Langsung ke konten utama

Postingan

Post Pilihan

Hidup Layaknya Roller-Coaster

Semacam pengharapan berlebih; pernah sekali waktu aku berharap (dan sedikit berandai) malaikat turun menghampiriku dan memberiku satu permintaan. Aku akan meminta padanya, aku diijinkan kembali ke masa lalu; ke sebuah masa dimana semua titik asal mula permasalahanku sekarang berawal. Memang terdengar mustahil, tapi jika diijinkan, aku ingin memperbaiki segalanya agar semua kembali seperti sediakala. Seperti sebagaimana hidupku seharusnya berjalan. 
Ini mungkin teguran dan sentilan keras yang diberikan Tuhan padaku, karena aku kurang bersyukur atas apa yang sudah aku dapatkan; atas apa yang sudah aku miliki. Tanpa sadar, aku seperti merasa bahwa gaji yang ku dapatkan setiap bulan selalu mengalami defisit.
Mungkin memang benar bahwa ada suatu hadits Nabi yang berkata,  Rejeki yang diturunkan Allah selalu pasti akan cukup untuk hidup, tapi tidak akan cukup untuk gaya hidup.
Itulah yang terjadi padaku, pada awalnya. Aku terlalu boros, dan tidak cermat dalam mengelola keuanganku sendiri. …
Postingan terbaru

Penulis dan Dunianya

Dunia kepenulisan itu luas. Salah satu sisi kecil dunia dimana di dalamnya banyak terdapat oleh satu atau beberapa orang yang dinamakan penulis—orang-orang yang menciptakan sebuah karya seni yang dapat dinikmati oleh banyak orang melalui kumpulan paragraf dan kata, yang kemudian menjadi susunan kalimat yang indah. Itulah bakat
Seorang penulis biasanya membutuhkan ketenangan dan lingkungan yang kondusif demi mendukung pekerjaannya tersebut. Karena mereka bekerja berdasarkan inspirasi yang mereka dapatkan—dimana terkadang inspirasi itu hanya datang tatkala lingkungan tenang dan damai. 
Dulunya pun, aku pernah menjadi bagian dari para penulis itu. Hanya saja aku selalu tidak memiliki cukup banyak waktu untuk meneruskan bakatku setelah karya pertamaku diterbitkan. Kala itu karyaku yang berjudul “Cinta sang Tukang Pos” diterbitkan bersamaan dengan karya penulis lain dalam sebuah kumpulan kisah—dimana royalti dari buku tersebut disumbangkan untuk yayasan yatim piatu di sebuah daerah yang me…

Eksistensi, bukan Pengecut

Insan yang bekerja itu memang membutuhkan kesabaran ekstra. Iya, aku paham. Awalnya mungkin terasa menyenangkan karena kau merasa masih berada di ‘jalur’ yang benar. Tatkala kau berada di zona nyaman, maka segalanya akan terasa sangat biasa saja. 
Namun, lambat laun kau akan merasa bahwa segalanya seolah bergeser. Dan, pergeseran itu sungguh sangat berpengaruh besar pada eksistensimu. Lambat laun kau akan merasa seolah seluruh pasang mata tertuju padamu—dan segala tingkah laku yang kau lakukan terasa serbasalah. 
Mungkin segalanya akan terasa berbeda apabila kau tidak berada di dunia kerja yang notabene-nya penuh dengan intrik dan persaingan. Benar saja. Persaingan—adalah satu-satunya alasan yang bisa mengubah pribadi seseorang menjadi sosok yang bukan dirinya. 
Jika kau bersaing dengan lawan yang tangguh, maka kau harus lebih berada di atasnya—atau kau akan kalah. Dan begitu pun sebaliknya, jika kau berhadapan dengan lawan yang memiliki level di bawahmu, maka kau harus menyembunyikan ta…

Life is not as bitter as a cup of coffee

Jika kau merasa bahwa hidup ini sederhana atau bahkan mungkin tak sesederhana seperti yang dikatakan sebagian orang—itu sah-sah saja. Tak ada yang melarang kita berpendapat apa atau pun bagaimana, karena negeri kita saja menerapkan undang-undang tentang kebebasan berpendapat.  Tapi, inti permasalahannya bukan itu. Ini tentang bagaimana seseorang menjalani kehidupannya—dan bagaimana mereka mendapatkan keadilan yang semestinya.  Karena, terkadang ada beberapa di antara insan manusia itu yang merasa bahwa hidup ini sungguh tidak adil. Konon katanya, memang dunia itu tidak adil, dan hidup seperti bertempur di dalam hutan belantara.  Yang kuat akan menang, dan yang kalah akan berkalang tanahTapi, selalu ingat bahwa manusia itu hanya makhluk lemah; yang cuma bisa berharap akan adanya keajaiban pada alur kehidupannya. 
Begitu juga aku. Aku selalu merasa bahwa hidupku tidak adil. Apa yang terjadi padaku rasanya selalu tidak pada tempatnya, dan wajar jika aku tidak terima—hingga aku merasa bahwa s…

Play Book on Google

Pandemivirus corona yang akhir-akhir ini melanda negara kita Indonesia cukup membuat seluruh warga panik. Meski terkadang beberapa orang penting seperti salah satunya Presiden Indonesia Bapak Joko Widodosudah mengatakan bahwa tidak perlu panik, namun naluri warga sebagai makhluk yang memiliki akal sehat tetap saja merasa khawatir. Virus bisa saja dengan cepat menyebar dan menular dari satu orang ke orang yang lain hanya dalam hitungan detik. 
Tidak sedikit dari beberapa masyarakat yang terdampak dan terpapar virus yang kemudian akhirnya meninggal dunia, meski ada sebagian pula yang dinyatakan sembuh dan diperbolehkan beraktivitas seperti biasanya. 
Untuk itulah kemudian pemerintah Indonesia lantas menerapkan sistem 'di rumah saja'—yang artinya tidak ada aktivitas di luar rumah demi memutus rantai penyebaran virus tersebut.
Mungkin bagi sebagian orang penerapan sistem 'di rumah saja' ini bisa dilakukan karena memang tipe pekerjaan mereka bisa dilakukan di rumah tanpa harus…

Marriage in 2019

Bagiku, pernikahan itu sakral. Tak ada hal lain yang bisa melukiskan bagaimana seseorang menjadi begitu bahagia pada hari spesial itu. Pastinya, sih. Sekarang, coba bayangkan saja, sebuah rencana yang telah dirancang sejak beberapa tahun sebelumnya bersama sang kekasih tercinta lantas bisa terlaksana dan menjadi kenyataan. Rasanya seperti mimpi. Juga, ada sedikit perasaan bangga dan seolah tidak percaya. Campuraduk jadi satu. 

Seperti aku yang seolah tidak percaya bahwa bulan Agustus 2019 akan menjadi hari paling bahagiaku di sepanjang tahun ini. Sebelumnya aku dan dia hanya berteman dan sama sekali tidak ada rencana apapun ke arah itu. Dari sebuah awal aku kesepian karena aku kehilangan sosok pria idaman yang paling aku inginkan di dunia ini hanya karena sesuatu yang menurutku tidak jelas. Aku menyebutnya sebagai 'cinta yang terlewat'. Tapi, ya sudahlah, itu sudah menjadi bagian dari masa laluku, dan aku tidak ingin mengingatnya lagi.
Aku bahkan pernah gagal membina rumah t…

The Birthday

Harusnya sesuatu itu bisa menjadi begitu berharga disaat apa yang kita inginkan bisa menjadi kenyataan dan berada begitu dekat di hadapan kita. Memang, tapi, apa yang bisa kita lakukan apabila sesuatu yang kita inginkan itu ternyata adalah hal yang mustahil?

Kau tahu itu mustahil, tapi kau tetap menggantungkan satu harapan kecil, meskipun harapan itu sungguh sangat kecil dan tak lagi utuh. Ya, aku ambil harapan itu. Aku tidak peduli. Jika ini menyangkut soal hati dan perasaan; keduanya memang telah luka sejak beberapa tahun yang lalu. Aku tak lagi mempermasalahkannya, asalkan aku bisa bersamanya—seutuh apa yang ada sekarang. 

Menjadi wanita yang spesial di hari yang spesial itu tidak mudah. Aku harus menyadari segalanya yang ada di hadapanku; yang Tuhan berikan sebagai hadiah. Aku bahagia dan aku sungguh sangat bersyukur. Ketika aku berharap lagi untuk yang kesekian kalinya, kali ini pun aku tak ingin terlalu menggantungkan harapan itu setinggi sebelumnya.

Bersama dengannya, dalam kead…

Blogger dan Segala Kontennya

Terus terang saja, menjadi seorang blogger itu susah-susah gampang. Kalau jaman dulu ketika belum ada smartphone dan media sosial yang begitu bejibun seperti sekarang, mungkin mudah saja meraih suatu popularitas di kancah per-blogging-an dan menduduki salah satu peringkat terbaik di antara top blogger nusantara atau bahkan dunia.

Tapi, ini jaman sudah berubah, dan dampak dari perubahan itu turut mempengaruhi beberapa aspek kecil bagi kami para blogger. Terutama jika ingin meraih sebuah popularitas di dunia maya. Mungkin, bisa lebih sederhana namun harus dibarengi dengan beberapa aspek pendukung yang bisa dibilang ribet.

Ribetnya dunia blogger itu ternyata adalah sesuatu yang memang bener-bener ribet ketika kau sama sekali tidak mengerti tentang sistematisasi network atau jaringan--dan kemungkinan besar juga erat kaitannya dengan besarnya kocek yang kau miliki.

Contohnya saja Alexa. Beberapa tahun yang lalu, ketika saya mendaftar disana demi menaikkan rank blog; sungguh mudah dan gra…