Depression

Bagaimana terjadinya sebuah depresi, tentunya setiap orang memiliki porsinya masing-masing. Aku tak pernah berpikir (dan seharusnya aku menyadari) bahwa separuh perjalanan hidupku hanya dipenuhi dengan hal-hal yang membuatku merasakan depresi, hanya saja frekuensinya tidak terlalu mengkhawatirkan. 

Aku..., terus terang saja aku bosan dengan ini semua. Rasanya aku sudah cukup mengalah dengan apapun yang disodorkan padaku, dan aku menerimanya dengan lapang dada. Kau tahu? Tak ada seorang pun yang bisa mempelajari apa arti kata 'ikhlas' dengan tingkat pemahaman yang benar-benar tepat. Pun, juga diriku. Aku masih dalam tahap belajar menerima semua ini dengan ikhlas. Aku berusaha memahami apa yang menjadi kewajibanku saat ini dengan sungguh-sungguh. Tapi, mengapa masih saja ada yang tidak suka dengan apa yang telah aku lakukan (yang berusaha aku lakukan dengan sebaik mungkin) dan mencela segala apa yang telah berusaha aku lakukan dengan (kupikir) nyaris tanpa cela? Apa aku melakukan kesalahan? Kupikir, kesalahan yang aku lakukan masih terbilang paling sedikit jika dibandingkan dengan kesalahan orang-orang lain di dalam satu garis yang sama denganku. But, (still) why me?! Rasanya kata pepatah 'bicara memang mudah' itu benar adanya. Kau hanya bisa bicara tanpa pernah merasakan bagaimana susahnya menjadi 'aku'.  

Tidakkah mereka memahami tentang apa yang disebut sebagai karakteristik manusia? Ini karakterku!--yang jelas berbeda dengan karakter orang lain--dan, aku akan tetap menjadi diriku sendiri! Tak ada siapapun atau apapun yang bisa mengubahku menjadi seperti orang lain. Kau tak bisa menyamakan karaketristik satu orang dengan orang lainnya dan lantas menjadikannya perbandingan. Untuk apa Tuhan menciptakan manusia dengan bermacam-macam karakteristik yang berbeda-beda? Ya, agar manusia itu menjadi majemuk dan berkarakter--dengan banyak perbedaan yang ada diantaranya!

Aku adalah aku! Dan, tak akan ada seorang pun yang bisa mengubahku, apalagi mempengaruhiku untuk bisa menjadi seperti orang lain. Aku takkan mengubah apapun, karena memang tak ada yang perlu diubah. Kalau orang lain saja bisa melakukan apa yang mereka mau tanpa ada cercaan, maka aku pun juga bisa. Karena, aku dan mereka sama-sama memiliki hak dan kewajiban yang sama. Toh, gaji yang aku dapatkan tak lebih besar dari mereka. So? Untuk apa aku harus bersusah payah memperbaiki diriku? Untuk apa juga aku harus merasakan depresi (yang kesekian kalinya) demi sesuatu yang tidak ada apa-apanya dan tidak sebanding? Aku cuma ingin menjadi diriku sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangan yang aku miliki--itu saja!

Sempurna

Tak akan habis sebuah menit dan detik ketika seseorang membicarakan tentang sebuah kesempurnaan yang tiada pernah didapatkan satu alat ukur yang pasti. Manusia--meski dengan kelebihan apapun yang mungkin dimiliki--takkan pernah bisa melakukannya dengan benar-benar akurat. Karena memang sebuah kesempurnaan itu sendiri yang sifatnya universal. 

Begitu banyak versi yang mengatakan tentang sebuah kesempurnaan, yang selalu berbeda-beda jika kita menanyakannya kepada beberapa orang. Apa sih yang menyebabkan seseorang dikatakan sempurna? Jika cantik atau ganteng? Jika pandai? Jika mampu meraih gelar tertinggi hanya dalam hitungan menit? Jika, jika, dan jika. Dan, selalu 'jika' tanpa pernah ada yang 'pasti'.

Kategori sempurna yang diinginkan manusia selalu akan berbeda, karena manusia itu sendiri adalah makhluk yang majemuk--bervariasi dan memiliki perbedaan tertentu. Mungkin kesempurnaan pada akhirnya akan berusaha disejajarkan dengan keberuntungan atau 'faktor X' yang membuat seseorang itu menjadi sempurna dan diselimuti oleh ribuan malaikat pembawa keberuntungan.

Tidak.
Kesempurnaan akan sangat berbeda dengan keberuntungan--jika tahu perbedaannya dimana. Kesempurnaan yang sedikitnya dimiliki oleh manusia biasanya sifatnya tetap atau permanen yang diberikan oleh Tuhan sejak manusia itu lahir. Sedangkan keberuntungan adalah salah satu faktor X yang sifatnya tidak tetap. Manusia akan mendapatkan keberuntungannya jika telah tiba saatnya. Dan, mungkin saja keberuntungan itu tidak akan selalu mendatangi manusia yang sama berkali-kali berturut-turut. Lebih mirip sebuah kesempatan, namun juga tidak bisa dikatakan kesempurnaan adalah sama dengan kesempatan yang langka. Never! Mereka sama sekali berbeda. Sebuah perbedaan yang saling melengkapi satu sama lain.

Kesempurnaan yang mutlak adalah hanya milik Tuhan semesta alam. Dan, tak ada satu pun manusia yang benar-benar sempurna menyerupai Tuhan. Itu salah besar! Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan yang dilengkapi dengan berbagai kesempurnaan dibandingkan dengan makhluk hidup yang lain a.k.a tumbuh-tumbuhan dan hewan. Karenanya, manusia tidak pantas menyombongkan dirinya sendiri. Apa yang mau disombongkan? Hidup saja manusia hanya meminjam Bumi sebagai tempat mereka berpijak, dan udara yang mereka pinjam dari Tuhan sebagai zat gas yang mereka butuhkan untuk hidup. Jadi, apa yang patut disombongkan dari sebuah kesempurnaan maya? Nothing

Garden's Party

Kolam buatan yang letaknya di
halaman depan Hotel. Satu-satunya
akses menuju area hidangan.  
Rasanya sudah lama sekali aku tidak melakukan Garden's Party (Pesta Kebun), dan mungkin bahkan tidak pernah sama sekali. Aku tidak seberapa mengingat kapan terakhir kali aku berada dalam sebuah acara pesta kebun. Tapi, yang jelas, bagaimana pun meriahnya pesta yang diadakan jika dilakukan secara outdoor, hasilnya akan selalu lebih baik. 

Semalam pun aku memenuhi undangan pesta kebun yang diadakan oleh kantorku. Acara yang dilakukan setelah adzan Maghrib dengan tema 'Berbuka Bersama' itu bertempat di sebuah Hotel Berbintang Lima Hyatt Bumi Surabaya

Dari luar, Hyatt Hotel ini terkesan klasik dan mewah. Tampak bahwa hotel ini mencoba untuk memperlihatkan 'jati diri'-nya bahwa ia sungguh cocok dijadikan lokasi pengadaan pesta-pesta kecil hingga (mungkin) pelaksanaan pre-wedding bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan.
Together with them

Benar saja, ketika memasuki halaman depan yang akan menuju ke area hidangan--dengan mengusung tema 'Kebun' ini--para pengunjung disambut dengan beraneka ragam kolam-kolam buatan yang sungguh indah di kanan kiri jalan yang merupakan satu-satunya akses menuju ke area hidangan. Bukan hanya mewah, bagiku (yang jarang memasuki area perhotelan), pemandangan yang menyejukkan mata seperti ini sangat mengesankan sekali. Ya mungkin memang Hotel ini sendiri memang berslogan 'City Resort' sih. Sehingga, tidak mengherankan apabila keseluruhan yang tersaji disana, baik interior maupun pengelolaan yang ada, dibuat senyaman mungkin. Jika diperhatikan, seluruh ruangan di dalam area Hotel ini didesain layaknya rumah pribadi dengan latar belakang taman dan pepohonan, seolah Hotel ini semakin menunjukkan bahwa inilah satu-satunya tempat yang paling pas untuk dijadikan tempat beristirahat yang nyaman. 
Suasana temaram yang menyejukkan

Aku sendiri pun merasakannya walaupun tidak menginap disana. Namun, aku bisa menebak dengan hanya melihat apa yang nampak dari luar dan sebagian besar bagian-bagiannya. Sungguh pesta yang mengesankan dan nuansa teamaram yang indah yang pernah aku datangi. Bagi sebagian besar orang mungkin itu seperti pesta-pesta pada umumnya, tapi tidak bagiku. Tak ada yang bisa mengambil senyumku ketika aku berada dalam kebersamaan itu. Sesuatu yang bukan hanya karena pesona hidangan yang tersaji, tetapi lebih kepada kebersamaan itu sendiri. Kebersamaan yang mungkin tidak pernah kudapatkan di manapun, dimana aku bisa tersenyum dan tertawa lepas, seperti tak ada beban yang menggelantung di bahuku, meski aku tahu tak seorang pun di dunia ini yang terbebas dari masalah--kecuali jika seseorang itu mati. 
Together in 'Ship'

Momentum seperti yang tergambar dalam foto-foto ini mungkin takkan terjadi di setiap harinya. Kami semua selalu disibukkan dengan pekerjaan dan tenggelam dalam kesibukan masing-masing. Bahkan, seolah-olah antara satu orang dengan orang lainnya tidak saling mengenal (kesannya seperti itu). Sehingga, ketika ada momentum langka seperti ini, semua orang tampak seperti 'gila' berfoto. Aku seakan ingin tertawa, tapi yah memang seperti itulah yang terjadi. Satu kebersamaan dalam satu 'kapal', yang takkan mungkin bisa dibeli dengan uang. 

Jalan Pikiran Pria dan Wanita

Apa sebenarnya yang menjadikan pria dan wanita itu berbeda? Toh, mereka sama-sama manusia makhluk ciptaan Tuhan, kan? Dari segi fisik mungkin adalah aspek yang paling menonjol, karena memang fisik pria lebih kuat dibandingkan wanita, itu jelas. 

Tapi, sebenarnya ada banyak hal yang membuat perbedaan itu semakin nyata terlihat. Saat pria dan wanita terlibat sebuah hubungan spesial, maka perbedaan itu mulai terlihat sedikit demi sedikit dan semakin menonjol saat ada perselisihan diantara keduanya. Dan, jika sudah demikian, apa yang kemudian dikeluhkan di wanita? 
"Cowok itu rumit! Kenapa sih mereka nggak bisa ngertiin kita dikit aja?!"
Mungkin bukan hanya itu saja yang dikeluhkan si wanita. Berbagai macam pertanyaan perihal perilaku pria yang terlihat 'aneh' sudah pasti berkecamuk di benak mereka, yang rata-rata menghujat bahwa sikap pria begitu menjengkelkan dan terkesan acuh. Padahal, memang itulah sifat dasar pria--acuh, namun sebenarnya mereka peduli. Seperti itulah sikap kepedulian yang bisa mereka tunjukkan pada pasangannya.

Susahnya menjadi seorang wanita yang memiliki pasangan dengan tipe pria seperti ini menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi mereka. Bagaimana si wanita ini harus mempelajari tiap seluk-beluk sifat pasangannya luar dan dalam, agar dapat memahami apa arti 'diam' si pria yang sesungguhnya. Apakah pasangannya itu sedang marah, sakit, galau tingkat tinggi, ataukah ia sedang dirundung masalah, atau bahkan mungkin hanya sedang tidak mood berbicara--bisa jadi seperti itu. Dari sinilah, apa yang dinamakan kesabaran dan pengertian si wanita ini diuji.

Secara keseluruhan, menurutku, jalan pikiran pria itu sederhana namun membingungkan dan penuh misteri. Tak ada yang benar-benar memahami mereka--walau orang terkasih sekali pun--kecuali diri mereka sendiri. Orang lain hanya bisa menebak, meraba, dan menerawang apa yang mereka inginkan melalui gerak-gerik, bahasa tubuh, dan perilaku mereka. Pun, mempelajari hal semacam ini tidak membutuhkan waktu lama atau sekolah kepribadian atau yang semacamnya (nggak usah lebay istilahnya, haha), hanya membutuhkan pemahaman secara emosional, fisik, dan psikologis. Yakin bahwa pria juga manusia biasa yang memiliki rasa jenuh. Maka, jika mereka mulai menunjukkan gejala-gejala yang 'tidak biasa', biarkan saja dulu sementara waktu sampai mereka bisa menguasai dirinya sendiri, barulah kita ajak mereka bicara. Pendekatan yang sempurna akan bisa memancing mereka untuk bercerita tentang apa yang mereka pikirkan.

Pria bukanlah makhluk yang aneh dan tidak bisa diajak bicara. Karakteristik mereka sungguh sederhana dan tidak berbelit-belit. Contoh kecil saja, memotong rambut di salon. Apa yang dilakukan pria dan apa yang dilakukan wanita ketika mereka akan memotong rambutnya di salon?

Pria : "Mbak, potong rambut model biasa."

Wanita : "Mbak, potong rambut yaa. Modelnya kayak rambutnya Taylor Swift gitu bisa nggak? Tapi, poninya jangan nutupin mata ya Mbak, poni caping juga. Truz lagi, jangan pendek-pendek, Mbak, bikin nggak pe-de."

See?

Satu contoh kecil yang terkadang kita melupakannya, bahwa memang tidak bisa disamakan sebuah jalan pikiran pria dan wanita. Namun, tanpa disadari, perbedaan-perbedaan semacam itulah yang akhirnya bisa saling melengkapi. Dua insan yang menjalin kasih, tujuannya adalah menikah. Maka, dengan menikah itulah yang nantinya akan menyatukan segala perbedaan yang ada.  

Why are you My Remedy?

Tak ada satu kisah cinta yang terlarang. Dikatakan terlarang karena cinta itu bukan pada 'tempatnya', atau mungkin cinta itu sendiri yang memang 'tidak diperkenankan' terjalin. Bukan karena sesuatu yang berasal dari cinta, melainkan manusia lah yang membuat cinta seolah kejam dan tidak berperikemanusiaan.

Sebenarnya aku sendiri pun tidak seberapa memahami tentang cinta yang terlarang. Apa yang dimaksud dengan cinta terlarang? Entahlah. Yang kutahu hanyalah, bahwa kita tidak diijinkan untuk menjalin cinta dan kasih dengan seseorang karena sesuatu hal. Dan, sesuatu hal itu bisa bermakna majemuk, yang terkadang susah untuk diterima oleh akal sehat.

Terkadang juga aku menganggap bahwa cinta terlarang itu adalah sebuah tragedi cinta. Atau, mungkin juga tidak se-mainstream itu, namun jika diamati dalam sebuah kehidupan nyata, cinta terlarang bahkan mungkin lebih mengerikan daripada sekedar tragedi.

Jika diperhatikan dari sisi kemanusiaan dan banyaknya berita di layar kaca, cinta terlarang bisa menimbulkan berbagai macam konflik dan intrik, hingga yang terparah adalah terjadinya pembunuhan. Hmm, mungkin yang seperti ini yang harus dihindari. Kalau menurutku, apa untungnya?

If our love is tragedy, 
why are you my remedy...?
If our love's insanity,
why are you my clarity...?
("Clarity" - by Zedd feat. Foxes)

Seperti itu mungkin gambaran akan sebuah cinta terlarang. Tak perlu sebuah pembuktian atau pembenaran apapun. Tak perlu sebuah penjelasan apapun, dan tidak perlu sebuah perbaikan. Yang jelas cinta tetaplah sebuah cinta. Juga, cinta tak membutuhkan sebuah klarifikasi apapun. Cukup adanya pengertian yang didasari oleh akal sehat. 

Waktu yang Terhenti

Siapa yang suka bertambah usia? No One! Tak ada seorang pun di dunai ini yang ingin bertambah usia, dalam artian, frekuensi alur hidupnya di bumi semakin berkurang. Bahkan, jika manusia diberikan pilihan, mereka pasti akan memilih hidup abadi layaknya vampir

Iyaa, vampir. Ingat kan kisah cinta Edward Cullen dan Bella Swan dalam novel fenomenal Stephenie Meyer? Woww!! Itu adalah salah satu kisah cinta favoritku, dimana kisah cinta yang abadi dan hidup yang juga abadi sang vampir. Sayangnya, hidup seperti itu hanya ada dalam dunia khayalan dan mimpi, yang takkan pernah ada di dunia nyata manapun.

Bahagia? Mungkin. Tapi, aku tak pernah menganggap bahwa tradisi ulang tahun adalah sebuah tradisi yang 'harus' dirayakan. Aku sayang semua orang. Aku peduli pada siapa pun. Aku tidak pernah membeda-bedakan status. Dan, aku tak pernah meminta apapun pada mereka demi kepentinganku sendiri. Lalu, apa keistimewaan dari sebuah tanggal lahir? Aku hanya ingin membagikan sebuah kebaikan--itu saja--selain aku meminta doa dari mereka semua. Doa yang kuharapkan baik demi kehidupanku di masa yang akan datang. Aku memahami bahwasanya semakin banyak doa yang kita panjatkan takkan berhasil tanpa adanya doa dan dukungan, terutama dari orang yang paling dekat dengan kita.

Lalu, apa pula keistimewaan dari sebuah hari jadi tanpa seorang pun yang mendampingi kita untuk merayakannya? Aku toh malah ingin waktu ini terhenti, agar usiaku juga berhenti. Atau, aku ingin hidup di negeri dongeng, dimana takkan ada yang menyentuh kita, sekali pun sang waktu yang dengan begitu kejamnya merenggut usia kita di alam nyata.

Waktu....
Aku ingin kau terhenti
Aku ingin sekali kau berpihak padaku
Tak bisakah aku memilikimu meski hanya beberapa detik saja?
Aku lelah..... 
Bergeraknya kau ke depan, sama dengan berkurangnya jatah hidupku di dunia
Berkenankah kau memberiku pilihan? 

Monday Gown

Bukan sebuah hal yang mustahil jika aku uring-uringan setiap tiba hari Senin. Haha, mungkin efek istilah 'I hate Monday' masih melekat pada diriku yaa. Padahal itu kan istilah bagi anak-anak sekolahan atau kuliah dimana mata kuliah untuk hari itu (biasanya) sedang padat-padatnya. Tapi, bagiku istilah 'I hate Monday' masih juga berlaku karena (memang) pekerjaanku begitu banyak dan bejibun, ditambah pula dengan suasana hatiku yang sedang tidak menentu. 

Mungkin karena kelelahan atau apa, tiba-tiba saja mataku begitu berat dan rasanya bagai ditarik ke bawah oleh tangan-tangan setan, sehingga hawa mengantuk menyerangku bertubi-tubi. Tapi, aku berusaha mengatasinya dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah mencuci muka. Mendengarkan musik juga bisa menjadi 'obat mujarab' untuk mengusir kantuk yang amat sangat. 

Meski tak banyak membantu namun setidaknya lumayan mengurangi rasa kantukku. Dan, pada akhirnya, aku bisa survive dengan senyuman. Sebuah 'kulit' di hari Senin yang melelahkan? Sebuah 'gaun' di hari Senin yang membosankan? Atau, sebuah 'kemasan' di hari Senin yang sungguh enggan untuk dilalui? Entahlah, mungkin bukan dikatakan sebagai senyuman, atau kulit, atau gaun, atau kemasan, atau apalah namanya. Menurutku lebih kepada rasa simpatik. Setelah sehari penuh dilalui dengan sungguh padat, alangkah baiknya jika semua itu dihapus dengan senyuman demi menyambut esok pagi yang lebih baik. Semua orang tahu bahwa sebuah kesan klasik demi masa depan itu penting adanya. Ibarat, tak ada asap takkan ada api, tak ada telur takkan ada ayam. Sehingga, apa yang akan kita lalui esok tak pelak ada hubungan erat dengan apa yang kita lakukan hari ini. Berbaik-baiklah mengukir harimu dengan apa yang membuatmu semangat untuk menjalankan esok hari. 

Alexa Rank

Aahh rasanya sudah lama sekali yaa aku tidak memedulikan alexa-alexa-an, sejak aku jarang 'memberi makan' blog-ku ini (padahal aku beli domainnya nggak murah, haha, malah curhat!). Eh tapi serius, aku memang tidak seberapa memedulikan rank seperti yang dikejar oleh para blogger lainnya. No! Aku tidak peduli dengan itu semua. Kalau mendapat rank ya syukur, kalau tidak ya tidak apa-apa. Kecuali, kalau aku membuat blog ini bertujuan untuk kukomersilkan, tapi ini tidak. Aku....hmm, rasanya aku pernah membahasnya di tulisan terdahuluku kalau aku sebenarnya bercita-cita jadi penulis? Haha, yaahh penulis yang tidak tersampaikan niatnya. Jadilah, aku mengelola blog ini, hanya karena aku ingin mengasah kemampuan menulisku saja, tidak lebih.

Belakangan kalau aku perhatikan situs alexa rank sudah tidak seperti dulu lagi. Terakhir kali aku membuka situsnya malah harus bayar kalau kita ingin mendaftarkan blog kita. Padahal, dulu setahuku tidak begitu. Ya okelah, situs Alexa memang bergengsi yaa di kalangan para blogger yang mengejar rank. Tapi kalau harus bayar, rasanya tidak mungkin yaa. Tahu sendiri kan bagaimana karakteristik orang Indonesia?

Tapi, memiliki rank untuk blog bisa dikatakan penting tidak penting yaa, tergantung untuk tujuan apa dulu blog tersebut dibuat. Jika tujuannya untuk dikomersilkan demi mendapatkan pundi-pundi rupiah bahkan dollar yaa memiliki rank itu menjadi wajib hukumnya. Sebaliknya, jika hanya untuk tempat curhat dan berbagi kisah klasik demi masa depan (haha), rasanya mengejar rank itu tidaklah penting.

Sehingga, sebuah pencapaian itu dikatakan penting apabila apa yang kita tonjolkan memiliki porsi-porsi tertentu yang memang bisa dijadikan sebagai bahan penilaian. Dan, tidak semua aspek bisa dijadikan bahan penilaian bergantung dari seberapa penting aspek tersebut bermanfaat bagi khalayak. 

Bangun dari Tidur Panjang

Akibat dari galau yang berkepanjangan, aku sempat memutuskan hiatus dari dunia per-blogging-an dan sama sekali tak ingin menulis apapun. Otakku seakan mati rasa dan entah apa yang merasukiku, lantas aku membuat segalanya menjadi kacau dan nyaris untuk menutup blog kecil ini. Namun, nyatanya aku tak sampai hati melakukannya. Blog ini telah membawaku ke sebuah dunia yang mungkin aku sendiri takkan mengetahuinya jika aku tidak menulis. Menulis memang bukan satu-satunya yang terpenting, tapi tak dapat kupungkiri bahwa dengan menulis aku bisa menenangkan pikiranku barang sejenak. Melepas penat setelah aku lelah bekerja seharian. Dan, ingatanku masih segar ketika aku menemukan dia, sang belahan jiwa, beberapa tahun yang lalu disini--dengan tulisan ini. 

Mungkin, istilah 'bangun dari tidur panjang' adalah yang cocok untukku, daripada istilah 'hiatus' yang sudah terlalu mainstream. Dan, pada kenyataannya, aku masih ada disini bersama blog kecilku yang senantiasa menemani hari-hariku. 

Ini bukan lebay atau apa, karena ini hanyalah info bahwa blog ini sudah aktif kembali. ^^


Bilakah Waktu Kugenggam

Sekali lagi..., sekali lagi aku mencoba berdamai dengan waktu. Meski aku tak ingin, tapi aku tak punya pilihan lain. Ribuan kali aku mencoba meyakinkan diriku sendiri bahwa aku hanyalah manusia biasa yang tak memiliki kuasa apapun. Manusia hanyalah makhluk kecil, tak lebih besar dari seukuran semut di hadapan Tuhan.

Namun demikian, tak bolehkah jika aku memiliki mimpi, keinginan, dan harapan?--meski aku telah lelah bermimpi, lelah berharap, dan keinginan-keinginanku nyaris sirna ditelan kabut airmata. Dan, sekali lagi, aku hanyalah manusia biasa. Aku masih memiliki kesempatan untuk membangun kembali mimpi-mimpiku, dan meraih asa yang nyaris kulepaskan.

Meski dadaku sesak dan aku hampir-hampir tak bisa menahan bulir-bulir airmataku jatuh membasahi pipi, aku akan tetap menunggu. Tak pernah ada kata paksaan dalam arti menunggu. Cinta ini pun bukan paksaan. Semuanya murni dari lubuk hatiku yang terdalam. Dan, perasaan ini tak terhapuskan, hingga Tuhan mengambil senyumku, tangisku, resahku, hingga raga yang menghidupkan aku. Semuanya.

Bilakah waktu kugenggam, dan bilakah asa kuraih?
Bilakah waktu kugenggam, dan bilakah cinta kumiliki seutuhnya?

Aku tak pernah menghujat waktu. Aku hanya ingin menanyakan satu pertanyaan, "Mengapa waktu tak pernah bisa berdamai denganku?"

Ketika Akhir Bukanlah Sebuah Tujuan

Terkadang, seseorang kerap melupakan tujuan awal mereka melakukan suatu hal. Sebagai contoh saja orang berbelanja di supermarket. Di rumah sebelum berangkat pastinya kita sudah mempersiapkan sebuah daftar belanjaan, apa-apa saja yang kira-kira harus dibeli agar nanti tidak kalap ketika sudah mulai berbelanja. Namun, apa yang terjadi pada kebanyakan orang-orang? Mereka kalap, dan lupa dengan tujuan awal mereka ke supermarket tersebut. Dan parahnya, barang yang terpenting yang seharusnya dibeli malah tidak terbeli. Itulah sebuah fenomena kecil kehidupan di masyarakat. Benarkah demikian? (Kalau iya, berarti aku udah cocok jadi paranormal, haha!)

Sama halnya dengan manusia dan kehidupannya. Manusia diciptakan Tuhan agar mereka menghirup udara di Bumi untuk menggapai semua impian dan tujuannya. Karenanya, itulah sebabnya mengapa ada yang dinamakan dengan 'masa depan'. Masa depan adalah bagian dari sebuah tujuan yang harus diraih oleh manusia. Kau boleh saja bermimpi dan berangan-angan, namun kau harus paham batasan dari mimpi dan angan-angan milikmu. Jangan sampai pada akhirnya kita yang diperbudak oleh mimpi dan angan-angan kita sendiri. 

Lantas, dari jabaran yang aku tulis diatas, apa pendapatmu jika seseorang tidak memiliki sebuah tujuan ketika ia melakukan sesuatu? Wasting time? Atau, mereka bahkan merasa masa bodoh dengan tujuan? "Ah, persetan dengan tujuan. Aku toh bahagia dengan apa yang kulakukan." Begitukah yang sering mereka utarakan ketika tujuan bukanlah suatu akhir? Lalu, untuk apa? Apa untungnya? Apa yang kau dapat dari semua itu? Sadarkah kau bahwa kau telah menggadaikan harga dirimu? Lalu, jika telah tergadai, dengan cara apa kau akan menebusnya? Sungguh suatu hal yang sangat sia-sia.

Manusia memiliki akal dan pikiran yang sehat. Pun, manusia diciptakan menjadi makhluk paling sempurna dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Lalu, mengapa kita tidak memanfaatkan kesempurnaan ini dengan melakukan suatu hal yang sekiranya tidak merugikan diri kita sendiri? Kita hidup hanya sekali, dan mati pun sekali. Hidup pun seharusnya bisa kita nikmati. Tapi, menikmati hidup tidaklah sama dengan menantang bahaya dan merugikan diri sendiri. Menikmati hidup juga tidak sama dengan melukai diri sendiri dengan mengatasnamakan cinta. Cinta itu anugerah, Kawan. Jangan pernah membawa-bawa cinta jika kau tak tahu apa maknanya. Dan, jangan pernah pula menjadikan cinta sebagai tameng alasan ketika kau menempatkannya di ruang dan waktu yang salah. Manusia-lah yang seharusnya bertanggungjawab dan menggunakan kelebihannya untuk tidak membuat harga diri cinta terlacurkan atas kesalahan yang dilakukan.

"Think wisely before you do wrong, Guys. Life is too beautiful to get damn."

Tanya Hatimu

Aku tak pernah ingin berpikir negatif ataupun berprasangka buruk dengan siapapun, terlebih dengan kekasihku sendiri. Karena, manusia yang berpasangan seharusnya harus saling mendukung, kan?

Itulah sebabnya, dibutuhkan hati yang besar dan jiwa yang lapang untuk menerima apapun yang terdengar mustahil untuk diterima dan sejatinya aku sendiri belum pernah mengatasi hatiku untuk hal yang semacam ini. Tapi, kalau ini untuk kebaikan cinta kami di masa depan, apa aku terlihat seperti punya pilihan lain yang lebih baik....selain mendukungnya? 

Okelah, aku takkan lagi mengungkit sesuatu yang membuat segala sesuatunya menjadi tidak baik. Cukup sekali aku melakukan hal bodoh dan aku bersumpah pada diriku sendiri aku takkan mengulanginya. Manusia yang memiliki akal dan pikiran takkan jatuh ke lubang yang sama dua kali. 

Aku hanya perlu bersabar....dan bersabar lagi. Pun, manusia memiliki batas wajar kesabaran, aku tak peduli. Kuanggap itu sebagai ujian kesabaran yang diberikan Tuhan padaku. Dan, jika aku bisa sukses melaluinya, Tuhan akan memberikan reward padaku. Itu sudah pasti. Dan, itu juga berlaku bagi setiap manusia di Bumi ini, tanpa terkecuali. Karena manusia hidup tak akan pernah mudah, namun Tuhan takkan memberikan ujian tanpa ada penyelesaian kepada manusia-manusianya. Aku yakin... 

Not Just Only Tomato

Sejak aku membaca banyak referensi, aku jadi tahu banyak manfaat tomat bagi kesehatan tubuh manusia. Padahal, tadinya aku sangat-sangat tidak suka dengan segala apapun yang berkaitan dengan sayur-sayuran. Tapi, aku memaksa dan meyakinkan diriku sendiri bahwa tomat adalah salah satu sayuran yang penting, walaupun masih banyak juga sayur-sayuran lain yang jauh lebih penting dibandingkan tomat. At least, aku telah berhasil memakan dan merasakan manfaatnya.

Awalnya pun kupikir tomat hanya enak dimakan sebagai lalapan bersama dengan salad dan mayonaise. Tapi, nyatanya tidak. Tomat bisa enak dimakan mentahan dengan hanya ditaburi gula. Hmm, yummy!! :)

Tomat yang dimakan mentah ternyata berkhasiat untuk kesehatan, kecantikan, serta baik dikonsumsi untuk wanita hamil. Dalam tomat banyak mengandung nutrisi penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, seperti vitamin A, vitamin C, vitamin K, dan vitamin B6, serta mengandung kalium, folat, thiamin, niacin, magnesium, tembaga, dan fosfor. Selain itu mengandung antioksidan yang sangat baik untuk menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker dan penyakit jantung.

Tomat mentah yang di jus juga bisa mengobati kerontokan rambut. Awalnya pun aku juga tidak terlalu percaya, dan kupikir tomat hanya sekedar sayuran pelengkap dan hanya sebatas sayur, dan kupikir juga mengobati kerontokan rambut harus dilakukan dengan bahan-bahan kimia seperti vitamin untuk rambut, cem-ceman, dan lain-lain. Tapi tidak, aku salah. Hanya dengan memakan tomat saja sudah cukup untuk mengatasinya. Tak kusangka.

Aku menulis ini sebagai referensi saja. Untuk hasil akhirnya mungkin berbeda-beda, tergantung dari seberapa sering kadar mengkonsumsi tomat.

Time Travel

Perjalanan waktu...bagiku adalah sesuatu yang nyata setengah mimpi. Semua manusia pastilah memiliki sebuah kenangan yang mungkin masih diingatnya atau mungkin sudah melebur menjadi satu dalam desiran angin seiring mereka bernapas. 

Namun, aku lebih suka bermimpi tentang sesuatu yang membuatku selalu tersenyum sepanjang hari ketika aku terbangun. Mimpi yang seakan sungguh terasa nyata, bisa kusentuh dengan tiap lengkuk jemariku. Seakan pula bisa kupeluk dengan kedua lenganku.

Tak ada seorang pun manusia yang tak ingin mimpinya hanya sekedar mimpi tanpa bisa dijadikannya kenyataan. Tatkala aku membaca tentang kisah perjalanan waktu, aku mulai berpikir bahwasanya jika ada waktu yang berjalan mundur, pastinya ada juga waktu yang bergerak maju atau yang biasa disebut dengan masa depan.

Aku selalu berharap bisa 'berteman' dengan waktu, yang bisa membawaku ke sebuah masa dimana aku sudah bisa berdiri sendiri dengan kedua kakiku dan aku tak lagi merepotkan orang-orang yang selama ini kurepotkan. Namun, yang terpenting adalah bahwa waktu juga bisa membawaku ke sebuah masa dimana aku bisa memiliki orang yang sangat ingin kumiliki.

K.A.M.U -- Dan, aku tak perlu mengatakan siapa dia. 

Donor Darah

Jiwa sosialku mungkin memang sudah tumbuh sejak aku masih remaja. Sejak dulu aku ingin sekali menyumbangkan darahku bagi siapapun yang membutuhkannya. Golongan darahku AB yang notabene-nya hanya recipien universal,  yang artinya golongan darah ini hanya bisa menerima donor darah dari golongan darah yang lainnya. Jadi, kecil kemungkinan golongan darah ini bisa disumbangkan kepada orang lain jika tidak benar-benar ada golongan darah yang sama yang juga sedang membutuhkannya. Tapi, it's okay-lah, menyumbangkan darah itu sehat dan merupakan tindakan mulia. Benar, kan?

Donor darah itu sama saja dengan memberikan sebagian darah yang ada di dalam tubuh kita untuk orang lain yang membutuhkan bantuan sumbangan darah. Sehingga, semakin banyak persediaan sebuah rumah sakit akan darah, maka akan semakin bagus, karena darah-darah itu nantinya akan sangat-sangat berguna sekali bagi pasien-pasien mereka. 

Adapun syarat-syarat umum seorang calon pendonor darah dan siapa mereka-mereka yang tidak diperkenankan mendonorkan darahnya bisa dicek disini.  Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendonorkan darahnya, hanya saja si pendonor harus terlebih dahulu memenuhi syarat dan tidak sedang memiliki penyakit apapun. 

Kegiatan sosial yang bisa kulakukan hanyalah mendonorkan darahku untuk sementara waktu. Suatu wadah yang masih terjangkau oleh kedua langkah kakiku. Dan, mungkin di masa yang akan datang aku akan lebih bisa melakukan sesuatu yang lebih lagi. 

Aku Takut

Pertengahan tahun sudah terjamah. Jari-jari waktu semakin dekat menggapaiku, terbuka dan menganga lebar seolah siap menelanku hidup-hidup ke dalam kegelapannya yang gelap mencekam. Aku takut. Ingin kupejamkan mata dan kututup rapat-rapat telingaku agar aku tak perlu lagi melihat dan mendengarkan suara-suara sumbang diluar sana. Suara yang hanya bisa mengolok dan menertawakan tanpa bisa memberikan solusi. Suara yang hanya bisa membuat mental seseorang jatuh dan tersudut tanpa pernah bisa tergerak lagi.

Sebenarnya kita ini apa? Manusia? Hantu? Atau apa? Atau, makhluk jadi-jadian? Siluman? Bukan, kan? 

Kita manusia. Manusia itu makhluk sosial. Makhluk yang saling bantu-membantu satu dengan yang lainnya. Makhluk yang memiliki akal sehat dan budi pekerti yang luhur. Bukan makhluk sosial tapi saling menjatuhkan dan ingin menang sendiri. 

Manusia memang memiliki kepentingan dan kebutuhannya masing-masing. Tapi, kedua hal polemik itu tidak bisa dijadikan tameng (perisai) ataupun alasan untuk saling mengalahkan. Yang kuat yang menang dan yang lemah yang akan kalah. Begitukah? Itu hukum rimba, Kawan. Dan kita manusia tidak hidup di dalam rimba. Kita manusia hidup secara normal dan juga melakukan hal yang normal pula. Karena, sejatinya kita manusia tidak sedang berebut rantai makanan layaknya hewan yang hidup di dalam rimba.

Aku hanya takut pada waktu yang di mataku seolah menjelma menjadi bom waktu yang bisa meledak kapan saja ketika sudah tiba saatnya. Mungkin pelarian bukanlah hal yang terbaik, tapi pelarian bisa menjadi hal yang tepat dilakukan disaat yang juga tepat.

Detik News

ANTARA News - Berita Terkini

Followers

Blog Visitors

Flag Counter