Minggu, 08 Februari 2015

Sadar "Siapa Aku"

0

Semua orang pasti menyadari betapa susah seseorang mau menerima kritik atau nasihat yang membangun namun menusuk ulu hati. Kau pikir berapa banyak yang bisa benar-benar lapang bisa menerimanya? Mungkin tak lebih banyak dari jumlah jari tangan dan kakimu. Kalaupun memang bisa menerima, pastinya ia telah belajar membiasakan diri menerima segala hal dan kemungkinan terburuk dalam kurun waktu yang cukup lama.

Aku pribadi juga bukanlah sosok yang bisa mengendalikan amarah dan perasaan tidak peduli sesama dengan baik. Aku, dan manusia lainnya juga sama...bukan sosok makhluk yang sempurna. Selalu ada kekurangan dan kelebihan di diri mereka masing-masing. Namun, manusia pada dasarnya telah dibekali dengan akal dan pikiran yang sempurna sehingga mereka mampu mengendalikan diri mereka tentang bagaimana caranya harus bersikap.

Kritik, saran, atau masukan, atau apapun lah namanya itu sekilas memang nampak seperti nasihat yang membangun agar ke depannya kita bisa menjadi lebih baik dari hari ini atau hari-hari sebelumnya, dan yang terpenting kita tidak akan mengulangi kesalahan-kesalahan yang sama apabila kita memang melakukan sesuatu yang tidak benar. Kita seharusnya sadar akan siapa kita bagi orang lain. Bukan siapa-siapa. Hanya sesama manusia yang memiliki hak hidup dan kewajiban yang sama, yang juga sama-sama menginjakkan kaki di bumi nusantara.

Dengan kita menyadari segala sesuatunya, maka kita dengan sendirinya juga pasti dapat memahami keberadaan orang lain di sekitar kita. Aku pun demikian. Berapa kali aku selalu mengingatkan bahwa aku bukanlah sosok yang sempurna. Tidak di hadapan mereka, tidak pula di hadapan Tuhan. Siapa aku? Oh, just nothing! 

Tapi, jangan sesekali melupakan tujuan kita hidup di dunia ini sebelum kita menginjakkan kaki di dunia lain. Karena, dengan sengaja atau tidak, manusia hidup pastinya memiliki tujuan yang hendak dicapainya...apapun itu. Kesadaran akan keberadaan kita sangatlah penting, namun fokus pada apa yang menjadi titik-titik sasaran tembak kita pun juga tak kalah penting. Hanya...belajar lah menjadi sosok individu yang lebih bisa mengendalikan diri dan paham pada apa yang terjadi di sekitar kita.

Minggu, 25 Januari 2015

Whatever it Takes, It's Me...

4

Ada yang bilang kalau aku ini orangnya enak diajak bicara, pandai bergaul, ramah, dan tidak pelit untuk berbagi segala sesuatunya. Tapi, ada juga yang tidak sependapat. Aku dikatai orang yang cuek, dingin, dan tidak peduli terhadap orang-orang di sekelilingnya. Dan, yang lebih menyakitkan ada yang bilang, "Kamu cuma menang cantik, selebihnya kamu nggak ada apa-apanya."

Aku hanya ingin tertawa mendengarnya. Dalam hati aku hanya berucap syukur, dan aku berusaha mencoba untuk berpikir positif. Kalian tahu? Dunia ini kejam. Rasanya aku pernah menulis tentang ini di postingan sebelumnya. Bahwa, tak seorang pun yang memiliki hati emas jika tanpa ada keinginan yang diharapkan. Mereka hanya berpikir bahwa harus ada yang menjadi imbalannya jika ia menganggap dirinya melakukan hal yang 'besar' dan berarti.

Tapi, tidak. Oke, aku ralat. Tidak semua orang seperti itu. Aku mengatakan hanya sebagian dari beberapa orang saja yang berpikiran picik sedemikian rupa. Sehingga, nantinya masyarakat semacam ini akan menyebar luas dan akan ada di setiap daerah di Indonesia.

Lalu, apakah ada hubungannya? Jelas ada! Aku cuma takut pada apa yang terjadi di kemudian hari, jika nantinya aku harus berpura-pura menjadi orang lain. No! It's not my style. Aku adalah aku. Whatever it takes, it's me

Setiap orang dari kita pasti pernah terlintas di pikiran bahwa 'mungkin enak jadi dia', atau 'dia nggak pernah berpikir gimana susahnya menjadi aku'. Padahal, tiap-tiap orang punya permasalahannya sendiri-sendiri, dan setiap permasalahan itu pastinya memiliki level kesulitan yang tanpa bisa kita ukur dengan akal terbatas kita, meskipun kita diciptakan sebagai makhluk paling sempurna di muka bumi ini.

Hanya, selalu berusahalah menjadi diri sendiri. Selalu bersikap apa adanya dalam menghadapi segala sesuatunya. Tak ada yang tak mungkin di dunia ini selama kita yakin dan percaya bahwa segala sesuatu itu adalah 'hal yang mungkin'.

Minggu, 11 Januari 2015

Premonition or Deja Vu?

6

Manusia memiliki indera paling lengkap diantara semua makhluk yang Tuhan ciptakan. Tapi, diantara manusia-manusia itu ada yang memiliki 'bakat' lebih, yang tidak dimiliki manusia-manusia lainnya. Dan, bakat itu bisa bermacam-macam bentuknya. Salah satunya adalah penglihatan masa depan atau yang biasa disebut dengan premonition, yang terkadang memiliki pengertian rancu di masyarakat. Pengertian pastinya pun aku juga susah menemukannya. Aku hanya bisa menemukan artinya : pertanda.

Mungkin sudah banyak yang menulis tentang premonition ini. Tapi pastinya, premonition yang dialami mereka dan yang aku alami berbeda. Kenapa bisa berbeda? Pada dasarnya, sebenarnya, tiap-tiap manusia pasti pernah sekali waktu mengalaminya. Premonition mirip dengan mimpi. Jadi, mereka-mereka yang tidak menyadarinya akan menyangka bahwa apa yang baru saja dialaminya itu adalah bagian dari mimpi.

Premonition biasanya berkaitan dengan alam bawah sadar. Jika kalian pernah menonton film "Final Destination", kalian pasti akan menyadarinya bahwa premonition ini memiliki perbedaan tipis dengan mimpi ataupun Deja Vu, yang sering kudengar dari mulut ke mulut. Mungkin adegan yang terjadi dalam film itu hanya rekaan atau 'hanya' sebuah film belaka, tapi dalam kehidupan nyata premonition itu ada dan tanpa kita sadari, kita pun mengalaminya.

Manusia memang bukan makhluk sempurna. Sehingga, Tuhan memberikan penglihatan masa depan dalam beberapa detik hidup di depanmu dan kau tidak menyadarinya, karena kau pikir itu hanya mimpi. Namun, ketika apa yang kau impikan itu benar-benar terjadi dalam dunia nyata, apa yang bisa kau perbuat? Menyesalinya? Pasti tidak, kan? Karena semuanya pasti akan berlalu dengan sangat cepat dan manusia tidak akan memiliki cukup banyak waktu hanya untuk mengingat setiap mimpi-mimpi mereka. Tapi pasti, semua premonition itu akan terekam secara otomatis di otak bawah sadar kalian. Ketika sesuatu terjadi, maka ingatan bawah sadar itu akan menyeruak keluar dan kau akan mengingatnya dengan jelas, "Rasanya aku pernah ngalamin ini. Tapi dimana yaa?" Pernah kan berucap seperti itu? Dan, itu pun berbeda tipis dengan Deja Vu.

Tapi, apapun namanya itu, jangan pernah sekali pun mengabaikan mimpi yang pernah kau alami. Selalu ingat apapun mimpimu. Karena dari 1 dibanding jutaan mimpimu, salah satunya adalah premonition atau Deja Vu. Dan, ketika salah satunya kau alami di dunia nyata, kau akan tahu 'kelanjutan'-nya.

Sabtu, 10 Januari 2015

Cara Aman Berbelanja Online

2

Beberapa waktu lalu secara tidak sengaja aku membaca sebuah postingan seseorang tentang penipuan yang terjadi padanya ketika ia melakukan online shopping atau berbelanja online. Terlebih dia menyebutkan sebuah nama toko online dimana aku sering berbelanja disana. Sebut saja nama toko online itu 'XY'. Padahal, tak sekali-dua kali aku melakukan pembelian secara online dan (syukur alhamdulillah) tak ada apapun yang terjadi padaku, juga pada akun bank yang aku gunakan untuk berbelanja. Dan kupikir, memang hanya toko online XY itu yang aku anggap paling aman dan terpercaya diantara sekian banyak toko-toko online yang ada.

Maka, dari wacana itu lantas aku berpikir, bagaimana bisa terjadi penipuan? Pada dasarnya toko online XY hanya berperan sebagai perantara antara penjual dan pembeli. Hal ini dimaksudkan agar transaksi tidak langsung ke penjual, apabila misalkan saja ada penjual yang ingin berlaku curang. Sehingga, tindakan penipuan bisa ditekan. Dan, ketika barang yang kita pesan tidak tersedia cukup stok, maka uang yang telah kita bayarkan tidak akan hilang karena akan kembali ke saldo akun toko online XY milik kita sendiri, yang masih bisa kita gunakan lagi ketika kita melakukan pembelian berikutnya. Sebaliknya, apabila barang yang kita pesan sudah kita terima dengan baik, maka barulah si penjual mendapatkan uang dari hasil penjualannya yang akan ditransfer oleh toko online XY tersebut setelah kita menyatakan bahwa 'barang pesanan sudah diterima' pada akun milik kita. Seperti itulah cara kerjanya. Sebenarnya cukup fair, bukan? Dan, seharusnya pula si pihak pembeli lah yang diuntungkan dalam hal ini.

Sekarang, aku akan menuturkan beberapa hal yang harus diketahui oleh calon pembeli ketika akan berbelanja online, diantaranya :

  1. Pastikan dengan benar bahwa toko online yang dipilih adalah toko online yang terpercaya dan memiliki track record baik di mata masyarakat pencinta online shop. Termasuk di dalamnya, 90% persen pelanggan tidak pernah dikecewakan, cara pembayaran yang aman, memiliki bermacam-macam fasilitas pembayaran sehingga pembeli bisa memilih cara pembayaran mana yang menurut mereka mudah dan tidak merepotkan, serta cek testimonial masyarakat yang pernah menggunakan layanan toko online tersebut.
  2. Cek kelengkapan barang yang dijual di toko online tersebut. Jika, misal, barang sederhana yang biasanya dijual di toko-toko online pada umumnya saja tidak ada disana, bisa jadi itu bukan toko online yang bagus.
  3. Cek kredibilitas toko online tersebut disini. Tulis nama toko online yang akan digunakan untuk transaksi dan cek semua testimonial dari pengalaman orang-orang yang pernah berbelanja disana. Disana kalian juga akan bisa melihat peringkat atau rating seberapa layak toko online tersebut bisa dipercaya.
  4. Lalu, hal penting lain yang juga harus diperhatikan adalah review yang bukan berasal dari internet, melainkan pembicaraan teman-teman dari mulut ke mulut. Dari situ kalian juga akan bisa mendapatkan rekomendasi toko online mana yang menurut mereka bagus dan terpercaya.
  5. Terakhir, jangkauan pengiriman. Tiap-tiap toko online biasanya bekerjasama dengan beberapa jasa pengiriman yang bisa menjangkau seluruh kota atau pulau di Indonesia. Cek dulu jasa pengiriman apa yang bekerjasama dengan toko online tersebut, dan apakah jasa pengiriman tersebut bisa menjangkau ke daerah rumah kalian. Juga, dimana sekiranya jasa pengiriman tersebut memiliki kredibilitas bagus yang tidak akan merusak barang kalian sampai di rumah dengan utuh dan tak rusak sedikit pun. Jangan lupa, cek juga apakah jasa pengiriman tersebut menyediakan asuransi untuk barang elektronik atau tidak. 
Mungkin hanya itu saja yang bisa aku sampaikan. Postingan ini menurut pengalaman pribadi aku sendiri selama berbelanja online dan daerah rumah aku yang terkadang tidak aku temukan ketika aku mengecek salah satu jasa pengiriman yang bekerjasama dengan salah satu toko online saat aku berbelanja, dan aku terpaksa membatalkan transaksiku disana. 

Jadi, jangan takut berbelanja online yaa. Semuanya akan aman dan baik-baik saja kalau kita tahu tips dan triknya agar jauh dari kata penipuan :).

Kamis, 08 Januari 2015

Buruk Tak Selalu Buruk

6

Kalau membaca judul yang aku tulis, kira-kira apa yang pertamakali terlintas di pikiran kalian? Pasti banyak hal, kan? Salah satu yang aku pikirkan adalah kisah dongeng anak-anak 'anak itik yang buruk rupa'. Anak itik itu selalu dikucilkan dan dijadikan bulan-bulanan oleh saudara-saudara dan teman-temannya lantaran bulunya yang berbeda dari itik-itik pada umumnya. Tapi, dibalik buruk rupanya itu tersimpan hati yang tulus.

Inti sebenarnya hanyalah pandangan seseorang yang sejatinya tak bisa diukur hanya dalam satu kedipan mata. Dunia ini terlalu luas dan ada banyak hal yang beberapa diantaranya terlihat sepele namun sarat makna.

Sekarang, kalau aku tanya, pernahkah juga kalian dengar istilah 'don't judge the book just from the cover'? Sudah tidak asing, kan? Beberapa mungkin menjawab 'ya'. Memang, kalau kita hanya menilai sebuah buku hanya dari penampakan sampul yang sempurna dan judul yang memukau, tetapi isi bukunya tak lebih bagus dari karangan dan khayalan penulis amatir ya untuk apa? Bandingkan kalau kita, misalkan saja, membeli buku yang penampakan sampul tidak begitu sempurna dan judul serta sinopsis cerita yang sekilas nampak biasa, akan tetapi isi bukunya mampu menarik lidah kita untuk berkata 'wow! buku ini hebat!'

See? Artinya apa? Bahwa memang kita tidak seharusnya menilai seseorang hanya dari tampak luarnya saja, tapi apa yang tersimpan dalam hatinya. Terkadang penampakan luar yang biasa-biasa saja, namun dari dalam mampu memancarkan cahaya kedamaian yang menyejukkan sukma. Dan, itu tidak bisa kita dapatkan dengan mudah. Semua orang pasti ingin mendapatkan predikat baik di mata orang lain. Tapi, berapa banyak diantara orang-orang yang kau kenal menganggapmu baik juga? Pasti tak lebih banyak dari jumlah keseluruhan jarimu. Orang selalu berpandangan negatif terhadap orang lain yang ada di sekitarnya, terlebih jika kedua orang itu tak saling mengenal kepribadian masing-masing. Pada akhirnya hanya akan menuai cemoohan. Itu adalah tipikal manusia pada dasarnya, dan tak ada yang bisa memungkirinya.

Kau tahu? Dunia ini penuh dengan manusia-manusia 'jahat' dan sarat ketidakadilan. Persentasenya dengan mereka-mereka yang berhati emas tak lebih besar dari seujung kuku jarimu. Sungguh kecil diantara miliaran masyarakat penghuni Bumi.

Karenanya, bersyukurlah jika kau telah menemukan malaikat berhati emas yang jika bersamanya kau merasa damai dan tenang. Setidaknya malaikat yang mampu melindungimu dari terpaan dan pengaruh-pengaruh buruk. Suatu 'hadiah' kecil dari Tuhan yang jika kau pandai mensyukurinya, Tuhan akan memberimu lebih dan lebih lagi.

Senin, 05 Januari 2015

Learning From the Stars

2

Pernahkah kalian mendengar istilah seperti yang aku tulis di judul postingan ini, 'learning from the stars'? Rasanya istilah ini bukan yang pertamakalinya kalian dengar, kan? Banyak juga buku ataupun novel yang sudah menuliskannya sebagai sebuah pembelajaran.

Dalam satu kehidupan, manusia akan terus belajar dan belajar. Tak peduli berapa umurmu atau siapa kamu, dan apa statusmu. Tak pernah ada kata terlambat untuk belajar. Jika kau memiliki sebagian atau remah-remah sisa waktu, gunakanlah untuk belajar. Belajar tak harus membuka buku, kan? Apapun bisa kau pelajari untuk menambah wawasan dan memperluas cara pandangmu tentang hidup yang tengah kau jalani. Dunia ini luas, dan sungguh luas. Jika pemikiranmu tidak berkembang dan cenderung stagnan, kau tidak akan bisa melihat betapa luas dunia ini dan betapa banyak bermacam-macam seni variasi hidup yang bisa kau dapatkan jika kau mau 'membuka mata lebih lebar' terhadapnya.

Pembelajaran dari Bintang. Kau tahu? Bintang itu tidak kecil seperti yang sering kau lihat dari sudut bumi yang terkecil. Namun, bintang itu besar sebesar matahari yang setiap pagi bisa kau rasakan hangatnya di permukaan kulitmu. Bahkan, matahari pun sebenarnya masuk dalam kategori 'bintang'.

Artinya, bintang yang terlihat kecil ternyata tak sekecil kelihatannya, tapi bintang memiliki peranan besar bahkan cenderung utama dalam kehidupan manusia. Sama halnya dengan manusia. Tak seharusnya manusia menganggap diri mereka kecil. Orang boleh memandang kita kecil, namun buktikan pada mereka bahwa kita tak sekecil atau seremeh yang mereka pikirkan. Buktikan pada mereka juga bahwa kita memiliki peranan besar bagi sebagian orang yang ada di sekeliling kita. Dari sanalah, maka orang akan menganggap kita sebagai 'bintang' yang kecil namun memiliki sinar yang terang-benderang.

Minggu, 04 Januari 2015

Awal Tahun Kambing Kayu

2

Menurutku, tak ada bedanya antara tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya. Yang membedakan hanyalah jumlah angka tahun yang bertambah, impian-impian kita yang belum sempat terwujud, dan di tahun ini adalah tahun Kambing Kayu menurut kalender Cina.

Percaya atau tidak, hitungan kalender Cina berpengaruh juga pada kelangsungan hidupku, yang terkait dengan kesehatan, keuangan, dan beberapa aspek yang mengikutinya. Seperti juga pada tahun-tahun sebelumnya, yang aku sendiri tidak percaya tapi ada satu dan lain hal yang secara kebetulan cocok.

Tahun Kambing Kayu yang dimulai pada tanggal 19 Februari 2015 dan berakhir pada tanggal 7 Februari 2016 merupakan tanda kedelapan dari Zodiak Cina yang terdiri dari 12 Shio. Semua orang tahu bahwa angka "8" dalam kebudayaan Cina adalah salah satu angka yang dapat memberikan keberuntungan serta melambangkan perdamaian dan kemakmuran. Mengapa demikian? Angka "8" dalam penulisannya adalah angka yang "tidak pernah terputus" dan selalu mengalir mengikuti polanya. Artinya, angka "8" merupakan angka baik dan selalu membawa kedamaian. Itu memang harapan kita, kan?

Semoga saja di tahun ini semua orang akan bisa mendapatkan kebahagiaan yang diimpikannya. Terlepas dari apakah kebahagiaan itu yang semula dirasa hanya mimpi ataukah hanya impian kosong belaka, pada dasarnya semuanya bisa dipastikan masuk dalam kategori 'harapan'. Aku benar, kan?

Aku juga memiliki banyak impian dan harapan. Tapi, sekali waktu aku pernah mendustai mimpiku sendiri. Aku pernah tidak percaya pada mimpi dan harapanku sendiri. Padahal, percaya atau tidak, sebagian besar orang sukses juga berawal dari mimpi. Pernah dengar kisah si Merry Riana dalam hidup yang mampu mengubahnya dari hanya sekedar 'mimpi sejuta dollar'? Tapi lihat? Itu adalah kisah nyata! Dan, apa kalian sudah pernah membaca bukunya juga? Buku yang berisi tentang motivasi-motivasi hidup yang mengajak kita untuk bangkit dari segala keterpurukan kita. Dan terlebih, jangan anggap sebelah mata mimpi-mimpimu. Bisa jadi, mimpi itu adalah jalanmu untuk menuntunmu menuju gerbang kemakmuran.

Tapi, apapun itu, percayalah selalu pada hati kecilmu. Jangan sepelekan semua kata-kata yang sumbernya berasal dari dalam dirimu, karena itu adalah teriakan 'larangan atau dorongan' dari hati kecilmu sendiri. Tahun Kambing Kayu ini mungkin memang hanya ramalan, dan lebih kurangnya tergantung usaha dan bagaimana kita memohon keselamatan dari Yang Maha Kuasa. Karena, semua itu adalah tugas manusia yang hanya bisa berusaha dan berdoa setiap saat dan setiap waktu. 

Rabu, 31 Desember 2014

Selamat Tinggal 2014

0

Dalam hitungan jam, 2015 akan menyambut kita semua. Termasuk aku. Oke, aku tak mau terlalu larut dalam euforia keramaian yang biasanya dipamerkan orang-orang pada umumnya. Bertambahnya tahun berarti usia Bumi tempat kita berpijak semakin tua. Dan, itu sama sekali bukan berita bagus. Tapi, okelah kalau sekali momen kita merayakan pergantian tahun dengan sukacita. 

Pergantian tahun identik dengan evaluasi kita sepanjang tahun 2014. Apa saja yang kita lakukan selama setahun ini? Sudah baikkah kita? Atau, sudah tercapaikah apa yang kita impikan? Tidak. Pasti ada yang belum. Dunia adalah panggung sandiwara bagi manusia, dan kita adalah pemeran utama dalam sandiwara itu. Jika yang kalian sebut sebagai akhir dari lakon sandiwara kalian belum merasa bahagia, berarti itu bukan akhir. Setiap akhir adalah awal yang bahagia.

Jika awal tahun lalu aku menghabiskan sebagian waktuku dengan lelehan airmata, maka awal tahun ini aku tidak mau dan tidak ingin menangis lagi. Aku sudah memiliki sebagian impianku, meski impian yang lain masih belum terlaksana. Tapi, waktu masih bisa menunggu. Dan, semua akan indah pada waktunya. Aku tahu itu... :)

"HAPPY NEW YEAR 2015 FOR ALL OF YOU!!!" 

Rabu, 17 Desember 2014

Semakin Dekat...

2

Tiba-tiba saja aku merasa takut...

Entahlah, ini hanya perasaanku saja atau apa, aku tak tahu. Yang jelas, suasana hatiku sungguh tak menentu.

Kembali aku berharap, bilakah waktu bisa kuhentikan dan aku tak perlu lagi khawatir ia akan kembali menapaki hari. Waktu seolah menjelma menjadi sosok monster mengerikan yang siap melahapku hidup-hidup.

Aku hanya bisa berucap dalam hati agar semuanya baik-baik saja dan tak ada yang perlu dicemaskan. Aku selalu sadar bahwa aku tak sendirian. Ada seseorang yang selalu menguatkanku, membangkitkan semangatku, dan membuatku melupakan sejenak persoalan-persoalan yang tengah aku hadapi.

Dukungan dari seseorang yang dicinta bak mendapatkan siraman air surgawi. Damai dan menenangkan. Itulah yang kuharapkan.

Aku tak menginginkan apa-apa. Aku hanya selalu bisa berharap, jika ini mimpi, aku tak ingin mimpi ini berakhir. Kau tahu? Tak ada yang lebih membahagiakan jikalau mimpimu yang paling indah menjadi kenyataan, seperti dalam cerita-cerita dongeng.

Itu adalah anugerah yang terindah dalam hidup kita. Aku percaya... :)

Senin, 10 November 2014

Pahlawan-pahlawan Masa Kini

2

Bulan November mungkin identik dengan Hari Pahlawan. Yes, correct, tapi bukan itu poin pentingnya. Melainkan, jiwa kepahlawanan itu sendiri. Sudahkah kita memilikinya? Tiap orang kujamin pasti ingin menjawab 'sudah', tapi dalam kenyataannya nol sama sekali. Padahal, seorang pahlawan tidak mengenal kata menyerah dan tak ada kata putus asa dalam kamus hidupnya. Jadi, artinya, kalau kita masih terus saja mengeluh, menyerah, pasrah pada nasib, dan malas melakukan sesuatu yang sebenarnya bisa dilakukan dengan cepat tanpa menunda waktu, kita bukanlah seorang pahlawan. Setidaknya, belum bisa dikatakan sebagai seorang pahlawan.

Tiap-tiap manusia seharusnya bisa belajar dari manusia lainnya untuk mendapatkan sebuah pembelajaran baru. Pembelajaran sejenis ini tidak membutuhkan guru layaknya saat kita berada di bangku sekolah atau yang semacamnya. Ini merupakan pembelajaran dari mulut ke mulut yang kita dapatkan saat kita melihat orang lain bisa melakukan hal yang 'lebih' dibandingkan kita. Maka, dari sinilah yang nanti pada akhirnya akan mendatangkan sebuah ilmu baru dan kemandirian.

Hari ini selagi masih dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, yuk kita pupuk jiwa kepahlawanan kita! Indonesia memang bukan negara maju, pun bukan negara terpuruk. Negara kita berada di antaranya. Kalau diibaratkan makanan antara enak dan nggak enak, kita pasti bilangnya 'lumayan', haha, ini gak penting dan cuma pengandaian aja. Maka, kita sebagai bangsa yang memiliki nasionalisme tinggi harus dapat mengembangkan jiwa kreatifitas kita untuk membuat bangsa ini lebih dari sekedar predikat 'lumayan'.

Ini tahun 2014, dan kita adalah pahlawan-pahlawan dan pejuang di tahun 2014, atau bahasa kerennya adalah pahlawan masa kini. Tanpa kita, bangsa ini bukanlah apa-apa, dan tanpa kita pula, bangsa ini tidak akan besar dan mempertahankan presisinya sebagai negara berkembang.

"Selamat Hari Pahlawan 10 November 2014 untuk semuanya!! Jangan pernah menyerah untuk apapun yaa!!" :)