengan sentuhan novel atau penggalan cerita pendek.

Mungkin memang ada tersedia banyak komunitas-komunitas blog yang bertebaran di dunia maya. Namun, ada satu yang menarik perhatianku. B Blog yang merupakan bagian dari CyberBuzz, anak perusahaan CyberAgent Inc., sebuah tempat dimana kita bisa mengembangkan bakat menulis kita dan dipublikasikan kepada masyarakat melalui metode penyebaran informasi.

Kupikir menjadi seorang blogger bukan tidak mendapatkan manfaat. Justru banyak sekali manfaat yang bisa aku ambil dari sini. Mulai dari bisa mengasah kemampuan menulisku, aku pun bisa dikenal orang melalui tulisanku, terkadang aku pun mendapat tawaran menulis artikel untuk sebuah online shop, hingga aku mendapat banyak teman dengan saling berkunjung ke blog mereka dengan meninggalkan sebuah 'jejak'. Dikatakan 'jejak' karena kita meninggalkan sebuah tulisan atau komentar atas posting yang mereka buat.

Disamping itu, kita pun juga dapat memasang statistik jumlah pengunjung blog kita per harinya dan dari negara mana saja. Atau, postingan-postingan mana saja yang paling banyak dibaca dan paling banyak dikomentari.

Jika kau adalah seorang yang suka menginspirasi seseorang lain dengan apa yang kau miliki yang tidak dimiliki orang lain, maka menjadi blogger merupakan langkah yang tepat. Tulisan-tulisan yang kau buat akan menginspirasi mereka melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan demi membaca artikel ciptaanmu. Dan, itulah yang terjadi padaku. Aku bangga bisa menjadi inspirator bagi orang-orang yang memang setuju dengan pemikiranku.

Kendati demikian, menjadi blogger pun ada beberapa 'kode etik' yang harus diperhatikan. Diantaranya adalah :
  1. Usahakan setiap post yang ditulis adalah buah karya pikiran sendiri, bukan saduran atau copy-paste. Apalagi copy-paste yang sama persis. Jikalau memang harus copy-paste, kita wajib mencantumkan sumbernya atau website aslinya.
  2. Menggunakan bahasa lugas yang mudah dipahami oleh siapapun yang membacanya.
  3. Memposting postingan yang variatif agar menjauhkan pengunjung blog dari syndrome bosan. Dengan kata lain, jangan sampai pengunjung blog kita merasa bosan dengan tulisan-tulisan kita, alias monoton.
  4. Blog, menurutku seperti diary atau jurnal online. Jadi, curhat pun tidak dilarang asalkan sisipkan sesuatu yang menarik disana, seperti gurauan atau teka-teki.
  5. Usahakan memilih template blog yang sederhana tapi menarik. Menurut beberapa penelitian, pengunjung internet akan berpaling atau menutup web browser-nya apabila website yang dibukanya tidak dapat merespons selama kurang lebih 10 menit.
Kira-kira seperti itulah etika yang tidak tertulis tapi patut diketahui sebagai pembelajaran. Karena, setiap penulis pasti memiliki pembaca - dimanapun itu. Kita pun juga memiliki pembaca atau bahkan mungkin ada beberapa kelompok orang disana yang memfavoritkan blog kita. Who knows, kan? Untuk itu, sebisa mungkin kita harus bisa memanjakan para pengunjung setia kita dengan karya kecil kita.

:: Tulisan yang dibuat dalam rangka mengikuti B Blog Competition 2014 :: 

berpartisipasi dalam B Blog’s, I A.M a Blogger [3]

Acara ini diorganisir oleh B Blog Indonesia, dan disponsori oleh :
  • @princess_butik (http://www.instagram.com/princess_butik)
  • @japansoftlens (http://www.instagram.com/japansoftlens)
  • @keziashop (http://www.instagram.com/keziashop)
  • @kissindonesia (http://www.instagram.com/kissindonesia)
  • @lumiere_corner (http://www.instagram.com/lumiere_corner)
  • @galerikuku (http://www.instagram.com/galerikuku)

Sabtu, 19 April 2014

An Emotion Restraint

Jika aku bertanya pada siapapun perihal apa yang kurasakan dan apa yang aku lalui hingga detik ini, mereka pasti akan mengira aku orang gila atau yang semacamnya. Tapi, inilah aku. Aku mungkin selalu mencari 'Pangeran Impian'-ku sendiri, tapi aku tak pernah menemukan yang benar-benar kuinginkan. Hingga akhirnya aku menemukannya. Dia yang kukenal sekitar lima bulan lalu dan aku seperti sudah mengenalnya sejak lama. G yang selalu bisa menghapus dukaku, memberikanku semangat, menghujaniku dengan kata-kata cinta, tak alpa mengirimkanku sebuah 'mood booster' di kala pagi menjelang, dan senyuman yang selalu kurindukan.

Namun, aku memang harus bersabar dengan semua kemungkinan yang mungkin akan muncul. Aku tahu. Dan, selalu ada hikmah dibalik peristiwa. Meski kesabaranku sudah teruji kala tak lelah menunggunya dibarengi dengan rentetan peristiwa memilukan, menyayat hati, dan mengoyak perasaan, toh aku tetap bisa berdiri dengan kedua kakiku dengan mempertahankan sebentuk cinta yang masih utuh dan selalu senantiasa terjaga tanpa ada retak sedikit pun. Cinta yang selalu ada dan abadi untukmu, G. Cinta yang tak lekang oleh waktu.

Aku tak akan mengingkari apa yang ada. Takkan mengingkari asal-usulku. Hanya saja, di dunia ini tak semua orang menyukai kita. Percayalah, pasti ada orang yang merasa bahwa kita tak pantas mendapatkan yang terbaik, atau yang senada dengan pernyataan itu. Karenanya, diperlukan sebuah porsi kesabaran yang di luar kata 'biasa'. "Terkadang, sebuah komunitas itu bisa sangat kejam dan jahat," seperti itulah kira-kira.

Anggaplah melatih kesabaran itu layaknya terapi jantung. Jadi, semakin hari kau menjalani terapi itu lambat-laun kau akan terlatih, namun kau tetap menjadi dirimu sendiri tanpa mengubah apapun. Jika sebuah terapi kesehatan yang dilakukan pada pasien penderita penyakit tertentu akan membuat pasien itu menjadi lebih baik dan tak lagi merasakan sakit, maka terapi kesabaran seperti yang aku bicarakan diatas akan menjadikan kita sebagai sosok yang lebih baik dan lebih bisa mengendalikan emosi.

Jumat, 18 April 2014

Airmata Yang Terbayarkan

Tak ada yang lebih membahagiakan selain menggantikan airmata dengan senyuman. Bukan nilai airmata yang menjadi sorotanku, tapi 'perjalanan' airmata itu sendiri sehingga bisa menjadi airmata kebahagiaan atau 'airmata yang terbayarkan'.

Kusebut sebagai sebuah 'perjalanan' karena memang tak mudah aku melalui semuanya, jika tak ada yang menguatkanku. Cinta dan Tuhan.

Ya, dua kata itu seolah seperti sihir yang mampu membuatku tegar dan kokoh dalam terpaan badai. Aku mungkin keras kepala dan terlihat 'baik-baik' saja diluar, meski dalam hati aku merasakan sakit luar biasa. Sakit tak tertahankan karena perasaan cinta terdalam yang terluka oleh sayatan pisau mahatajam. Entah bagaimana aku bisa survive, karena yang terlintas kala itu hanyalah satu : mati.

Jika bukan karena cinta yang seolah seperti sudah mendarah-daging, dan karena aku manusia yang masih ber-Tuhan, tulisan ini mungkin takkan tersurat dengan kesepuluh jariku hari ini. Dan, aku mungkin takkan lagi menghirup udara serta menginjakkan kakiku lagi di muka bumi ini. Tapi, tidak. Cinta yang bersemayam di hatiku lebih kuat dari itu semua. Cinta yang membuatku bertahan, meski sebelah kakiku seolah tak lagi menapak tanah.

Dan, seolah terbangun dari rentetan panjang mimpi buruk dan black-hole yang siap menelanku hidup-hidup, aku merasakan tubuhku begitu ringan dan tak ada lagi beban yang kurasakan. 'Sihir' itu benar-benar bekerja. Aku masih hidup.

Airmata yang kuteteskan bukan tidak memiliki makna. Nyatanya, airmata kesedihan itu menjelma menjadi airmata kebahagiaan yang benar-benar memiliki makna yang berbeda. Menyapukan keseluruhan duka dalam palung hati dan membersihkan sukma, menjadikanku sosok yang nyaris sempurna. Aku menyebutnya sebagai 'Keajaiban Cinta'.

"G, kau adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan atas setiap doa yang kupanjatkan. Kau adalah 'hadiah' yang diberikan Tuhan atas permohonan dalam setiap tetes airmataku. Terima kasih, Tuhan."

Senin, 31 Maret 2014

Trip and Traveling

Kalo bicara soal perjalanan atau istilah kerennya traveling, aku selalu terpikirkan ke sebuah tempat eksotis yang notabene-nya belum pernah terjamah tangan-tangan manusia. Tak harus juga melancong pergi jauh ke negeri orang, jika di negeri sendiri banyak tempat-tempat yang bisa dijadikan sebagai tujuan wisata.

Tapi, untuk sementara ini, yang terpikirkan di otakku hanyalah satu tujuan destinasi : Bali. Satu tujuan yang selalu menari-nari di benakku sejak aku mengenalnya beberapa bulan lalu. Aku ingin menemuinya, dan menikmati keindahan kota tempatnya tinggal. 

Mungkin benar apa kata orang jika seseorang yang bekerja bisa dipastikan dan hampir pasti membutuhkan beberapa tujuan wisata atau berlibur untuk menyegarkan pikiran dan membuang penat agar otak kembali dapat beroperasi dengan sebagaimana mestinya.

***

Denpasar, Bali, 31 Maret 2014...

Sudah lama sekali aku tak mengunjungi pulau ini sejak terakhir kali aku kemari dalam rangka karyawisata SMA sekitar tahun 2002 lalu. Tak banyak yang kuingat ketika aku meninggalkannya dengan tidak membawa kenangan apapun, selain roll film kamera sakuku yang habis sama sekali kala itu, padahal banyak momen indah yang belum terpotret. Menyesal, sih, tapi dalam hati aku berharap kelak aku mendapat kekasih yang tinggal di pulau ini dan bisa tinggal disini, menjadi milik berdua, tak hanya sekedar membidik sebuah panorama.

Dan, Tuhan memang MahaMendengar. Seperti mimpi, aku benar-benar berada disini, di Bali, bersama dengan kekasih hatiku yang sangat aku sayang dan cintai. Mengukir kebersamaan berdua dan berbincang-bincang menatap matanya. Seakan masih belum percaya, aku mencubit lenganku sendiri. Dan, aku nyata!
Kebun Raya, Bali

Cuaca pulau Bali mungkin memang panas, dan kupikir memang lebih panas dibandingkan dengan di Surabaya yang panasnya pernah mencapai 40 derajad Celcius sekalipun. Tapi, aku tak menghiraukannya. Kulitku seperti kulit kebanyakan turis, yang bisa kembali ke warna semula ketika terkena panas. Dan, aku memang tak merasakannya. Yang kurasakan hanyalah sejuknya hatiku kala berdekatan dengannya.

Tanggal 31 Maret adalah saatnya masyarakat Hindu di Bali merayakan Nyepi. Baru kali ini aku menyaksikan dengan mata kepala sendiri perayaan Nyepi di Bali secara langsung, yang biasanya aku hanya melihatnya dari layar kaca atau hanya membaca di media cetak. Hanya saja, aku tak sempat mengabadikan momen apapun perihal perayaan Nyepi ini karena memang momennya tidak tepat. Selain upacara adat yang dikenal keramat, banyaknya ogoh-ogoh yang sedikit membuatku merinding, juga kemacetan lalu lintas yang tidak memungkinkan aku untuk membidik salah satu scene-nya. Tapi, toh, aku tidak mempermasalahkannya. Tujuanku ke kota ini adalah untuk dia, bukan untuk mengejar obyek foto.

Bali memang indah. Dan, bersamamu, adalah yang utama dari semua rangkaian perjalananku. Aku tak mempedulikan apapun, termasuk jatah cuti kantor yang kuhabiskan selama satu minggu lebih. Mungkin aku tak ingin kembali ke habitatku sendiri, tapi aku harus, sambil dalam hati terus berharap aku akan bisa kemari lagi dengan satu bentuk cerita yang lain.

:: Saat Nyepi, Bali seperti kota mati, gelap dan sepi - Denpasar, 31 Maret 2014 ::

Selasa, 11 Februari 2014

A Golden Box

Seringkali kudengar pendapat orang bahwa cinta itu indah. Ya! Indah jika cinta itu layaknya barang yang bisa kau beri nama dan selalu kau kunci dalam peti peyimpanan agar tidak hilang atau raib. Namun, bukan cinta namanya jika cinta itu selalu kau kurung dalam sangkar emas dan sama sekali tak dibiarkan bebas. Terkadang, kau harus merelakannya bebas, dengan beribu ancaman yang mungkin mengancam cinta itu sendiri.

Meski kau tak ingin, tapi kau harus. Cinta punya jalan sendiri untuk menemukan pasangannya. Seperti anak kunci yang selalu menemukan panelnya agar daun pintu dapat terbuka.

Sedih. Satu kata jahanam yang mampu mengucurkan miliaran butiran airmata hingga nyaris tak tersisa. Apa? Itukah cinta?

Mungkin menangis tak menyelesaikan masalah. Tapi, setidaknya itu bisa membuatmu lega. Cinta yang kurajut dengan benang kusutku, apa artinya jika pada akhirnya harus terpaksa kurelakan ia pergi? Meski itu berat, aku bisa apa? Apa yang bisa kulakukan di posisi ini? 

Seharusnya aku menyesal mengenalnya, dan seharusnya aku melupakannya. Tapi aku tidak bisa. Aku tidak sanggup. Dia adalah hadiah terindah yang diberikan Tuhan atas pengharapanku. Dan, aku akan selalu menjaganya sepenuh hatiku - dalam sebuah kotak berlapis emas dalam palung hati yang teramat indah.

Satu kedamaian tak tergantikan dengan menyimpanmu disana. Selalu mengalunkan melodi dalam setiap helaan napas dan detakan jantungku.

"Aku (selalu) Sayang Kamu, G."

Jumat, 03 Januari 2014

New Year, New Stuffs

Awal tahun yang membahagiakan. Yah, walaupun bagi sebagian orang tak berpikir demikian. Tapi, setidaknya, tahun baru selalu membawa energi positif bagi setiap mereka. Ada yang setuju pendapat ini? Bisa dibayangkan, satu contoh saja, apabila di tahun sebelumnya masih menyimpan satu kendala yang belum terpecahkan, maka orang pasti akan berpikir untuk mencoba menyelesaikannya di tahun berikutnya. Paling tidak, di trimester tahun pertama yang diharapkan mampu membawa hasil yang cukup memuaskan.

Kalau melihat dari apa yang terjadi padaku, mungkin aku memang punya banyak sekali (bukan hanya banyak) harapan dan keinginan yang belum tercapai. Bukan karena aku malas, tapi lebih kepada kesempatan untuk mewujudkan semuanya terlampau kecil dan sempit. Namun, bermodalkan 'percaya', satu kata ajaib yang mampu menyihir sesuatu yang rasanya mustahil menjadi tidak mustahil.

http://www.lazada.co.id/
Termasuk juga, ketika seseorang menginginkan suatu barang yang telah lama diimpikan, tapi ternyata harus terkendala harga yang selangit. Hal itu mungkin tidak lagi berlaku jika pada satu momentum tertentu harga yang selangit itu bisa lebih terjangkau karena adanya potongan harga atau diskon. Ya! Kalau dengar kata diskon, rasanya telingaku jadi membesar dan melebar bak gading Gajah. Bagaimana tidak? Lihat saja di salah satu toko online ini. Hampir semua barang memiliki potongan harga yang tidak main-main. 

Berbagai kebutuhan pokok dan tersier yang banyak diincar masyarakat pada umumnya semuanya tersedia. Dengan dilengkapi keamanan yang terjamin dan sistem pembayaran yang mudah menjadikan toko online ini salah satu toko online terbesar dan terpercaya di Indonesia. Tak hanya itu, jangkauan pengiriman yang luas hingga daerah pelosok juga memberikan nilai tambahan bagi toko online ini.

Tahun baru memang tidak harus semuanya baru, hanya paling tidak, masyarakat memerlukan peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Mungkin jika 'window shopping' di toko online ini tak ada salahnya juga, karena siapa tahu akan tertarik pada suatu barang impian dan harganya pas di kantong. 

Jadi, Selamat Berbelanja dan Selamat Tahun Baru 2014! :)

Rabu, 01 Januari 2014

Awal Tahun dan Sejumput Asa

Apa yang kadang terpikir di benakmu tatkala awal tahun mengunjungimu? Kau pasti meletakkan sejumlah harapan, cita-cita, dan juga mimpi, kan? Ah, ya pasti, mimpi. Terbersit betapa aku kini begitu jauh dari kata 'percaya' lagi dengan mimpi. Apa sih mimpi? Hanya sebuah angan-angan dan bunga tidur yang jika kau beruntung, kau akan bisa meraihnya.

Mungkin tak harus sepicik itu. Tapi, memang, aku tak ingin lagi terlalu bergantung pada mimpi. Jika harapan masih memberiku jalan untuk kulalui, maka aku tak lagi bermimpi untuk menjadi seperti seorang putri dalam negeri dongeng.

Ini baru awal tahun yang benar-benar baru. Semua orang pasti berharap tahun ini bisa lebih baik dari tahun kemarin. Itu sudah bisa ditebak. Karena, sifat dasar manusia yang menuntun untuk kesana, menjadi sosok pribadi yang baik dari hari ke hari, hingga tahun ke tahun.

Sementara aku? Aku pastinya juga berharap demikian. Namun, aku lebih mengutamakan fokus pada penyelesaian konflik yang terjadi pada diriku sendiri terlebih dahulu, sebelum akhirnya aku mengikuti hakikat manusia pada umumnya.

Aku tak ingin banyak menulis. Selain aku masih belum bisa membuat 'normal' otakku yang sempat kaku dan terkena syndrom 'tak bisa berpikir', aku juga ingin meregangkan seluruh tulang sendiku dan siap untuk menghirup udara segar demi menapaki satu jalan menjemput impian.

"HAPPY NEW YEAR 2014!! Hope it will be better than never."

Selasa, 31 Desember 2013

Perjalanan Cinta

Catatan tentang sebuah perjalanan cinta yang tak pernah mudah untuk dijalani. Disaat aku percaya pada mimpi dan harapan, keduanya justru berkolaborasi menjatuhkanku ke lembah tak berdasar. Tapi, apapun itu, semua harus dilalui dengan atau tanpa senyuman.

Dimana, pada satu titik, aku ragu cinta itu ada, dan pada kecilnya suatu harapan.

Dan, pada seseorang yang beberapa waktu lalu sempat membuat hidupku kacau-balau. Sempat membuatku menganggap bahwa hidup ini tak lagi berarti. Sempat membuat apapun yang kumiliki seakan bukan milikku.

Aku merasakan kepalaku benar-benar penuh dan seakan nyaris meledak. Tapi, aku tahu, aku bukan komputer yang bisa rusak saat banyaknya memori yang disimpan tak lagi mampu dibendung.

Aku manusia, yang masih bisa mengatasi semuanya.  

Fortunately, Tuhan masih membimbingku untuk mendapatkan jalan keluar dari semua masalahku. Satu-satunya yang memberiku senyum untuk bisa kujadikan lilin demi menerangi langkah kecilku.

Dan, sekarang pun bukan lagi dahulu, ketika aku tidak tahu kemana harus kulangkahkan kaki ini.

Sekarang adalah sekarang, dimana semuanya terasa begitu indah bagiku.

Tanpa tangis dan airmata...

Senin, 30 Desember 2013

An Efficience Smartphone

Pertama kalinya aku mengenal ada sebuah toko online bernama Lazada adalah ketika aku memutuskan untuk browsing sebuah smartphone. Ada beberapa pilihan smartphone yang bisa menjadi referensiku, tergantung spesifikasi dan model yang memang cocok untuk style-ku.

Tak dipungkiri bahwa belakangan diketahui bahwa masyarakat lebih gemar melakukan segala aktivitasnya dengan menggunakan ponsel. Dan, mereka lebih suka menggunakan ponsel berjenis smartphone karena dinilai mampu melakukan segala 'pekerjaan' ketika sang empunya tidak sedang berada di sebuah ruangan ataupun berkutat dengan komputer.

Keputusanku dalam membeli sebuah smartphone bukan karena sedang trend atau apa, namun lebih kepada kebutuhan yang memang mengharuskanku untuk memilikinya agar dapat menunjang pekerjaanku. Aku menjatuhkan pilihanku pada smartphone Blackberry tipe Armstrong 9320, dimana salah satu spesifikasinya sudah mendukung jaringan 3G.

Memiliki ponsel pintar sekelas Blackberry mungkin sudah menjadi kebutuhan, dan bukan lagi sebuah prestige atau gaya hidup. Mungkin memang ada yang menjadikan ponsel ini sebagai gaya hidup, namun perbandingannya akan sangat kecil dan bisa dihitung dengan jari tangan.

http://www.lazada.co.id/beli-handphone/blackberry/
Cara penggunaannya yang pada awalnya kupikir akan susah dan rumit, ternyata tidak. Meski aku tak pernah suka membaca petunjuk penggunaan yang selalu ada di setiap paket pembelian, tapi aku bisa menggunakan Blackberry milikku dengan sebagaimana mestinya. 

Mudah dan praktis. Mungkin, dua kata itu yang bisa menggambarkan smartphone yang satu ini. Hampir tak ada yang tak bisa dilakukannya. Mulai dari aplikasi e-mail, web browser, social media, pemutar film dan musik, hingga radio, mampu memanjakanku ketika aku ingin melakukan pekerjaanku dan disaat aku butuh hiburan.

Blackberry tipe Armstrong 9320 ini sudah memasuki era Blacberry terbaru dengan sistem operating system 7 yang oleh pihak Blacberry sendiri telah diklaim hemat baterai dan mendukung jaringan 3G. Seperti yang terjadi padaku, aku mungkin termasuk salah seorang diantara mereka yang suka berkecimpung di dalam dunia maya dan social media. Sehingga, aplikasi yang berhubungan dengan semuanya telah siap digunakan dalam smartphone Blackberry milikku. Dan, aku bersyukur, aku tak perlu berulang kali mencolokkan kabel charge untuk mengisi ulang baterainya, karena daya tahan yang cukup mumpuni.

Menurut isu terbaru yang dikeluarkan oleh Blackberry, pihaknya telah merilis BBM (Blackberry Messenger) dengan versi terbaru, dimana di dalamnya telah ditambahkan Blackberry Channel yang berfungsi seperti group yang mencakup berbagai brand, klub sepakbola, ataupun artis hollywood dunia.

Seperti yang dilansir Blackberry sendiri dalam situs resminya :
Dirancang dengan menonjolkan kelebihan BBM, yaitu komunikasi interaktif, menjadikan fitur BBM Channel sebagai sarana bagi pengguna BBM dalam mengembangkan komunitas yang dinamis yang terhubung dengan merek, influencer, dan orang-orang dengan kesukaan yang sama

BBM Channel mungkin saja bisa dijadikan 'media' yang paling praktis bagi orang-orang yang suka dengan update terbaru dari hobinya masing-masing. Bagiku, menggunakan smartphone Blackberry tipe Armstrong 9320 merupakan satu pengalaman yang tidak bisa dinilai dan dibandingkan dengan apapun. Yang terbaik dan yang paling bisa mengerti akan kebutuhanku, sejauh ini.

Senin, 25 November 2013

Taman Bungkul Kebanggan Surabaya

Kali pertama aku mengenal taman ini sekitar tahun 1990. Masih tergambar jelas di ingatanku bagaimana bentuk rupa taman yang sekarang menjelma menjadi taman superindah nan bersih, sehingga layak dijadikan sebagai sebuah ikon kota itu.

Dulu, taman ini hanya dipenuhi dengan rumput setinggi ilalang, dan beberapa mainan mirip di sekolah Taman Kanak-kanak. Tak ada yang istimewa, kecuali aura mistisnya yang masih bisa kuingat hingga detik ini.

Kini, Taman Bungkul sudah berhasil mengubah image-nya menjadi taman yang layak untuk dikenal dunia. Dengan beragam keunggulan yang dimiliki, nyaris tak ada taman serupa yang mampu menyainginya.

Religi. Ekonomi. Wisata. Olahraga. Adalah empat unsur utama kriteria taman ideal yang harus dimiliki sebuah spot area. Dan, Taman Bungkul memilikinya, dengan ditambah lagi sebuah sentuhan teknologi Wi-Fi demi melengkapi fasilitas yang ada di taman tersebut.

Ini kali kedua taman ini menerima penghargaan. Yang pertama adalah pada tahun 2011 dan sekarang sebuah penghargaan PBB bertajuk "The 2013 Asian Townscape Sector Award" berhasil diraihnya.

Semoga masyarakat Surabaya bisa menjaga fasilitas umum ini dengan baik dan akan tetap lestari hingga jangka waktu yang tidak ditentukan.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Selasa, 19 November 2013

Job, Friend, Love

Sekilas kalau baca judulnya, pasti kalian berpikir kalau aku plagiat dari film Julia Roberts yang syutingnya diambil di pulau dewata Bali. Eat, Pray, Love. Ya, kan?

But, trust me, aku sama sekali tidak ada niatan untuk meniru judul itu. Karena memang, tulisan aku kali ini ada hubungannya dengan pekerjaanku, teman-temanku, dan cinta.

Kalau bicara tentang pekerjaan, mau tidak mau ingatanku harus kembali ke sebuah masa dimana aku harus keluar-masuk perusahaan demi menjalani proses wawancara, yang panjang dan melelahkan. Tak jarang juga aku merasa bahwa aku mungkin harus menyerah dan putus asa karenanya. Tapi, ternyata, keinginan hatiku lebih kuat dari yang kubayangkan.

Tahun 2012, kesabaranku berbuah manis. Aku berhasil masuk sebuah perusahaan asing yang bergerak dalam bidang ekspor impor. Masuk perusahaan ini persis seperti yang selalu aku impikan. Dan, aku sungguh sangat bersyukur karenanya.

Bertemu dengan banyak orang-orang baru menuntutku untuk harus selalu bisa memahami lingkungan tempat dimana aku berada. Dan, aku pun memahami bagaimana aku harus bersosialisasi. Mungkin terdengar sepele, tapi semuanya tak semudah yang kubayangkan. Kuncinya hanya satu : bisa membawa diri dengan baik.

Sekarang, ketika aku sudah bisa mengatasi segala problema yang tadinya kupikir aku tak mampu, aku harus dihadapkan dengan kenyataan lain yang aku sendiri belum tahu apa jawabannya.

"Haruskah aku mengundurkan diri demi mengejar sebuah impian dan mencari pekerjaan baru yang dekat dengan impian itu?"

"Ataukah aku harus bertahan disini dan meninggalkan impian diatas impian dan membiarkan impian itu yang 'menghampiriku'?"

Dan, aku benci pada sebuah pilihan...

Ketika pada akhirnya aku harus memilih, aku tahu pilihan itu pastilah yang terbaik untukku dan untuk dia, seseorang yang selalu menghujaniku dengan kata-kata cinta dan semangat setiap kali kakiku melangkah.

"I Love You, G!"

Powered by Telkomsel BlackBerry®